
"Apa yang kau lakukan?" Teriak Leon.
Sontak semua orang mengalihkan ke tempat sumber suara, begitu mengetahui CEO mereka yang berteriak membuat semua pegawai segera menundukkan kepalanya takut.
Disisi lain, Davin segera pasang tampang waspada dengan berjalan menuju arah tempat Fyth berdiri. Ia tak ingin tiba-tiba Leon mendekat dan mengambil kesempatan untuk mendekati tunangannya itu.
Dengan langkah lebar, Leon menuju ke tempat Fyth penuh kekhawatiran. Ia tak ingin terjadi sesuatu kepada gadis tengilnya itu. "Kau tak apa sweety?" Tanya Leon begitu sampai di depan Fyth.
"Namaku Fyth om, bukan merk pampers," kata Fyth dengan muka imutnya, para pegawai yang mendengar jawaban absurd gadis lucu kepada CEO mereka sontak terkekeh geli.
Leon mengusap wajahnya kesal, ia baru tahu jika bicara dengan gadis tengil di depannya ini mampu membuatnya naik darah seketika. Sementara Davin mati-matian menahan tawanya agar tidak pecah.
__ADS_1
Ditatapnya semua pegawai dengan dingin satu persatu tanpa terkecuali. Dipa yang berada disamping Fyth sontak berbisik pelan, "Butuh popcorn untuk menonton adegan menakjubkan non?" Tawar Dipa dengan cengengesan, sungguh asisten ajaib.
"Kau fikir nonton bioskop, tapi boleh juga idemu." Davin yang mendengar bisikan keduanya sontak menggelengkan kepalanya. Sama saja rupanya, pikir Davin.
Semua pegawai yang mendapat tatapan mematikan dari Leon semakin menundukkan kepalanya. Leon mengarahkan pandangannya kepada resepsionis menor yang hampir berani menampar gadis tengilnya itu, jika saja ia tidak cepat datang.
"Kau, tahu siapa gadis yang hampir kau tampar itu?" Tanya Leon yang di jawab penuh percaya diri oleh Lisa. "Saya tahu pak, gadis murahan seperti dia pasti berniat untuk mendekati bapak dengan mengerahkan tubuhnya." Ucap Lisa dengan menatap Fyth sinis. Mendapat tatapan demikian Fyth justru membalas dengan tatapan mengejek. Semua pegawai mulai berbisik-bisik tentang Lisa yang berani berbicara demikian di depan CEO.
Seketika semua hening, seorang wanita paruh baya maju dengan penuh amarah saat mendengar ucapan Lisa yang menghina serta merendahkan putrinya. Fyth yang melihat mommy tercinta seketika berlari mendekat dan memeluknya.
"Mom disini?" Tanya Fyth tanpa melepas pelukannya di lengan Mommy Nathalie.
__ADS_1
"Jika Mommy tidak datang, bagaimana Mommy tahu jika ada pegawai kurang ajar yang berani merendahkan bahkan menghina putri seorang Pratama." Ucap Mommy Nathalie sinis tak lupa tatapan tajam matanya.
Mendengar kata Pratama membuat Lisa pucat pasi seketika, bahkan tidak berani mengangkat kepalanya sedikitpun. Kakinya gemetar, menyadari kebodohannya dalam berbicara.
"Mom, I'm okey. See, tubuhku utuh, tulang tak ada yang patah, wajahku masih imut pun." Kocak Fyth, disaat-saat menegangkan masih saja putrinya ini bercanda.
"Kau ini, ayo pulang." Mommy Nathalie menarik tangan Fyth meninggalkan perusahaan, namun sebelum itu Mommy Nathalie menatap Leon tajam. "Selesaikan atau Tante yang akan menyelesaikan dengan cara Tante sendiri." Leon menganggukkan kepala sebagai jawaban.
Ditariknya tangan Fyth keluar perusahaan, di ikuti Davin berjalan di belakang keduanya. Fyth hanya bisa pasrah saat Mommy Nathalie dengan muka kesal menggeret masuk ke dalam mobil. Hidupku kenapa hobby digeret-geret sih, gerutu Fyth kesal.
"Sudah diam, jangan berisik." Sembur Mommy Nathalie mendengar gerutuan putri nakalnya itu. Davin menghentikan langkahnya begitu sampai di samping mobil Mommy Nathalie lalu berpamitan untuk pulang menggunakan mobilnya sendiri.
__ADS_1