Se Anting

Se Anting
Bab 17


__ADS_3

Semetara di ballroom suasana menjadi ricuh saat Raffa menyatakan lamarannya kepada Anila di depan semua orang.


" Mungkin aku belum mengenalmu lama, begitupun dengan dirimu. Namun aku percaya bahwa cinta telah hadir dalam hatiku. Berjalanlah bersamaku dan tetap berada di sampingku, sebagai nyonya Pratama. Aku tak bisa menjanjikan apapun, namun aku akan membuktikan semua upayaku dalam membahagiakanmu.


Anila Floresyia Nugraha, will you marry me ? " Tanya Raffa dengan berlutut dan mengeluarkan cincin dalam sakunya.


Sungguh lamaran dadakan itu membuat heboh semua orang. Bagaimana tidak, baru saja mereka mengetahui seperti apa rupa pewaris keluarga Pratama. Kini mereka semua kembali di kejutkan dengan acara lamaran dadakan yang tertuju pada putri keluarga Nugraha.


Sungguh Anila tak menyangka akan mendapat lamaran mendadak seperti ini. Namun mengingat permintaan Fyth kepadanya dan janji yang telah di ucapkan kepada Fyth membuatnya bimbang sekaligus takut.


Flashback on


Fyth berjalan santai menuju meja Anila berada. Banyak pasang mata yang melihatnya, termasuk Davin sendiri. Namun Fyth yang cuek tidak mengindahkannya, Fyth lebih memilih berjalan lurus menuju tempat tujuannya.


" Selamat malam papa Abbas yang tampan dan mommy Alysa yang super cantik " sapa Fyth seraya mencium pipi mama Alysa.


" Malam bontot sayangnya mama " sapa kembali mama Alysa seraya mengelus rambut Fyth.


Fyth mengalihkan pandangannya menuju Anila, Fyth memandang Anila dengan tatapan yang sulit diartikan. Tak lama Fyth berpamitan seraya mengajak Anila menuju toilet.


Sesampai di toilet Fyth segera berlutut di depan Anila dan memulai dramanya. Tak lupa Fyth mengeluarkan air mata buayanya untuk mendalami aktingnya.


" Bruk.... Nil, gue gak tahu mesti minta tolong ke siapa. Please tolong bantu buat nyelamatin reputasi keluarga gue Nil. Cuma lue satu-satunya harapan gue Nil. Gue mohon " ucap Fyth seraya menangis tersedu-sedu.


Anila begitu terkejut saat melihat sahabatnya ini tiba-tiba bersimpuh di depannya. Anila tak tega melihatnya, Anila ikut berjongkok seraya memeluk Fyth.


" Hay, jelaskan dulu ada apa sebenarnya. Lue mau gue ngelakuin apa buat lue, kalo gue bisa pasti gue tolongin " kata Anila yang mulai terpancing drama Fyth.


Fyth yang mendengar ucapan Anila, sontak bersorak dalam hatinya. " Lue harus bayar gue mahal kak Raffa. Demi lue gue rela bersimpuh kayak gini. Ehh, demi Lamborghini metalic deh. Lihat aja gue palak lebih ntar " monolog Fyth dalam hatinya.

__ADS_1


" Janji lue bakalan bantuin gue kan Nil ? " Tanya Fyth dengan deraian air mata membasahi pipinya.


" Iya gue janji. Gue pasti bantuin lue okey " janji Anila. " Udah jangan nangis lagi, muka lue jadi merah tuh. Demam lue kambuh ntar " ujar Anila seraya menghapus air mata Fyth.


Fyth yang mendengar ucapan Anila beserta janjinya bersorak senang dalam hatinya. " Misi selesai " ucapnya pelan seraya memeluk Anila.


Flashback off


Anila menatap semua orang termasuk kedua orangtuanya, ditatapnya lama mama dan papanya. Papa Abbas dan mama Alysa yang mendapat tatapan dari Anila, menganggukkan kepalanya tanda jika mereka menerima lamaran itu.


Pandangan Anila beralih menuju Raffa. Dengan menghembuskan nafasnya perlahan, Anila mengulurkan jemari tangannya seraya berkata " yes, I will "


Sontak gemuruh tepuk tangan membanjiri ballroom, daddy Barack dan mommy Nathalie yang melihat lamaran anaknya diterima segera mendekat ke arah besannya seraya memberikan selamat masing-masing.


