Se Anting

Se Anting
Bab 22


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju rumah sakit Fyth tidak dapat menahan rasa sakit pada perutnya. Sungguh datang bulan kali ini begitu menyakitinya. Di cengkeram erat perutnya untuk mengurangi rasa sakit yang kini mendera.


" Sakit Dav " rintih Fyth lirih.


Davin yang mendengar perkataan Fyth sungguh tidak tega sekali. Di usapnya perut Fyth perlahan berharap dapat meredakan sakit yang dirasakannya sambil mengemudikan mobil dengan satu tangan.


" Tahan sayang, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit " kata Davin dengan menambah laju kecepatan mobilnya.


" Kenapa sakitnya seperti orang mau melahirkan Dav " ucap Fyth nyeleneh.


" Memang kau pernah melahirkan ? " Tanya Davin heran.


" Tentu saja tidak, tapi kucingku di rumah pernah melahirkan dua kali "


" Lalu bagaimana kau bisa tahu rasanya ? "


" Ku peragakan saja bagaimana susah payahnya melahirkan " kata Fyth seraya mengangkat kedua bahunya. Davin yang mendengar jawaban Fyth hanya menggelengkan kepalanya. Sungguh ajaib calon istrinya ini, pikir Davin.


Sementara Anila dan Indri di buat kesal oleh dosen killer menyebalkan, pantas Fyth sangat memusuhinya. Bagaimana tidak, Davin menyerahkan kunci mobil Fyth tanpa memberitahu yang mana mobilnya.


" Nil, gue capek dari tadi kita nggak ketemu itu mobil. Mana keliling lagi " keluh Indri.


" Iya, itu tengil nyimpan mobil sebelah mana sih " kesal Anila.


" Kenapa kita nggak pencet remote mobilnya aja sih " kata Indri seraya mengibaskan tangannya didepan wajah.


Anila menepuk keningnya seketika, kenapa dirinya tidak kepikiran hal tersebut.


" Kenapa kau tidak bilang dari tadi sih, kan kita nggak perlu keliling buat nyari itu mobil " sungut Anila.


Indri hanya menanggapi perkataan Anila dengan senyum 5 jarinya. Segera Anila pencet remote mobil Fyth. Begitu menyahut, Anila dan Indri menjadi terbengong, rupanya mobil yang cari- cari sedari tadi berada tepat di samping mereka duduk sekarang.


" Asyem si tengil, kita keliling ternyata itu mobil ada di sini " Ucap Anila bersungut-sungut.


" Ho oh, minta kita tabok itu si bontot. Kita keliling capek-capek, eh mobilnya ada di sini " kata Indri seraya menggulung lengan kemejanya sebatas siku.


" Mau ngapain ? Kalo mau menghajar di rumah sakit ntar "


Anila berdiri lalu berjalan menuju mobil Fyth. Indri yang melihat Anila pergi ikut berdiri lalu mengikutinya.


" Siapa yang mau menghajar, orang aku kegerahan Nil " kata Indri dengan membuka pintu mobil.


" Iya iya, yuk ke rumah sakit segera " Ajak Anila yang di jawab anggukan oleh Indri.




Begitu sampai di rumah sakit, Davin segera menggendong Fyth dan meletakkannya di atas brankar yang sudah di siapkan oleh suster jaga.



Fyth di bawa menuju UGD untuk mendapat penanganan. Davin yang ingin masuk segera di hentikan oleh suster.

__ADS_1



" Maaf tuan, silahkan tunggu di luar. Kami akan segera melakukan penanganan pada pasien " kata suster itu ramah.



" Tapi saya harus menemani calon istri saya sus " kekeh Davin.



" Tidak bisa tuan, harap pengertiannya " ucap suster kembali masih dengan senyum ramahnya. Sementara salah satu suster segera memanggil dokter untuk melakukan pemeriksaan.



Davin tetap pada pendiriannya dan mencoba memaksa masuk. Hingga suara dokter menghentikan perdebatan antara suster dan Davin.



" Ada apa ini suster Fani ? " ujar sang dokter.



Davin beserta suster Fani segera menoleh ke arah sumber suara. Suster Fani akhirnya menjelaskan apa yang menjadi perdebatan antara dirinya dan keluarga pasien.



" Begini dokter Anny, tuan ini memaksa masuk karena ingin menemani calon istrinya selama pemeriksaan dokter " jawab suster Fani.




Davin menunduk lesu seraya menganggukkan kepalanya. Dokter Anny beserta tim segera masuk ke dalam UGD untuk melakukan pemeriksaan.



Tak berselang lama, pintu UGD terbuka dan brankar Fyth keluar menuju kamar inap VVIP. Davin segera berdiri mengikuti brankar Fyth.



Begitu sampai di ruangan inap, dokter Anny segera menjelaskan kondisi Fyth.



" Tak ada yang serius dengan pasien tuan, hanya nyeri perut berlebih saat datang bulan. Atau bisa kita sebut dengan Dismenore. Dismenore sendiri terbagi menjadi 2 bagian tuan, Dismenore primer dan sekunder. Untuk nona Fyth sendiri masih mengalami Dismenore primer tuan. Dimana masih tergolong nyeri ringan, apabila yang di alami nyeri berlebih hingga hilang kesadaran itu yang wajib di waspadai.



Tuan tidak perlu khawatir, ini lumrah terjadi pada setiap wanita yang sedang mengalami datang bulan tuan " papar dokter Anny.



Davin menganggukkan kepalanya tanda mengerti, seraya berterima kasih.

__ADS_1



" Baik, terimakasih atas penjelasannya dokter " ucap Davin datar.



" Sama - sama tuan, itu sudah menjadi tugas kami " kata dokter Anny dengan senyum ramahnya, lalu pamit undur di diri yang di tanggapi anggukan kepala oleh Davin.



Davin berbalik mendekati brankar Fyth lalu duduk di sampingnya. Diperhatikan dalam-dalam wajah cantik Fyth, walau pucat tetap tak mengurangi kecantikannya.



Tangan Davin terulur membelai pipi Fyth dengan penuh cinta. Begitu halus, Davin berulang kali membelai hingga Davin mencubit pipi Fyth dengan gemas.



" Bangun, ngapain pura-pura tidur heemm... " ujar Davin. Fyth mencebikkan bibirnya kesal lalu memukul tangan Davin yang mencubit pipinya.



" Minum... " rengek Fyth manja. Tanpa kata Davin berdiri lalu menuangkan air.



Davin kembali ke samping brankar daan membantu Fyth untuk minum. Fyth yang melihat perlakuan lembut Davin menyunggingkan senyum tipisnya.



" Sebenarnya kau cukup tampan, tapi kenapa kadang menyebalkan " puji Fyth seraya mengejek juga.



Davin sontak menyentil kening Fyth, " Walau menyebalkan aku tetap calon suamimu ".



" Sayangnya iya " Fyth menghela nafasnya.



" Hay, kenapa menghela nafas begitu. Kau tak mau menikah denganku memang ? " heran Davin sambil menajamkan tatapannya.



" Kalau aku menolak, kau juga takkan melepaskan diriku bukan ? "



" Tentu saja, dan tak akan pernah " Kata Davin memeluk erat tubuh Fyth dari samping. " I love you... " bisik Davin lirih di telinga Fyth.


__ADS_1


" Emm.... I love you too " Davin yang mendengar balasan ungkapan cinta Fyth sangat gembira sekali. Cintanya tak bertepuk sebelah tangan, kalaupun iya bertepuk sebelah tangan maka dia akan membuat Fyth jatuh cinta padanya, apapun itu caranya.


__ADS_2