
Berbagai macam hidangan tersaji di atas meja, hampir semua terbuat dari bahan laut karena lokasi mereka makan saat ini yang berseberangan dengan laut. Fyth sengaja memesan cumi-cumi dan udang versi jumbo, ia ingin makan puas sebelum menikmati sunset nanti.
Bahkan Anila dan Indri tak kalah heboh, mereka memesan kepiting asam manis 3 porsi. Sementara Raffa, Davin, Leon dan Tama dengan mulut menganga menatap deretan makanan diatas meja.
"Sayang, kau yakin bisa menghabiskannya?" Tanya Raffa seraya menelan ludahnya susah payah.
"Benar, kalian yakin?" Sahut Leon yang bergidik ngeri.
"Akan sayang makanannya jika kalian tak menghabiskan," imbuh Davin.
"Tentu kakakku yang tampan namun lebih tampan sayangku Davin, kita akan memakan habis semua. Ya kan?" Ucap Fyth seraya mengerlingkan matanya pada Davin lalu meminta persetujuan dua sahabatnya.
"Sudahlah, mereka perut karet pasti bisa menghabiskannya." Sela Tama yang meraih tumis cumi terlebih dahulu namun segera ditepis oleh Fyth.
"Enak aja main comot, foto dulu dong buat up d Instagram." Kata Fyth yang ditanggapi Tama dengan cibiran. "Kayak ada Instagram aja,"
"Cih, wlekk!".
__ADS_1
Dari berbagai sudut Fyth memotret semua makanan yang ada di meja, lalu segera mempostingnya. Sedangkan yang lain lebih memilih memulai makan mereka dan mengabaikan apa yang dilakukan oleh Fyth.
Dengan menyunggingkan senyumnya, Davin menyuapi calon istrinya dengan lembut dan sabar. "Sayang makan dulu, aaa..." Pinta Davin agar Fyth membuka mulutnya. Tentu saja dengan senang hati Fyth menerima suapan dari calon suaminya tercinta.
"Terima kasih sayangku," ucap Fyth seraya mengecup pipi Davin lalu membuka mulutnya. Melihat kepatuhan Fyth membuat Davin mengusap kepalanya dengan sayang. Lalu melanjutkan aksi makan berdua saling menyuapi bergantian.
Diam-diam Raffa melirik keromantisan adiknya dengan Davin, ia juga tak mau kalah. Enak saja senior dilangkahi acara romantisnya, pikir Raffa.
"Sayang, ayo buka mulutmu... Aaa...." Pinta Raffa dengan senyum sejuta radar datarnya.
Hal itu membuat Anila mengerutkan keningnya, dalam hatinya bertanya-tanya ada apa dengan suaminya ini. Namun tak urung jua ia membuka mulutnya karena kasihan melihat wajah melas Raffa yang diam-diam melirik ke arah adik iparnya.
"Mas, buka juga mulutnya. Coba cicipi makanan aku," anila menyodorkan sesendok daging kepiting yang telah ia kupas. Tentu Raffa tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, dibuka mulutnya segera untuk menerima suapan Anila seraya mengejek adiknya lewat lirikan matanya.
Cih, dasar kak Raffa. Udah niru, pamer lagi. Kata Fyth dalam hati sembari menatap kakaknya sinis.
Sungguh dua pasangan tidak ada akhlak, mereka tidak melihat jika ada satu pasangan dan satu orang yang sedang membuka mulutnya lebar melihat adegan didepannya itu.
__ADS_1
"Astaga, mereka tidak melihat situasi." Ucap Indri dalam hati.
Sementara Leon menatap kedua pasangan itu datar, namun dalam hati berkata "Aku juga mau lah ðŸ˜",
"Si*l, nasib jomblo gini nih." Umpat Tama akhirnya. Yang ditanggapi tawa oleh semua.
*
*
*
Sementara di hotel Pratama terjadi keributan akibat datangnya seorang gadis yang mengaku hamil anak Tama. Bahkan gadis itu berteriak memaki Daddy Barack, Mommy Nathalie, beserta para orang tua lainnya.
"Saya nggak mau tahu, dia harus bertanggung jawab. Kalian sebagai orang tua bagaimana cara kalian dalam mendidik anak kalian, ha? Lihat! Saya hamil karena kelakuan anak kalian itu. Brengsek!" Ucapnya kasar dengan penuh deraian air mata.
Tak ingin malu, akhirnya Daddy Barack memberi kode kepada Mommy Nathalie untuk membawa gadis itu masuk ke dalam salah satu kamar hotel. Mengerti keinginan sang suami, Mommy Nathalie mengangguk seraya berjalan ke arah gadis itu.
__ADS_1
"Mari kita bicarakan bersama dengan kepala dingin nak, mari ikut Tante." Ajak Mommy Nathalie dengan menuntun gadis itu perlahan. Dengan sesenggukan, gadis itu mengikuti langkah kemanapun ia akan dibawa sembari menundukkan kepalanya. Dalam bibirnya menyeringai, "Rencana awal berhasil,"
Hayoo, kira-kira siapa itu ya? Yukk, nantikan kelanjutannya ðŸ¤ðŸ¤