Se Anting

Se Anting
Bab 63


__ADS_3

Dengan semangat membara, Fyth menuruni anak tangga penuh keceriaan. Senyumnya tak lepas dari pandangan Mommy Nathalie dan Daddy Barack. Bahkan keduanya ikut bahagia melihat tingkah putrinya yang konyol.


Di anak tangga terakhir Fyth membelokkan langkahnya menuju kamar tamu untuk membangunkan Davin dan juga Tama. Semalam Davin tidak pulang, ia menginap di mansion Pratama atas perintah Daddy Barack. Begitu sampai didepan kamar tamu, Fyth dengan isengnya menggedor-gedor pintu tak sabaran.


Duk.. duk.. duk...


"Bangun, bangun, bangun." Iseng Fyth. "Kalo nggak bangun, dalam hitungan ke tiga aku masuk nih," ancamnya seraya terkekeh.


Tanpa di sadari Fyth, telah berdiri Raffa di belakangnya dengan berkacak pinggang. Melihat tingkah tengilnya membuat rasa gemas tersendiri. Perlahan Raffa mendekat seraya menarik telinga adiknya saat akan membuka pintu kamar.


"Mau ngapain?" Tanya Raffa dengan posisi jemari tangannya nangkring cantik di telinga Fyth.


"Aduh, aduh, aduh kak, sakit kak. Lepasin kakak," Fyth mengadu merasakan panas pada telinganya yang di jewer Raffa.


"Salah sendiri, ngapain masuk kamar cowok hah?" hardik Raffa seraya melepas jeweran.


"Ck!, Aku mau bangunin mereka kakak."


"Gak ada bangun-bangunin, ntar juga bangun sendiri,"

__ADS_1


"Kakak nggak lupakan kalo hari ini bakal fitting baju pengantin?"


Mendengar ucapan Fyth sontak Raffa menepuk keningnya, benar ia hampir saja lupa, "Nggak dong, masa kakak lupa." Bohong Raffa.


"Bagus deh, ya udah kakak aja yang bangunin mereka kalo gitu. Aku mau ke meja makan." Tanpa menunggu jawaban Raffa, si tengil telah berlari menuju meja makan. Sedangkan Raffa di buat menganga oleh adiknya, seorang Raffandra kembali di perintah. Raffa menggeram kesal, "Fyth....!" Teriak Raffa menggema.


Sang empu justru cekikikan di meja makan dengan menyuap nasi ke dalam mulutnya. Dapat Fyth bayangkan wajah kesal kakaknya saat ini. Daddy Barack dan Mommy Nathalie hanya menggelengkan kepala melihat tingkah tengil putri bungsunya itu.


*


*


*


Di dalam mobil sudah seperti radio kehilangan chanel, karena Fyth dan Tama selalu saja bertengkar bahkan mengalahkan suara musik yang tengah di putar Davin. Entah apa yang mereka berdua ributkan, Davin sampai menggelengkan kepala mendengarnya.


"Mana ada? Lue ya timi, harusnya tahu kalo nggak suka itu bilang bukan di simpan taruh di freezer. Kan jadi beku." Sungut Fyth.


"Itukan hak gue bontot, lagian kalo nggak gitu mana gue puas sih." Balas Tama tak mau kalah.

__ADS_1


"Lue nya aja yang kebangetan, jadi susah kan!"


"Ah, cemen lue bontot," ejek Tama.


"Enak aja, gorila juga gak bakal kuat kali." bela Fyth tak terima dengan ejekan Tama.


"Tanda gorilanya lemah itu,"


"Pokoknya lue yang salah."


"Nggak bisa, lue nya aja yang cemen."


Baru Fyth akan membalas ucapan Tama, suara Davin menghentikannya, "Stop!, Kalian ini bahas apa sih? Bawa-bawa gorila segala," tanya Davin penasaran.


Yang ditanyai bukan menjawab justru tertawa terbahak-bahak, melihat wajah penasaran Davin membuat Fyth dan Tama tak kuasa menahan tawanya.


"Sayang, kita lagi bahas ikan." Jawab Fyth di sela tawanya.


"Ikan?" Beo Davin semakin bingung. Tama semakin terbahak menatap wajah cengo Davin yang duduk disampingnya.

__ADS_1


__ADS_2