Se Anting

Se Anting
Bab 14


__ADS_3

Raffa tersenyum senang, akhirnya foto sudah berada di tangannya. Sekarang tinggal menemui calon mertuanya itu. Namun, sebelum itu Raffa harus bertemu sang adik tercinta untuk membantu melancarkan rencananya. Raffa yakin, hanya sang adik yang mampu membantunya nanti.


Tak lama terdengar suara pintu di ketuk dari luar. Raffa segera menaruh foto-foto itu ke dalam tas laptopnya.


" Masuk " ucap Raffa seraya membuka file di atas mejanya. Setelah mendengar perintah sang boss, Dimas segera masuk dengan terburu-buru. Raffa mengerutkan keningnya melihat asistennya yang seperti di kejar setan.


" Ada apa ? " Tanya Raffa heran yang melihat asistennya masuk dengan gelisah.


" Anu boss, itu boss... Em, anu.... " Dimas terdiam, ia bingung bagaimana cara menyampaikan kepada bossnya ini perihal calon nyonya Pratama di masa depan.


Raffa jengkel kepada asistennya ini, ditanya bukan jawab malah diam melamun. " Hey, kau mau gajimu ku potong 50% ya ? Ana anu ana anu. Cepat katakan yang sebenarnya " sembur Raffa akhirnya pada sang asisten.


Dimas yang mendengar gajinya terpotong 50%, sontak mengambil ponselnya dan menunjukkan ke sang boss hasil jepretan dari Beno. Orang yang di percaya menjaga calon nyonya Pratama, siapa lagi jika bukan Anila.


Raffa mengeraskan rahangnya begitu melihat foto dalam ponsel Dimas. Di dalam foto itu terlihat Anila dipeluk oleh seorang laki-laki. Dimas yang melihat bossnya hampir meledak segera menjelaskan kronologinya.


" Jadi dia mantan kekasih dari kucing nakal ? " Raffa tersenyum miring, " Cari tahu tentang lelaki itu Dim, sore ini datanya harus ada di mejaku. " Lanjutnya.


" Baik boss " Ucap Dimas seraya membungkukkan badannya sedikit dan segera undur diri.


" Mau bermain-main dengan seorang Raffandra rupanya. Dan kau kucing nakal, tunggu hukumanmu dariku " seraya tersenyum smirk.


" Aku harus menjalankan rencana ku segera, aku harus menemui si bontot dulu " Ujarnya lagi.


Raffa segera keluar dari ruangannya, tujuan saat ini adalah kampus sang adik.


🐿️🐿️


Davin menyugar rambutnya ke belakang, Besok malam acara perjamuan makan malam di mana ia akan bertemu dengan gadis yang akan di jodohkan dengannya.


Hatinya bingung memikirkan cara untuk menolak perjodohan ini, sementara hatinya sudah terlanjur mencintai gadis lain.


Davin bangkit dari ranjangnya, berjalan menuju balkon kamarnya yang menghadap langsung ke arah taman. Pikirannya melayang, mengingat kejadian di apartemen kembali bersama gadis tengilnya.


Flashback on

__ADS_1


" Ka... Kau... Ja... Jatuh cinta padaku ? " Tanya Fyth yang di jawab anggukan oleh Davin. " Bagaimana bisa ? " Lanjutnya.


" Tiada yang tidak mungkin bukan " Jawab Davin seraya tersenyum manis, lalu membisikan kata cinta di telinga Fyth.


" I love you gadis tengilku " ucap Davin mesra.


Fyth sontak bangkit berdiri, ia begitu terkejut mendengar pengakuan dari Davin. Dosen killer yang di anggap sebagai musuh ini mencintainya. Sekilas banyak keraguan menghampirinya, bagaimana jika ini hanya permainan ? Bagaimana jika pada akhirnya akan tersakiti ? Banyak pertanyaan muncul dalam benaknya.


Davin yang melihat Fyth berdiri sambil melamun, segera berdiri dan memeluknya dari belakang. " Apa yang kau pikirkan hem ? Tanya Davin.


" Aku hanya bingung dengan semua ini, bagaimana jika pada akhirnya kita akan saling melukai ? " Jawab Fyth seraya melepas pelukan Davin.


Fyth menghadap ke arah Davin, memperhatikan setiap inci wajah tampannya tanpa terlewati. Fyth merasakan jatungnya berdegub kencang saat bersama Davin. Ia sadar jika rasa telah tumbuh dalam hatinya. Namun, rasa bimbang menghantuinya.


Sedangkan Davin yang ditatap intens oleh Fyth, semakin mendekat untuk menatap wajah cantik pemilik hatinya kini. Davin sangat bahagia, inikah yang namanya cinta ? Davin mengangkat tangannya untuk membelai wajah Fyth. Perlahan Davin menunduk dan mengecup mesra kening Fyth. Andai waktu bisa berhenti...


