
Malam perjamuan...
Suasana dalam ballroom hotel bintang lima itu terlihat meriah sekali. Acara besar yang di adakan keluarga Pratama tidak tanggung-tanggung. Selain kolega bisnis dalam negeri, banyak kolega luar negeri yang turut meramaikan acara perjamuan besar dari keluarga Pratama.
Jika semua orang berbondong-bondong untuk bisa hadir dalam acara tersebut, berbeda dengan gadis bandel dan tengil satu ini. Yup, siapa lagi jika bukan putri kesayangan keluarga Pratama, Fyth.
Fyth melongok ke bawah jendela untuk mengukur berapa ketinggiannya jika melompat dari tempatnya berdiri. Betapa terkejutnya Fyth saat melihat tingkat ketinggian dari tempatnya berada. " Ck !! Bisa metong muda gue kalo lompat ke bawah gitu aja. Ini kenapa gue ada di lantai 17 sih " ucap Fyth menggerutu.
Sedangkan di luar kamar Tama tampak berdebat dengan Ray, bodyguard yang bertugas menjaga Fyth atas perintah tuan Barack.
" Kau tidak mengenal diriku ? " Tanya Tama seraya mendengus kesal.
" Maaf tuan, siapapun tidak di ijinkan untuk bertemu nona muda terlebih dahulu tuan " ujar Ray. Tama yang kesal mengabaikan ucapan Ray.
" Ck !! Tobar buka pintunya, gue Tama " teriak Tama dari luar kamar.
Fyth yang mendengar teriakan Tama sontak tersenyum senang, " Hehehe... ada kesempatan buat kabur " monolog Fyth.
Segera Fyth membuka pintunya dan menyeret Tama masuk kedalam kamar yang sedang di tempati-nya.
" Timi, gue butuh bantuan lue " kata Fyth to the point.
" Dasar tobar, masuk bukan di suruh duduk malah ada aja yang di minta " ujar Tama seraya mendengus.
" Bawel, bawa gue pergi "
" Haah.... Pastikan dulu rantai om Barack udah hibernasi ke sungai ye " cibir Tama. " Gila aja lue, mau gue di gorok hidup-hidup sama bokap lue " lanjut Tama seraya menyentil kening Fyth. " Cetak.... "
__ADS_1
" Aduh.... Ck !! Gue mau ditemuin sama catun, Timi " Ucap Fyth sebal karena keningnya di sentil Tama.
" Nggak nggak nggak, nggak ada. Mana berani gue lawan om Barack, lagian bisa bangkrut gue ntar sama kak Raffa " ujar Tama.
" Timi cuma.....
Belum juga Fyth menyelesaikan ucapannya, pintu kamar terketuk kembali.
" Tok... Tok... Tok... Bontot udah selesaikan kan. Ayo turun " Ajak Raffa.
Fyth yang mendengar suara kakaknya sontak membulatkan matanya. " Gimana ini Tim ? " Tanya Fyth kebingungan.
" Ya buka pintu, gimana sih " ujar Tama santai. Fyth yang kesal segera menginjak kaki Tama menggunakan heelsnya.
" Aduh... Sakit woy " memijat kakinya yang terinjak. " Bomat " Acuh Fyth seraya berjalan untuk membuka pintu kamarnya.
" Jika mereka disini pasti dia juga berada di sini " ucap Davin seraya mengedarkan kembali pandangannya di berbagai penjuru. Hingga suara MC mengalihkan pandangannya menuju pintu ujung ballroom.
" Mari kita sambut, putra dan putri keluarga Pratama, beri tepuk tangan yang meriah kepada.... Raffandra Aura Pratama dan berlian satu - satunya keluarga Pratama, Aurora Fythania Pratama.... " Ucap MC.
Anila yang memakan cake cukup terkejut saat mendengar nama laki-laki yang disebutkan tadi hingga terbatuk-batuk. Dengan sigap mama Alysa mengambilkan air putih didepannya, dan memberikan kepada Anila, putrinya.
Sementara Davin sangat terkejut begitu mengetahui identitas gadis yang sangat di cintainya itu. Rupanya gadis yang akan di jodohkan olehnya adalah gadis pujaannya. Davin menoleh kepada kedua orang tuanya. Dimana kedua orang tua tersenyum dan menganggukkan kepala mereka masing-masing.
" Kejutan nak " ucap lembut mama zilia.
" Jadi, dia calon istriku. Terimakasih mom, dad. Dialah gadis sangat aku cintai dan inginkan. Hampir saja aku menolak dan kehilangannya " kata Davin tulus.
__ADS_1
Raffa menatap sekelilingnya mencari keberadaan Anila. Di edarkan pandangannya, begitu menemukan meja tempat Anila berada Raffa segera beralih menatap MC nya untuk menjalankan rencananya.
Raffa membisikkan sesuatu kepada telinga Fyth, dimana Fyth menganggukkan kepalanya mendengar bisikan perintah sang Kaka.
" Bagaimana ? " Tanya Raffa yang di iyakan secara langsung oleh Fyth. " Tentu itu tidak gratis kakakku sayang, hehehe " ucap Fyth pelan seraya terkekeh.
Raffa yang mendengar ucapan adiknya hanya menggelengkan kepala. Raffa tahu betul apa yang di incar oleh adiknya ini. Mobil Lamborghini metalic yang baru dibelinya 2 hari lalu.
" Tentu, asal kau berhasil adikku sayang " ujar Raffa.
" Kau hanya perlu menerima jawaban iya nanti kak " kata Fyth sebelum melangkahkan kakinya meninggalkan Raffa.
MC membawakan acara dengan begitu meriah, banyak artis yang di undang oleh keluarga Pratama untuk menyemarakkan acara perjamuan malam ini. Salah satunya, Tulus.
Tulus menyanyikan lagu " Sepasang Sepatu " dengan merdunya. Fyth yang tidak suka acara ramai seperti ini memilih pergi menuju taman hotel.
Davin yang melihat kepergian Fyth, segera berdiri untuk mengikuti langkah gadis cantiknya itu. Sungguh dia ingin memeluk erat gadis pujaannya untuk meluapkan rasa bahagia yang kini ada dalam hatinya.
Davin tak menyangka jika gadis yang akan di jodohkan oleh nya adalah adik dari sahabatnya sendiri. Bahkan lebih tepatnya, mahasiswi tengil yang telah memporak-porandakan hati dan pikirannya.
Begitu sampai ditaman hotel, Davin mengedarkan pandangannya. Sepi sekali, pikirnya.
Dengan santai Davin berjalan mendekati calon istrinya. Sementara Fyth yang tidak mengetahui bahwa Davin mengikutinya pun, dengan santainya duduk dengan menengadahkan wajahnya ke atas seraya menutup mata.
Davin yang sudah berdiri disamping Fyth, menatap intens wajah cantik gadis didepannya ini. Begitu indah mengusik relung jiwanya. Fyth yang merasa ada yang menatapnya segera membuka kedua matanya. Betapa terkejutnya saat melihat wajah Davin sudah berada didepannya dengan sangat dekat.
" Kau... " Davin segera menahan ucapan Fyth dengan menaruh satu jarinya pada mulut mungil yang mampu membuatnya candu itu.
__ADS_1
" Sstt... Diamlah " ujar Davin. Tanpa basa basi lagi ditariklah Fyth ke dalam pelukannya. Davin memeluknya erat, mencoba menyalurkan rasa bahagia yang membuncah pada dirinya. Fyth yang bingung dengan perlakuan Davin, hanya mampu diam.