Se Anting

Se Anting
Bab 87


__ADS_3

Seminggu berlalu, semua kembali pada aktivitas normal mereka masing-masing. Begitupun dengan Fyth yang kembali masuk kuliah hari ini, sebelum akhirnya mengajukan cuti kembali untuk acara pernikahannya nanti. Pagi ini nampak matahari mengintip malu-malu dari celah jendela kamar, namun sayang hal itu tak membuat sang empu yang punya kamar beranjak bahkan bergeser sedikitpun dari ranjang. Siapa lagi jika bukan si tengil bontot alias Fyth yang masih asyik bergelung dalam hangatnya selimut.


Astaga, bahkan burung-burung berkicau tak mampu membuat suara bising untuk membangunkan kenyamanan dan ketenteraman Fyth dalam berkalana di alam mimpi. Bukan hanya kicauan burung, suara kicauan Mommy Nathalie didepan pintu kamar pun tak mampu mengusiknya sedetikpun. Entah Fyth tidur atau sedang semedi dengan mode mata terpejam, yang jelas tidurnya macam orang mati suri. Susah sekali untuk membangunkannya,


Di depan pintu kamar sudah ada Mommy Nathalie yang berkacak pinggang ala model hollywood, siap mengeluarkan suara nyaring emasnya versi artis terkenal ikan indo gelepar yakni Soimah. Dengan menarik nafas dalam-dalam, tak lupa seuntai bait kelembutan dalam setiap hembusan napasnya. Mommy Nathalie memutar handle pintu kamar lalu masuk ke dalam, dengan jantung seolah melompat main kodok lompat. Bagaimana tidak, putri kesayangannya tidur dengan posisi tidak elit, mungkin bisa dikatakan jika jauh dari kata normal.


Bayangkan saja jangan dipraktekkan, tak baik untuk kesehatan naluriah sesama wanita. Fyth tidur dengan kepala di kaki dan kaki di atas bantal, dengan guling di bawah ranjang dan jangan lupakan selimut yang sudah terlempar ke arah sofa. Astaga, andai Mommy Nathalie tak punya stok kesabaran tinggi, mungkin sudah di tenggelamkan ini putri semata wayangnya ke dalam lautan.


"Sabar Nathalie, anak perawan jadi maklumi saja. Semoga besanku punya stok jantung dan hati saat melihat kelakuan calon menantu kesayangan mereka ini. Astaga," gumam Mommy Nathalie seraya mengusap dadanya sabar.


Tanpa menunggu lama, Mommy Nathalie segera membangunkan putri bangornya ini. Bukan karena apa, tapi lihat saja jam yang menempel di dinding sebelah cicak di dinding sudah merayap menuju angka hoki sembilan ikan koi. Mommy Nathalie mengetes intonasi suaranya sebelum alunan lembut seriosa keluar dari tenggorokan dan berakhir di bibirnya.


"Ekhem, tes 1,2,3... Ekhem.... Bon....toooootttt !!! Bangu.....uunnnn, sa.......yangggg......" Teriak Mommy Nathalie dengan suara full oktaf yang mampu mengalahkan ketinggian tebing.


Lalu apakah bontot terpengaruh?, Oh tentu saja tidak saudara-saudara. Telinga cantik putri tidur itu telah terpasang headset mini sebagai bentuk antisipasi dari guncangan suara emas cetar membahana bahkan lembutnya mengalahkan kicauan bunyi radio tetangga.


"Astaga ini anak nggak bangun-bangun juga," gerutu Mommy Nathalie mendelik sebal melihat si tengil.

__ADS_1


Dengan kesal Mommy Nathalie membalikkan tubuh Fyth, betapa tekejotnya saat melihat aksi membanggakan yang dilakukan oleh putrinya itu. Pantas saja, suara emasnya tak mampu mengusik tidurnya. Di cabutnya headset itu segera, lalu menggoyangkan badan Fyth agar bangun.


"Sayang bangun yuk, kamu katanya masuk kuliah hari ini. Sekalian urus ajuan cuti buat minggu depan, ayo bangun." Ucap Mommy Nathalie dengan sabar yang sudah seluas samudera sedalam tebing curam setinggi puncak gunung.


