Se Anting

Se Anting
Bab 83


__ADS_3

Hari berlalu, tibalah dimana pernikahan Tama akan diselenggarakan di hotel milik keluarga Davin. Ballroom hotel di sulap sedemikian rupa indahnya penuh kemewahan, hal ini sengaja di lakukan untuk memberikan pertunjukan terbaik yang tak terlupakan kepada mempelai wanita.


Disebuah kamar, terlihat Cynthia penuh binar kebahagiaan karena tujuannya akan segera tercapai. Gaun menjuntai indah serta glamor penuh permata telah terpasang di tubuhnya, tak lupa make up tebal semakin menambah daya cantiknya dan tentu saja akan membuatnya menjadi pusat perhatian.


Dengan penuh percaya diri Cynthia menatap dirinya di depan cermin, diputarnya tubuhnya ke kanan dan kiri guna mamastikan tak ada yang kurang dan tertinggal.


"Well, kau sangat cantik dan memukau Cynthia. Pasti kau akan menjadi pusat perhatian hari ini." Ucap Cynthia.


Tak berselang lama ponselnya berdering menampakkan nama Handoko, Cynthia berdecak kesal dan enggan menerima panggilan itu. Di lempar ponselnya ke arah ranjang begitu saja tanpa berniat meliriknya sedikitpun. Namun sayang, tetap saja ponselnya tak berhenti berdering dan itu membuat telinganya merasa terganggu.


Di gesernya tombol hijau setelah meraih ponselnya di atas ranjang, dengan nada ketus Cynthia menjawab panggilan Handoko. "Ada apa?"


"Kenapa lama sekali mengangkatnya? Ingat rencana kita, aku tak mau ada kata gagal." Hardik Handoko di ujung telepon.


"Tentu saja, namun jika kau menghubungi diriku sekarang justru itu akan menggagalkan rencana kita." Ucap Cynthia kesal karena ayah angkatnya ini selalu saja membuatnya emosi.

__ADS_1


"Hm, ingat jaga dirimu baik-baik. Aku tidak mau terjadi apapun pada anakku yang berada dalam kandungan mu."


"Aku tahu, tak mungkin aku mencelakakan benih kita ini." Ucap Cynthia dengan mengusap perutnya.


"Baiklah, aku matikan dulu. Dah sayang, ranjangku merindukan kehangatan mu." Setelah mengatakan demikian Handoko memutuskan sambungan teleponnya.


"Nakal," gumam Cynthia dengan penuh seringai tanpa menyadari jika ponselnya telah di sadap bahkan semua percakapannya telah terekam.


Di lain tempat, Vania tengah di rias oleh Tante Feni tak lupa Fyth juga ikut merias diri. Entah mengapa Vania merasa gugup saat ini, bahkan telapak tangannya terasa dingin. Tante Feni yang menyadari hal itu sontak melihat ke arah Vania, dengan lembut Tante Feni mengusap punggung Vania guna memberikan kekuatan. Tante Feni sendiri sudah mendengar ceritanya dari si tengil, tentang siapa Vania dan apa saja yang telah di laluinya. Sungguh Tante Feni merasa iba melihat Vania,


"Tenanglah, kau pasti bisa mengatasi apapun yang terjadi nanti. Kau tak perlu takut, karena ada si tengil yang akan membantumu. Kau tidak lihat, dia sedang mengisi tenaga untuk menghajar sahabat mu yang tak tahu diri itu." Kata Tante Feni seraya menunjuk Fyth dengan dagunya yang sedang asyik memakan camilannya di sofa, usai di rias.


*


*

__ADS_1


*


Kini Tama sudah duduk di depan penghulu beserta wali hakim karena Cynthia mengaku jika ia sebatang kara dan tak memiliki saudara. Papa Bima yang duduk disamping Tama sebagai saksi hanya menampakkan ekspresi datar tanpa gurat senyum sedikitpun.


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan, sehingga acara akan segera di mulai. Penghulu meminta agar mempelai wanita di bawa masuk dan duduk di sebelah mempelai pria. Begitu mempelai wanita memasuki ballroom, terdengar banyak bisik-bisik para tamu undangan yang mencibir penampilan sang pengantin wanita karena terkesan berlebihan.


Bahkan Mommy Nathalie dan Mama Alysa menatap malas ke arah Cynthia yang di gandeng masuk oleh Mama Rania. Begitu Cynthia duduk disamping Tama, acara akad segera di mulai. Tama yang sudah berjabat tangan dengan wali hakim hendak ijab kabul harus di urungkan saat terdengar suara lantang Fyth yang menghentikannya.


"Tunggu!"


Langkah anggun serta penampilan Fyth begitu menghipnotis semua para tamu undangan termasuk Davin. Dengan ekspresi datar tanpa senyum, Fyth mendekat ke arah Tama dan Cynthia. Ditariknya Cynthia untuk bangun dari duduknya lalu menyeretnya ke tengah aula.


Semua para tamu undangan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, sedangkan Cynthia mengepalkan tangannya saat acara pernikahannya tergangu oleh perbuatan Fyth. Dengan menggeram penuh amarah, Cynthia berteriak di depan Fyth. "Beraninya kau menghentikan pernikahanku, jal*ng."


Hening,

__ADS_1


Terlihat semua para tamu menahan nafas masing-masing saat melihat berlian Pratama di hina dengan sebutan yang tak pantas. Sontak tamu undangan wanita berbisik-bisik melihat perilaku tak sopan Cynthia. Bahkan Mommy Nathalie mengeratkan rahangnya melihat sang putri di hina demikian. Baru saja Mommy Nathalie akan melabrak Cynthia namun terlambat saat seseorang datang dan menampar Cynthia dengan keras.


Plak!!


__ADS_2