Se Anting

Se Anting
Bab 6


__ADS_3

Siang itu, Raffa yang sudah berjanji untuk bertemu dan berkumpul dengan Davin harus diurungkannya. Investor perusahaan dari negara S datang untuk meeting bersama. Pihak mereka mengajukan jadwal meeting mendadak karena minggu depan harus bertolak menuju negara J. Mau tak mau Raffa harus menyetujuinya.


Raffa yang telah sampai direstoran tempatnya meeting segera turun dari mobilnya dengan terburu-buru, dirinya tak sempat memperhatikan jalan. Dari arah depan seorang gadis sibuk mencari-cari kunci mobilnya seraya berjalan mundur. Hingga.....


Bruk....


" Ahh...." Sang gadis memejamkan matanya, dipikirnya dia telah jatuh tapi entah mengapa dia tak merasakan sakit. Saat membuka matanya, betapa tertegunnya sang gadis melihat wajah rupawan orang yang telah menolongnya. Secara spontan, sang gadis malah memegang pipinya seraya berkata " Sangat tampan ".


Raffa mengerutkan keningnya, ada apa dengan gadis yang ditolongnya ini. Namun tak dapat dipungkiri jika Raffa mulai tertarik dengan sang gadis. Tak hanya parasnya yang cantik, suaranya juga lembut sekali saat dia berbicara.


Untuk sesaat mereka saling pandang dan saling mengagumi masing-masing, hingga suara klakson motor yang keras membuat mereka tersadar. Segera mereka melepaskan diri masing-masing.


" Anda tidak apa-apa nona ? " Tanya Raffa pada sang gadis.


" Tidak tuan, terimakasih telah menolong saya dan maaf sudah menabrak anda " jawab sang gadis.


" Tidak nona, ini salah saya juga yang kurang memperhatikan jalan " kata Raffa.


" Kita berdua yang salah bukan " ucap sang gadis seraya terkekeh.


Raffa yang hendak menjawab pun ia urungkan niatnya, saat melihat sang gadis dipanggil oleh seorang wanita paruh baya. Jika tebakan Raffa tidak salah, mungkin itu ibunya.


Sang gadis segera berpamitan dan pergi dari hadapan Raffa yang di jawab anggukan oleh Raffa. Diam mematung sembari menatap punggung sang gadis hingga menghilang dari pandangannya, inilah yang dialami Raffa untuk pertama kali dalam hidupnya. Entah mengapa hatinya seolah tak rela sang gadis pergi.


Raffa yang cukup penasaran, segera menghubungi asisten pribadinya untuk mencari tahu siapa sosok gadis yang telah merenggut perhatiannya itu.


" Carikan informasi seorang gadis untukku, cek cctv restoran xx. Tepatnya parkiran, aku ingin infonya sore ini sudah ada di atas mejaku " perintah Raffa tak terbantahkan.


" Baik tuan muda " jawab Dimas, asisten sekaligus tangan kanan Raffa.


🌺🌺

__ADS_1


Dikediaman Anggara, Indri dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang baru dikenalnya tadi pagi. Dalam benak Indri bertanya, bagaimana mungkin dia bisa tahu rumahnya.


Ingin rasanya Indri bertanya secara langsung, namun segera diurungkannya saat melihat papi dan maminya berbincang dengan bahagianya. Indri merasa heran, kenapa papi dan maminya sangat antusias sekali pada lelaki itu.


Indri yang tak ingin mengganggu lebih memilih menaiki tangga menuju kamarnya. Tubuhnya yang lelah sudah menanti untuk terendam ke dalam bathtub.


Indri melepas semua pakaiannya tanpa terkecuali dan segera masuk kedalam kamar mandi.


” Ini baru kebahagiaan yang hakiki " Ucapnya sembari memejamkan mata untuk menikmati wangi aroma terapinya.


Sementara diruang tamu, Tama yang mudah humble kepada semua orang, tidak segan lagi kepada kedua orang tua Indri. Bahkan orang tua Indri yang tahu jika Tama sepupu dari Fyth, ' si bontot tengil ' menjadi sangat antusias sekali.


Tama sekarang mengerti, kenapa Fyth sepupunya itu menyuruhnya untuk mendekati orang tua Indri terlebih dahulu. Ternyata sepupunya itu secara tidak langsung memberikan kesempatan untuknya dekat dengan calon mertuanya. Eh, calon mertua...