Sementara sang empu menggeliatkan tubuhnya, lalu mengerjapkan matanya pelan-pelan. Kening Fyth berkerut, jika dalam novel-novel selalu ada adegan manis saat membuka mata ada pangeran tampan tersenyum manis malah ini yang terlihat tatapan galak Ndoro Ayu dengan muka sebalnya. Untung saja Mommynya ini bukan cenayang, sehingga tak tahu apa yang ada di dalam pikirannya saat ini. Kan bisa gawat jika ketahuan, alamat jajannya terpotong bahkan lebih parahnya jatah ngemilnya harus berkurang. Oh tidak bisa,


"Mom, kok disini? Ini kan masih pagi mom," rengek Fyth setelah terduduk di ranjang.


"Pagi-pagi, lihatlah ke jendela. Matahari saja sudah tampil cantik, kamu malah masih asyem. Astaga, kamu ini mau nikah sayang, apa kata mertua kamu nanti kalau tahu menantunya bangor begini. Hem,," gerutu Mommy Nathalie.


"Tinggal bilang saja, ajaran Mommy saat masih muda. Bereskan, " memang putrinya satu ini sangat pintar membuat darahnya naik hingga lupa jalan turunnya. Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya, tapi untuk yang satu ini bolehkah jika meminta mending di jauhkan sekalian. Ya Tuhan, pikiran seketika pening mau pecah namun ingat biaya rumah sakit mahal walau suaminya kaya.


Sedangkan yang di omeli, masih mengumpulkan kesadaran nyawanya yang entah terbang atau lompat lari kemana. Dirasa sudah cukup menarik jiwanya yang berkeliaran, Fyth berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Hanya butuh waktu 15 menit, Fyth telah menyelesaikan mandi kilatnya lalu beralih menuju walk in closet untuk berganti pakaian. Dengan bangga Fyth menatap tampilannya di depan cermin tak lupa senyum sejuta manis madu bertabur karbit.


"Perfect, kau sangat cantik Fyth tapi akan lebih cantik saat kau menikah nanti. Karena apa, tentu saja kau akan di make up nanti." Monolognya pada diri sendiri.

__ADS_1


Di bawah tepatnya di ruang makan, Davin tengah berbincang dengan Daddy Barack membicarakan tentang pernikahannya yang akan di gelar seminggu lagi. Bahagia itulah yang di rasakan Davin saat ini, karena sebentar lagi masa lajangnya akan terlepas dan berganti status kawin di KTPnya. Mengingat hal demikian, Davin sudah tak sabar lagi apalagi saat membayangkan adegan penggarapan lahan sawah. Aahh, membuatnya gila sendiri namun berhubung imannya setebal daging sapi maka ia berusaha kuat menahannya.


Huh, sabar kan dirimu Davin dan kau timun emasku. Gumamnya pelan.


"Bagaimana Dav, kau sudah siap?" Tanya Daddy Barack sembari menyeruput kopinya.


"Siap Dad, bahkan saat ini saja sudah siap kalau harus dinikahkan sekarang juga." Ucap Davin dengan cengirannya membuat Daddy Barack menggelengkan kepalanya menatap betapa tak sabarnya calon menantunya itu.


"Sabar, tinggal seminggu lagi. Lusa hari terakhir kalian bertemu, nanti fitting baju di tempat Tante Feni jangan lupa Dav. Setelah itu kalian beli cincin nikah kalian berdua, untuk yang lainnya sudah Mom dan Mommy mu urus." Sahut Mommy Nathalie yang kini berjalan mendekat dari dapur setelah mengambil susu hangat milik Fyth.


"Dan jangan lupa urus cuti kalian, agar lusa tidak ribet. Setelah itu kalian harus pingit," imbuh Daddy Barack yang mendapat protes dari si tengil dari arah tangga.


"No Dad, masak pingit juga. Yank, kita cuma 3 hari doang dong ketemunya." Rajuk Fyth seraya mendudukkan tubuhnya tepat disamping kursi Davin.


"Sudah tradisi sayang, lagian kalian hanya sementara tak bertemu. Nanti di pernikahan kalian akan bertemu kembali." Ucap Mommy Nathalie seraya menggelengkan kepalanya geli melihat tingkah putrinya yang tak mau berpisah dari Davin.


"Benar kata Mommy mu, biar tidak pamali." Ucap Daddy Barack semakin membuat Fyth mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Yank, habis kuliah ntar ayo nonton terus kita nyalon. Kita calon pengantin, harus mode cantik sebelum pingit." Ucap Fyth membuat jantung Davin tekejot seketika. What, salon? Ya salam. Apa kata dunia perbintangan dan perserikatan jika tahu seorang Davindra nangkring disana, Gumam Davin dalam hati.


__ADS_2