Fyth memejamkan matanya, saat benda kenyal tak bertulang itu menyentuh keningnya. Fyth sadar jika hatinya sudah terpaut oleh insan sempurna di hadapannya kini. Namun, Fyth butuh waktu untuk menerima perasaan di hatinya.


Perlahan Davin melepaskan ciuman keningnya, Fyth mulai membuka matanya perlahan. Fyth memandang sejenak kedua mata indah Davin, mencoba menguatkan tekadnya untuk keputusan yang diambil.


" Baiklah... Aku juga baru merasakan hal ini dalam hatiku. Sungguh aku sangat mencintaimu Fyth. Aku akan memberikan waktu. Namun, jangan pergi ataupun menghindar dariku. Atau aku bisa gila tanpamu " Ujar Davin seraya memeluk erat tubuh Fyth seolah tak ingin melepaskannya.


" Baiklah, aku janji " Pasrah Fyth pada akhirnya seraya membalas pelukan Davin.


Flashback off


Davin menghembuskan nafasnya kasar, hatinya bertekad akan menolak perjodohan ini. Davin takkan sanggup hidup jika bukan bersama Fyth. Apapun resikonya akan ia tanggung asal bisa memiliki Fyth di sampingnya.


🐿️🐿️


Raffa yang sampai di depan kampus Fyth, segera menghubungi sang adik. Menurut Raffa, sudah tak ada waktu lagi untuk menunda rencananya.


Raffa mengumpat berkali-kali saat sambungan telponnya terhubung, namun tak kunjung terjawab. " Di mana bocah tengil ini " pikirnya.


Raffa beralih menghubungi John, bodyguard bayangan yang ia kirimkan guna menjaga sang adik.

__ADS_1


" Halo John, di mana nona muda-mu ? " Tanya Raffa to the point begitu sambungan terhubung.


" Lapor tuan muda, nona muda berada di butik bersama nyonya besar dan kedua temannya tuan " jawab John.


" Butik tante Feni ? " Tanya Raffa kembali.


" Benar tuan muda. " Raffa yang sudah mendengar jawaban dari sang bodyguard sontak memutuskan panggilannya. Sepertinya ia harus membicarakan hal ini malam nanti bersama sang adik. Raffa akhirnya memutuskan pulang menuju mansion utama.


Sementara di dalam butik, Fyth di buat pusing dengan omelan tante Feni. Bagaimana tidak, setiap kali akan berganti pakaian ada saja perintahnya yang harus ini harus itu. Jika bukan teman sang mommy sudah Fyth tendang ini tokonya. ( Ehh.... Gusur kali Fyth 🙈 )


" Tante, aku capek nggak mau lagi Tante " Rajuk Fyth untuk ke tiga kalinya.


" Astaga ini baru 6 baju dan kau sudah mengeluh, bagaimana mau jadi model hem ? Model itu harus kuat fisik buat gonta ganti pakaian nanti " omel tante Feni.


" Yang mau jadi model siapa sih tante, nggak ada ya cita-cita begitu dalam buku diaryku " kesal Fyth.


" Meskipun nggak ada, tetap aja belajar. Siapa tahu nanti kalo nikah malah berganti pakaian 10 baju atau lebih " ujar tante Feni kembali.


" Nikahku masih lama tante " sungut Fyth akhirnya.


Fyth yang kesal malah keluar dari ruang ganti menuju ke tempat mommy-nya. Ia tak menghiraukan teriakan tante Feni yang memanggilnya.


" Mom, aku mau pulang " Rajuk Fyth begitu sampai di depan mommy Nathalie.


" Ehh, kenapa sayang hem... " Bukan mommy Nathalie yang menjawab melainkan mommy Zilia.


" Tante Feni cerewet tante " rengek Fyth kepada mommy Zilia. Mendengar rengekan camannya mommy Zilia justru tersenyum lucu. Dalam benaknya berfikir, benar kata cabesnya tadi jika Fyth dan Feni bertemu pasti tingkahnya seperti kucing dan tikus.


" Emang kamu diapain sama tante Feni ? " Tanya mommy Nathalie akhirnya.


" Di cerewetin, di omelin, di judesin, di jutekin pula mom " ucap Fyth secara gamblang tanpa ia sadari tante Feni sudah berkacak pinggang di belakangnya.


Anila dan Indri yang melihat sontak menutup mulut agar tawanya tidak meledak. Sungguh konyol sekali pikir mereka.


Tante Feni yang mendengar ucapan Fyth sontak mengulurkan tangannya untuk menjewer telinga Fyth. Sungguh anak dari sahabatnya satu ini suka sekali menguji kesabarannya.

__ADS_1


Fyth yang di jewer telinganya sontak mengaduh kesakitan. Sedangkan yang lainnya justru tertawa terbahak-bahak melihat hal itu.


__ADS_2