
Awalnya Vania ragu untuk masuk ke dalam ballroom, apalagi dirinya saat ini dilanda kegugupan hingga keringat dingin menyerangnya. Namun, dirinya ingat perkataan Fyth kalau harus menghentikan acara pernikahan Tama dengan Cynthia. Bahkan Fyth rela membawanya dari jauh agar bisa menggagalkan rencana Cynthia terhadap keluarganya.
Saat tiba di depan pintu ballroom, Vania di buat terkejut mendengar teriakan seseorang yang mengatakan jal*ng ke arah Fyth dan sayangnya Vania mengenali suara itu. Dengan penuh amarah Vania menghampiri wanita itu, yang tak lain adalah Cynthia, mantan sahabatnya. Ya, kini Vania telah menganggap persahabatan mereka berakhir karena semua luka pengkhianatan yang di lakukan oleh Cynthia kepadanya. Vania mengangkat tangannya begitu disamping Cynthia dan melayangkan satu tamparan yang cukup keras di pipinya.
Plak!!
Panas, itulah yang dirasakan Cynthia saat ini pada pipinya. Dalam hatinya mengumpat siapa orang yang berani menamparnya sekeras ini. Cynthia yang hendak memaki orang tersebut sontak tercekat serta tubuhnya bergetar.
"Va... Vania..." Ucap Vania terbata karena cukup terkejut.
"KAU TERKEJUT SAHABATKU?" ucap Vania penuh penekanan.
Melihat kegugupan di wajah Cynthia sontak saja membuat Fyth tersenyum tipis. Rupanya drama akan segera dimulai, ah maksudnya telah dimulai.
"Vania, mengapa kau di sini? Apakah kau ingin menghancurkan pernikahanku dan merebut calon suamiku?" Ucap Cynthia dengan memasang tampang sedih dan kecewanya seolah menjadi orang yang tersakiti.
Hanya senyum sinis yang keluar dari bibir Vania, namun Vania tetap diam, ia ingin tahu sejauh apa mantan sahabatnya ini akan bertahan.
__ADS_1
Sedangkan semua orang nampak terkejut dengan kehadiran seorang wanita yang berpakaian pengantin penuh amarah, dalam benak mereka bertanya-tanya ada apa ini sebenarnya. Begitupun Mama Rania dan Papa Bima yang berdiri mamatung di samping tanpa berniat ikut campur. Sementara Tama yang kebingungan akhirnya membuka suara, "Ada apa ini sebenarnya?"
Mendengar suara Tama tentu saja Cynthia berniat mendekat namun sayang terlambat, karena Anila dan Indri sudah berdiri di depan Tama untuk menghadang. Tak akan keduanya berikan sedikitpun celah bagi Cynthia untuk menghasut dan mencari perlindungan dari Tama, itulah pikiran Anila dan Indri.
Kedua tangan Cynthia mengepal melihat hal itu, rencana yang sebentar lagi akan berhasil harus terhenti begini saja. Apalagi kehadiran Vania membuat rahasianya terancam jika sampai Vania membuka mulutnya. Cynthia mencoba memutar otak mencari cara untuk bisa mendekat ke arah Tama. Sementara Fyth menghampiri Vania dan membawanya duduk dekat Mommy Nathalie berada.
Prok... Prok... Prok...
Suara tepuk tangan mengalihkan atensi semua orang, Raffa mendekat menatap tajam Cynthia. Ia cukup muak sudah dengan semua ini, setelah mendengar dari anak buahnya yang berhasil mengamankan Handoko. Raffa segera ingin menyelesaikan dan mengakhiri semua drama ini.
"Kita akhiri saja sampai disini." Ucap Raffa dengan memberi kode Leon untuk memulai pertunjukan dan tentu saja Leon yang mengerti kode Raffa segera menganggukkan kepalanya lalu mengirimkan sinyal kepada anak buahnya untuk memutar rekaman yang sudah ia persiapkan.
Wajah Cynthia memucat mendapati pembicaraannya bersama Handoko terungkap, bahkan tubuhnya kini gemetar memikirkan nasib kedepannya akan berakhir seperti apa. Rencana yang sudah di susun rapi olehnya dan Handoko dalam sekejap mata terbongkar. Ia yakin setelah ini hidupnya akan berakhir tragis.
Begitupun rekaman berakhir, Mama Rania beranjak mendekati Cynthia lalu melayangkan tamparan hingga membuat dirinya sedikit terhuyung. "Wanita ular, beraninya kau mempermainkan putraku dan juga keluargaku. Dasar tidak tahu diri, brengs*k" maki Mama Rania sembari menarik rambut Cynthia dengan keras.
Mendapat perlakuan demikian membuat Cynthia tak terima, lalu mendorong Mama Rania kasar sampai tarikan di rambutnya terlepas. "Kau pikir siapa dirimu wanita tua sial*an, kalian hanya sekelompok keluarga bajing*n. Karena kalian membuat ayahku bangkrut hingga kami harus hidup susah." Teriaknya.
__ADS_1
"Cih, ayah sekaligus bapak dari jabang bayi, iya." Cibir Fyth.
Cynthia menatap Fyth penuh benci, mendengar cibiran keluar dari mulut pedasnya mampu membangkitkan emosi dalam dirinya. "Diam kau jal*ng, semua ini tak akan terjadi jika bukan karena mu. Aku bunuh kau," Cynthia berlari ke arah Fyth, namun belum sempat terjangkau, Anak buah Daddy Barack sudah meringkusnya.
"Lepaskan aku, brengs*k. Ku bunuh kalian semua," maki Cynthia tak terima.
"CUKUP!" teriak Vania yang sudah tak sanggup lagi melihat tingkah Cynthia.
"Kenapa? Kau juga sama jal*ngnya dengan dia. Jika bukan karena kemunculan mu, aku pasti sudah menjadi Nyonya Sinaga. Dasar pembawa si*l" teriak Cynthia kembali.
"Mengapa kau melakukan ini Cynthia, apa salahku padamu? Mengapa kau melakukan ini? Aku sahabat mu," Tangis Vania pecah begitu mendengar ucapan kasar dari Cynthia.
"Kau mau tahu hah, aku Cynthia Arabella tidak pernah menganggap mu sahabat. Sedikitpun tidak pernah, kau ingin tahu kenapa? Karena aku membencimu. Sangat membenci semua keberuntungan yang ada pada dirimu. Aku membencimu seumur hidupku, Vania." Ucap Cynthia penuh kilatan kebencian dan dendam di matanya, membuat Vania menggelengkan kepalanya tidak percaya mendengar penuturan Cynthia padanya.
"Well, pertunjukan belum usai. Mari kita lanjutkan," sela Fyth yang mulai jengah dengan suasana yang terjadi. "Sayang," kode Fyth pada Davin agar membawa masuk tamu special yang sudah ditunggu semua orang.
Pandangan seluruh orang mengarah pada pintu masuk saat melihat pria berbadan kekar tengah menyeret seseorang, dimana wajah orang itu sudah babak belur. Pria itu di bawa masuk dengan kondisi tangan terikat kebelakang.
__ADS_1
Bruk!
"Long time no see, brother!" Ucap seorang pria dengan datar.