Se Anting

Se Anting
Bab 95


__ADS_3

2 minggu berlalu,


Kini giliran Indri yang akan mengakhiri masa lajangnya bersama Leon, di depan cermin besar nampak Indri menatap penampilannya dari rambut hingga ujung kaki. Balutan gaun warna putih tulang dengan model bahu terbuka menambah kecantikannya berkali lipat. Dalam hatinya tak henti berucap syukur dan bahagia, akhirnya ia dan Leon akan bersatu dalam sebuah ikatan suci.


Dalam benak, Indri mulai membayangkan hal apa saja nanti yang akan dilakukannya setelah menikah. Selain menjadi istri yang solehah, ia juga harus bisa memberikan kewajibannya sebagai seorang istri pada suaminya. Jika membayangkan hal demikian membuat Indri tersenyum malu-malu sendiri. Apalagi adu kekuatan raga di atas ranjang nanti, uh.. pikirannya sudah berkeliaran untuk berfantasi.


Beberapa saat kemudian, Fyth dan Anila masuk ke dalam kamar Indri lalu menatap calon pengantin itu tengah tersenyum sendiri di depan cermin. Melihat hal tersebut membuat otak Fyth berkerut, apa yang sedang di bayangkan oleh calon kakak ipar sepupunya itu.


"Woy, ngapain senyum-senyum gitu? Gila ya! Atau jangan-jangan lagi bayangin adegan linu-linu di atas ranjang?" Ucap Fyth dengan entengnya tanpa beban dosa dan noda. Sungguh yang mendengar hal itu menjadi ingin sekali mencabut mulut omes si tengil satu itu.


"Sstt, bukan adegan linu-linu. Tapi adegan tembar bibit biar tumbuh dan berkecambah, ahh... Gue jadi mau itu sama suami gue." Ucap Anila gamblang yang semakin membuat otak si calon pengantin semakin membayangkan banyak adegan nantinya.


Aku jadi tak sabar ingin merasakannya, gumam Indri dalam hati sembari cekikikan.


"Malah makin ketawa, sini duduk di atas sofa wahai calon pengantin. Jangan berdiri muluk, kasian heels nya capek dibuat berdiri. Mana di injak lagi pakai kaki." ucap Fyth secara random setelah mendudukkan tubuhnya di atas sofa pinggir ranjang lalu di susul Anila.


"Ck! Kalian ini kesini hanya menambah stress otak gue aja" cibir Indri yang berjalan menuju sofa tempat dua sahabatnya itu duduk.


"Gugup Ndri?" Tanya Anila yang memiliki sifat dewasa dibanding keduanya.


"Iyalah, gue antara gugup dan juga senang sekaligus tak sabar." Ucap Indri sumringah.


"Jangan bilang tak sabar jebolin ranjang?"


Mendengar ucapan si tengil yang tanpa saringan membuat Indri ingin sekali mencubit otaknya itu. Ya Tuhan, belom sah sudah dikontaminasi dengan ucapan random yang membuatnya jadi berkhayal linu-linu di atas ranjang.


"Hey bontot, habis nikah kenapa ini mulut omes banget sih. Mana linu-linu muluk yang di omongin." Ucap Anila seraya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adik iparnya itu.


"Tahu tuh, habis nikah malah mesum." Ejek Indri.

__ADS_1


"Kalian aja yang gak paham, habis nikah itu harus linu-linu dan wajib linu-linu biar paham enaknya linu-linu."


Sontak Anila dan Indri saling pandang mendengar ucapan si tengil, lalu sama-sama menepuk kening masing-masing.


*


*


*


"SAH"


Seluruh tamu undangan bersorak gembira usai mendengar ijab kabul yang di ucapkan mempelai pria secara lantang. Tidak hanya itu saja, para saudara dan kerabat mengucap hamdalah bersama-sama ketika kata sah terucap begitu menggema dalam aula.


Kini status Leon telah berubah dari seorang pria lajang menjadi suami. Dari status ktp yang belum kawin, kini berganti menjadi kawin. Inilah impian Leon bersanding bersama wanita yang sangat di cintainya dan mengarungi bahtera rumah tangga selamanya.


Di belakang Leon duduk nampak Mommy Lea meneteskan air matanya. Ia sudah cukup bahagia melihat putra satu-satunya kini memiliki partner hidup. Tak banyak menjadi harapannya selain pernikahan sakinah mawadah warahmah untuk sang putra.


"Kau benar, bang. Nggak nyangka pada akhirnya kita punya keluarga masing-masing." Kata Tama.


"Ya, dan ini cukup membahagiakan bukan. Bagaimana jika kita liburan bersama nanti." Usul Davin.


"Boleh, kita atur jadwal."


"Setuju." Ucap Tama.


*


*

__ADS_1


*


Terlihat semua Genks Kiwil-kiwil berkumpul dalam satu meja usai pergelaran acara resepsi di lakukan. Semua nampak bahagia bersama pasangan masing-masing. Dan mulai merencanakan masa depan bersama pasangan bucin mereka.


"Gue bahagia, akhirnya kita kumpul dengan status yang udah berubah. Kalo dulu kita masih single, sekarang kita udah berstatus sebagai pasangan." Ucap Fyth.


"Ya, inilah kebahagiaan yang tiada terkira dalam hidup kita." Imbuh Davin.


"Setidaknya diantara kita sudah tidak ada jumblu lagi kan." Sahut Anila yang membuat pecah tawa lainnya.


"Benar, setidaknya nggak ada yang ngenes lagi." Ucap Leon disela tawanya.


"Well, apa rencana kalian masing-masing kedepannya?" Tanya Indri.


"Gue bakal balik LN sama Vania, karena gue nggak bisa ninggalin Mama dan Papa sendiri disana. Apalagi gue ada tanggung jawab perusahaan milik Papa." Jawab Tama lalu menggenggam tangan Vania dengan lembut.


"Gue bakal ikut kemanapun suami gue pergi." Kata Anila lalu merangkul lengan Raffa mesra.


"Kalo gue, pengantin baru masih anget-angetnya kan." Ucap Leon random.


"Gue,....


"Kalo gue dan ayank bakal cetak anak yang banyak buat nemenin Mommy sama Daddy di rumah ntar. Sekaligus bakal bulan madu tiap bulan." Sela Fyth gamblang sebelum Davin menjawab, hingga membuat yang lainnya terpingkal-pingkal mendengarnya.


"Setidaknya kita kini bahagia!" Ucap kompak semuanya.


TAMAT.


Terima kasih semua atas semua dukungannya, othor mohon maaf apabila ada kata yang kurang berkenan selama para readers membaca 🙏🏻🙏🏻.

__ADS_1


Love you all, muach 😘


__ADS_2