
Sementara Fyth menjelaskan ikan yang dimaksud adalah ikan miniatur Mommy Nathalie yang tak sengaja di sembunyikan Tama. Karena ikan miniatur itu, Tama harus menguras kolam ikan hias milik Mommy Nathalie di taman mansion.
Kini giliran Davin yang tertawa terbahak-bahak, menertawakan Tama yang di hukum menguras kolam ikan. "Hahaha, lagian kok bisa sih Tam, lue apain itu miniatur ikan?"
"Ke siram jus, mana jus buah naga lagi. Kan warnanya berubah jadi ungu, terus karena kesal, gue rendam itu tapakan miniatur ke air terus gue taruh freezer." Ungkap Tama.
Meledak sudah tawa Davin dan Fyth, karena itu juga Mang Kodi jadi terkena semburan Mommy Nathalie saat di perintah mengeluarkan miniatur justru ekornya patah saat di tarik kuat. Bahkan Mommy Nathalie sampai menangisi miniatur kesayangannya itu.
"Parah lue Tam," Davin masih saja tertawa, hingga mobilnya sampai di depan mansion keluarga Indri. Dengan sisa tawanya, Fyth menekan nomor Indri untuk menyuruhnya keluar.
"Gue di luar Ndri, kuy langsung aja. Takut telat ntar," lagi-lagi Fyth mematikan teleponnya tanpa menunggu jawaban Indri.
Didalam mansion Indri mengumpat kesal dengan tingkah sahabatnya ini, belum ia menjawab sudah di matikan terlebih dahulu teleponnya. Sembari menghentakkan kakinya sebal, Indri keluar menuju luar mansion lalu segera naik ke dalam mobil Fyth.
__ADS_1
Awalnya Indri terkejut saat melihat Tama juga ikut, namun Fyth menjelaskan jika Tama juga sebagai bridesmaid pengantin laki-laki.
"Jadi gue pasangan sama Tama ntar ya?" Bisik Indri pelan di telinga Fyth, yang di jawab anggukan kepala olehnya. Sontak Indri menghembuskan napasnya dan membuang pandangannya melihat keluar jendela. Tanpa Indri sadari, Tama sedikit melirik ke arah Indri, itupun tertangkap dengan jelas oleh mata Fyth. Dimana Fyth menyunggingkan senyum smirknya untuk mengerjai Tama di acara pernikahan Anila nanti. Ia ingin tahu, seperti apa sebenarnya perasaan Tama pada sahabatnya, Indri.
Di sebuah butik ternama, siapa lagi jika bukan butik Tante Feni, sahabat sang Mommy. Raffa dan Anila yang sampai terlebih dahulu segera masuk kedalam butik, dan di sambut hangat oleh Tante Feni secara langsung.
"Selamat datang, aduh ponakan Tante yang ganteng akhirnya kawin juga." Goda Tante Feni.
"Halah sama aja, ujungnya juga sah." Pandangan Tante Feni beralih menuju Anila. "Nak, bagaimana kau bisa menerima laki-laki tua ini hm? Kau tak di ancam bukan," Tante Feni semakin menggoda Raffa yang sudah mendelik tajam ke arahnya.
"Kalau kau tak mau sama dia, Tante punya keponakan ganteng, mapan, baik lagi. Pasti cocok buat kamu." Dalam hati Tante Feni terkekeh geli melihat sikap ngambek anak sahabatnya itu.
"Jangan dong Tan, kan aku udah palling in lope sama mas Raffa." Anila menatap Raffa dengan penuh binar cinta begitupun dengan Raffa.
__ADS_1
"Tapi ponakan Tante gak kalah jauh sama yang ini loh, artis pula. Di gemari banyak wanita dari yang kecil, remaja hingga wanita dewasa bahkan nenek-nenek juga."
"Emang ponakannya siapa Tan?" tanya Raffa penasaran, karena setahu Raffa Tante Feni tidak memiliki keponakan.
"Kalian tak mengenalnya?" tanya balik Tante Feni yang di jawab gelengan kepala oleh Raffa dan juga Anila.
"Sini Tante bisikin,"
Baik Raffa dan Anila mendekat menuju Tante Feni, bahkan mereka tidak menyangka akan dikerjai. Tante Feni segera membisikkan kepada keduanya begitu sudah mendekat, "Tentu saja ponakan Tante itu, Shah Rukh Khan." bisik Tante Feni seraya tertawa terbahak-bahak, membuat Raffa dan Anila saling pandang seketika.
"Mimpi!" ucap Anila dan Raffa bersamaan, kemudian tertawa bersama-sama.
Setelah berbincang sesaat, kini Anila sudah di bawa menuju ruang ganti untuk mencoba gaunnya. Sementara Raffa duduk di sofa menunggu penampilan calon istrinya seraya bermain ponsel menghubungi adiknya yang belum datang ke butik.
__ADS_1