Tama yang begitu penasaran dengan sosok Indri, tanpa ragu lagi menanyakan tentang Indri. Mulai dari makanan kesukaan, hobi, dan lainnya. Meski awalnya harus menjual nama sepupunya sebagai tameng.


" Om, tante kalo saya boleh tahu, apa makanan kesukaan Indri ? Sebenarya saya sudah diberitahu bontot... Eh, maksud saya Fyth. Namun saya hanya ingin memastikannya sendiri kebenarannya " Ujar Tama yang mulai mengorek tentang Indri.


" Jika hobinya Tante ? " Lanjut Tama.


" Apa ya, Tante rasa Indri suka dengan membaca nak " kata tante Annete kepada Tama.


" Dan dia pandai menggombal nak " sahut papi Daniel seraya tertawa. Tama tersenyum, " Pasangan yang cocok untukku. Jika aku hobby merayu dan dia menggombal, kami akan menjadi pasangan yang serasi sekali pasti " monolog Tama dalam hati. Tama melihat jam tangannya, sudah hampir sore rupanya. Tama segera berpamitan kepada kedua orang tua Indri dan tak lupa menitipkan salam untuk Indri juga.


" Baik Tante, om.. kalau begitu saya permisi dulu harus segera kembali ke kantor dan salam untuk Indri juga jika nanti dia sudah kembali tante, om " Ujar Tama seraya berdiri dari duduknya yang diikuti oleh papi Daniel dan mami Annete. Tama tidak tahu saja jika wanita yang ditunggunya sudah pulang dan asyik berendam di dalam bathtub.


" Sering-seringlah main kemari bersama bontot dan katakan mami suka sekali kadonya " kata mami Annete kepada Tama. Mendengar hal itu, sontak hati Tama senang bukan main.


" Siap Tante " jawab Tama sumringah. Papi Daniel yang melihat ekpresi Tama pun tersenyum tipis.


" Hati-hati Tam " kata papi Daniel, yang dibalas anggukan oleh Tama. Senyum Tama terus mengembang, rupanya metode menjual nama sepupunya yang mengirimkan kado tidak sia-sia.

__ADS_1


Flashback on


Setelah kepergian Anila dan Indri ke dalam kampus, Fyth yang masih anteng bersandar di mobil Tama pun buka suara.


" Tim, lue naksir sama sohib gue ya, Indri " tanya Fyth seraya menelisik wajah Tama.


Tama yang salah tingkah pun mengusap wajah Fyth dengan telapak tangannya, seraya berkata " Kepo amat.... ".


Sontak Fyth mengerucutkan bibirnya. Melihat sepupunya yang cemberut, Tama terkekeh. " Dia udah punya pacar belom tobar " tanya Tama.


" Belum " jawab Fyth singkat sembari sibuk membuka permen lollipop-nya.


" Kalo gue lamar dia gimana ? " Lanjut Tama.


" Bagus " Fyth akhirnya berhasil membuka bungkus permennya. Namun Tama salah tangkap, dikiranya idenya melamar Indri hal yang bagus.


" Beneran ? " Tanya Tama sekali lagi.


" Apanya ? " Jawab Fyth dengan kebingungan. Tama yang tersadar jika dikacangin sepupunya sontak menepuk keningnya.


" Nggak jadi, bantuin gue deketin Indri " kata Tama to the point.


" Boleh, tapi gue punya tantangan ke lue. Kalo lue berhasil, gue yang bakal jadi Mak comblang kalian " ujar Fyth seraya memasukkan permenny ke dalam mulutnya.


" Tantangan ?? Jangan aneh-aneh" cecar Tama. Fyth hanya menaikkan kedua bahunya acuh.


" Deketin orang tua Indri, kalo om Daniel dan tante Annete welcome sama lue... Gue yang bakal maju buat dekatkan kalian. Gimana ? " Tantang Fyth.


" Oke, tapi caranya ? " Bingung Tama.


" Pikir sendiri " ucap Fyth seraya berjalan ke arah kampusnya. Tama terbengong begitu mendengar jawaban sepupu tengilnya itu. Andai bukan di kampus sudah di cekik sepupu bandelnya itu. Tama masuk ke dalam mobilnya sambil menggerutu, kemudian melajukan mobilnya meninggalkan kampus.

__ADS_1


Flashback off


__ADS_2