
Di kantin baik Anila, Fyth, maupun Indri tidak ada yang membuka suaranya. Ketiganya masih bungkam dengan pemikiran masing-masing. Tak lama, ponsel Fyth berdering memecah keheningan diantara mereka.
Fyth merogoh ke dalam tas mencari ponselnya. Begitu mendapatkan, Fyth segera melihat siapa yang menghubunginya. Kening Fyth berkerut, " Mommy ?! ".
Di gesernya tombol hijau untuk menerima. " Hallo mom, ada apa ? " Tanya Fyth begitu terhubung dengan sang mommy.
" Sayang, cepat jalan ke butik " kata mommy Nathalie.
" Haaa, aku... Ke butik... Jalan mom... " Ucap Fyth.
" Iya sayang " gemas mommy Nathalie.
" Nggak salah mom, masak ke butik aku jalan sih mom, kan kaki aku masih sakit mom, " rengek Fyth pada mommy Nathalie.
" Maksud mommy kamu di jemput supir mommy atau di anterin siapa gitu sayang buat ke butik " jelas mommy Nathalie dengan sabar.
Sontak Anila dan Indri menutup mulutnya seraya menahan tawa agar tidak meledak mendengar ucapan keduanya.
" Mommy dengerin aku dulu okey, aku bakalan ke butik nanti....
" No nanti, sekarang sayang " sela mommy Fyth penuh penekanan.
" Okey mom okey, aku ke sana tapi.... " Jeda Fyth.
" Apalagi sayang... " Sungguh mommy Nathalie di buat gemas sekali oleh putri kesayangannya ini.
" Tapi aku ajakin Anila sama Indri ya mom, please " rengek Fyth.
Mommy Nathalie menghela nafasnya panjang, sungguh butuh stok kesabaran extra menghadapi bandelnya seorang Aurora Fythania Pratama yang ternyata putrinya sendiri.
" Iya sayangnya mommy, ajak aja mereka berdua juga " ucap mommy Nathalie akhirnya.
" Yey, mommy memang terbaik... Tapi masih terbaik daddy sih, apalagi kalau kasih ujan ( uang jajan ) ke aku " kekeh Fyth.
Sontak jawaban Fyth mengundang gelak tawa Anila dan Indri. Mereka tertawa lepas mendengar penuturan Fyth . Sungguh mereka tak habis pikir dengan sahabatnya satu ini, suka sekali menggoda orang dengan sikap konyolnya.
" Oke mom, aku tutup cintanya dulu ya mom. Aku mau terbang ke sana sekarang mom " lanjut Fyth seraya cekikikan.
" Baiklah hati-hati ya sayang, ingat butik Tante Feni ya tempatnya " ujar mommy Nathalie yang tahu sikap pelupa putrinya ini.
" What ? Tante Feni mom ? " Ucap Fyth ulang seraya membulatkan matanya.
__ADS_1
" Iya, ada apa sayang ? " Bingung mommy Nathalie di ujung telpon sana.
Fyth menghembuskan nafasnya kasar, seraya berkata " Tante Feni kan galak mom " cicit Fyth.
Mommy Nathalie tergelak mendengar perkataan putri bandelnya ini. Dirinya baru ingat jika putri bandel satu ini seperti tikus dan kucing jika bersama Feni. Bagaimana tidak, Sebab tiap kali di dandani selalu ada saja tingkahnya yang membuat Feni kesal setengah mati.
" Sudah-sudah, Tante Feni nggak galak lagi kok. Mom tunggu sekarang " ucap mommy Nathalie seraya menutup telponnya.
Fyth mendengus kesal, Anila dan Indri saling pandang lalu melayangkan banyak pertanyaan pada sahabat tengil mereka.
" Jadi ? " Tanya Anila akhirnya.
" Jadi... Sini kubisikkan " kata Fyth seraya menyuruh Anila dan Indri mendekat. Mereka berdua yang begitu penasaran segera mengikuti arah Fyth untuk mendekat. Begitu sudah mendekat, Fyth berkata " RA HA SIA " sontak mereka membulatkan matanya mendengar ucapan Fyth.