" Selamat cabes, saya pikir putri anda akan menolak lamaran ini " ucap daddy Barack seraya menjabat tangan tuan Abbas, papa Anila.


Daddy Barack cukup terkejut mendengar ucapan tuan Abbas. Lalu bagaimana mungkin Anila bisa menerima dengan mudah, pasti ulah putranya yang bekerjasama dengan adik bandelnya itu. Pikir daddy Barack.


" Selamat jeng Al, akhirnya kita bakal jadi besan " ucap mommy Nathalie kepada mama Alysa.


" Selamat ya jeng " sahut mommy Zilia, mommy Davin.


" Terimakasih jeng Nath dan jeng Zi, saya dengar bontot juga akan menjadi menantu jeng Zi ? " Tanya mama Alysa yang begitu penasaran.


" Iya jeng, saya mau jodohin si bontot sama anak jeng Zi. Saya merasa mereka akan menjadi pasangan yang serasi jeng " ujar mommy Nathalie seraya tersenyum sumringah.


" Saya rasa juga begitu jeng " sahut mommy Annete yang ikut berkumpul dengan para sahabat sosialitanya ini.


" Eh, jeng Anne, Apa kabar jeng ? " Tanya mommy Nathalie seraya cipika cipiki dengan mami Annete, begitupun yang lainnya.

__ADS_1


" Baik jeng, dan sepertinya kita semua akan sering berkumpul begini jeng. Coba jeng lihat di meja pojokan sana jeng " tunjuk mami Annete ke arah Tama dan Indri berada. " Saya rasa kita akan mengadakan pesta besar-besaran dan berturut-turut nanti " lanjut mami Annete seraya terkekeh.


" Astaga itu Indri sama ponakan jeng Nath kan itu ? " Tanya mama Alysa.


" Iya bener jeng, rupanya si Timi gercep juga ya jeng " kata mommy Nathalie seraya tertawa dan di ikuti yang lainnya.


Kita kembali menuju taman...


Fyth yang merasa sesak akan pelukan Davin memcoba melepaskannya, namun Davin semakin mengeratkan pelukannya. Fyth yang terlampau kesal segera membenturkan kepalanya ke dagu Davin.


" Dukh... " Sontak pelukan Davin terlepas dengan di iringi suara ringisan dari Davin.


" Auh... Sakit sayang " ucap Davin seraya memegang dagunya.


" Rasain, siapa suruh main peluk. Mana pelukan kenceng lagi, lagian kita belum ada hubungan apa-apa. Aku juga belum memberikan jawaban bukan, lagian aku juga udah di jodohkan sama cowok tampan. Kata mommy ku " ucap Fyth seraya mengelus kepalanya yang sedikit ngilu.


Davin yang mendengar ucapan Fyth sontak melipat tangannya di dada, lalu berjalan mendekat ke arah Fyth.


" Coba katakan sekali lagi " ucap Davin penuh penekanan.


" Aku bilang kita gak ada hubungan apa-apa, aku belum kasih kamu jawaban. Lagian aku juga udah di jodohkan, dan memang aku belum tahu seperti apa rupa calon suamiku. Namun aku gak mau jika nanti dia tahu aku dalam pelukan lelaki lain apa yang akan dipikirkannya ? " Papar Fyth panjang lebar.


" Lalu ? Kau menerima perjodohan itu ? " Tanya Davin semakin mendekatkan dirinya ke arah Fyth.


" Tentu tidak, biar dia tampan sekali pun aku belum tahu dan mengenalnya. Bagaimana jika dia lelaki gendut perut buncit, pasti tak akan kuat menggendongku nanti kan ". Sontak Davin yang mendengar ucapan calon istrinya tentang penilaian dirinya membulatkan matanya. Davin yang gemas akhirnya menarik tengkuk Fyth yang notabene nya calon istri masa depannya.


Davin meraih pinggang Fyth, seraya memperdalam ciumannya, hingga suara seorang wanita menghentikan segalanya.


" Davin.......

__ADS_1


__ADS_2