Fyth yang sudah berkata demikian sontak tergelak kencang. Anila dan Indri yang jengkel, mencubit kencang pipi kanan dan kiri Fyth bersamaan.
" Aduh, aduh, aduh... Sakit wehh " seraya menggeplak tangan Anila dan Indri.
" Rasain !! " Ucap Anila dan Indri bersamaan. Fyth mencebikkan bibirnya kesal.
" Ayo cerita, kenapa itu kaki bisa kena kaca ? " Tanya Anila kembali.
" Kok bisa di atas pohon ? " Heran Anila.
" Kan manjat " singkat Fyth.
" Iya maksudnya buat apa manjat pohon ? " Ujar Anila.
" Buat naik ke atas pohon "
" Iya maksudnya itu gimana bisa naik ? " Kesal Anila.
" Di bilangin manjat, ngeyel " ucap Fyth seraya mendengus.
" Maksudnya itu..... "
" Stop !! Udah stop Anila, Fyth. " Sela Indri, " Anila pertanyaan lue salah. Harusnya lue tanya apa alasan dia naik ke atas pohon. Dan lue Fyth, kalo kasih jawaban kira-kira juga dong. Masak jawaban begitu. " Papar Indri.
Sontak Anila dan Indri mengerucutkan bibirnya bersamaan.
" Jadi alasannya ? " Lanjut Indri.
__ADS_1
" Nyari sinyal " singkat Fyth seraya memakan siomay-nya.
" Sinyal ? " Ucap Anila dan Indri bersamaan seraya membulatkan matanya. Sontak keduanya saling pandang lalu tergelak mendengar alasan Fyth.
" Gue kira di kejar anjing, makanya naik pohon " kata Anila masih dengan gelak tawanya. Indri yang mendengar ucapan Anila semakin dibuat tergelak.
Bagaimana dengan Fyth ?, Tentu saja semakin mengerucutkan bibirnya.
🐿️🐿️
Di butik tante Feni, mommy Nathalie tentu tidak sendirian. Mommy Nathalie sengaja mengajak calon besannya memilihkan baju couple untuk anak mereka masing-masing.
" Gimana jeng, camanku bisa ke sini kan ? " Tanya mommy Zilia pada mommy Nathalie.
" Bisa jeng, tenang aja. Udah otw kok jeng " Jawab mommy Nathalie seraya menunjukkan model baju terbaru pada mommy Zilia.
" Bagus jeng, kita cari warna yang cerah aja jeng buat camanku, sepertinya lebih cocok jeng " usul mom zilia.
" Boleh juga itu jeng, sebentar. Fen, Feni...." Panggil mommy Nathalie pada pemilik butik sekaligus sahabatnya juga.
" Bentar nath " Sahut Feni dari dalam.
" Ada apa ? " Tanya Feni begitu sudah jalan mendekat.
" Aku pilih ini aja " kata mommy Nathalie seraya menyerahkan gaun untuk di pakainya besok malam. " Dan carikan gaun juga buat putriku, sekalian satu set jas juga " lanjut mommy Nathalie.
" Beres " ucap Feni. " Kalian tunggu sebentar " lanjutnya.
" Kamu ambil berapa model jeng buat camanku ? " Tanya mommy Zilia pada mommy Nathalie.
" Seberapa nanti cocoknya deh jeng, yang penting serasi sama jas Davin nanti jeng " kata mommy Nathalie.
" Aku ngikut gimana jeng aja " ujar mommy Zilia.
.
🐿️🐿️
Di dalam mobil Fyth menatap keluar jendela, entah mengapa jantungnya berdegup kencang sekali. Seolah ada suatu kejutan yang siap menanti kedatangannya. Semakin lama semakin kencang jantungnya terpompa, apa yang sebenarnya terjadi, pikirnya.
Anila dan Indri saling pandang, tumben sekali Fyth tidak cerewet seperti biasanya. Melihat sahabat tengilnya diam seperti ini membuat suasana terasa asing. Namun mereka juga tak berani buka suara, bukan karena takut tapi mereka memahami jika Fyth butuh waktu menyendiri.
__ADS_1