Se Anting

Se Anting
Bab 89


__ADS_3

Bibir mungil Fyth mengerucut saat kencannya harus berantakan dengan adanya dua makhluk menyebalkan yang terus mengikuti kemana langkahnya dan Davin. Sudah berulang kali Fyth meminta agar jalan masing-masing, namun keduanya menolak dengan alibi menjaga calon pengantin belum halal berbuat mesum. Memang dasar, kakak dan sahabat kejam yang tak pernah mengerti situasi. Ayolah, lusa mereka sudah harus di pingit, bayangkan tak bertemu hingga hari pernikahan tiba. Astaga,


Sementara Davin berjalan santai, ia terlalu malas mengurusi tingkah ikan lele dan pasangannya itu. Yang terpenting untuknya saat ini adalah menghabiskan waktu berdua dengan calon istrinya sebelum masa pingitan berlaku. Bahkan dengan jahilnya Davin memeluk pinggang Fyth dengan posesif dan tak segan memperlihatkan kemesraan keduanya agar ikan lele dan pasangannya memilih kencan sendiri. Namun sayang, hal tersebut tak membuat Leon dan Indri terpancing. Dibanding melihat kemesraan pasangan bucin, keduanya lebih ngeri jika mendapat amukan membahana dari Mommy Nathalie si suara emas.


"Sayang, ku dengar perusahaan saat ini di pegang Daddy Evan sementara waktu?" Tanya Fyth kepada Davin.


"Untuk sementara, setelah itu aku akan ambil alih kembali begitu kita selesai honeymoon nanti." Ucap Davin seraya mengeratkan pelukan tangannya di pinggang Fyth saat melihat beberapa pria menatap ke arah calon istrinya itu. Hati dan raganya tak rela, hanya dia seorang yang boleh menikmati kecantikan calon istrinya tidak dengan yang lain.


"Honeymoon? Benarkah?" Fyth begitu antusias ketika mendengar kata honeymoon. Sungguh Fyth bermimpi jika nanti ia pergi honeymoon dengan pasangannya maka Maldives adalah pilihannya. Sungguh membayangkan saja membuat hatinya berdebar-debar dan tak sabar.


"Tentu yank, em... Sayang lain kali jika kau keluar pakailah masker wajah." Pinta Davin dengan lembut.


Mendengar permintaan Davin yang tiba-tiba menyuruhnya memakai masker membuat keningnya seketika berkerut, "Ada apa?" Heran Fyth menatap tingkah Davin.


"Aku cemburu," ucap Davin seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Cemburu," beo Fyth.


"Aku tak suka jika pria lain melihat kecantikanmu, hanya aku yang boleh melihatnya serta menikmatinya." Ucap Davin jujur dengan merengek.


Sedangkan kedua makhluk yang selalu mengikuti keduanya sontak memutar bola matanya malas, sungguh menggelikan batin keduanya.


"Apa kalian tidak bisa bersikap normal?" Sahut Indri yang mulai lelah mengikuti kedua pasangan calon pengantin itu. Bagaimana tidak, jika keduanya hanya berputar-putar tak jelas di dalam mall. Sontak pandangan Fyth dan Davin mengarah ke belakang, nampak Indri mengerucutkan bibirnya kesal. Sementara Leon si ikan lele malah asyik menggenggam jemari Indri seraya memainkan cincin yang terpasang di jari manis Indri. Seolah mengatakan kami telah bertunangan, dan akan segera menyusul kalian.


Tunggu!

__ADS_1


Cincin di jari manis? Oh rupanya si tengil ketinggalan berita. Sejak kapan jari manis Indri sebelah kiri terpasang sebuah cincin. Dengan menyipitkan matanya, Fyth melangkah ke arah Indri secepat kilat di ikuti Davin dari arah belakang. Fyth meraih tangan kiri Indri seraya tersenyum jahil, "Cie yang udah di ikat besi, bentar lagi ngikutin jejak nih." Ledek Fyth dengan mengangkat jemari Indri di depannya.


Tentu saja hal itu membuat Indri tersenyum malu-malu, karena memang Leon telah melamarnya semalam. Leon datang ke rumahnya bersama Mommy Lea dan asistennya. Jika sikap Indri malu-malu, justru Leon bersikap cengengesan. Ia lupa tak memberitahu Genk Kiwil-kiwil tentang rencana lamaran semalam.


"Parah lue bro! Kita-kita nggak ada yang di kasih tahu. Kalo Raffa dan Tama tahu, abis lue sama mereka." Ejek Davin mencoba menakuti Leon.


"Sorry bro, dadakan macam tahu bulat lima ratusan." Ucap Leon seraya terkekeh.


"Lagian yank, gimana kak Raf sama Timi mau habisin. Orang yang satu lagi honeymoon, satunya lagi minggat ke luar negeri." Ucap Fyth mengingatkan ketiganya. Yups, Tama akhirnya memutuskan mengikuti kedua orang tuanya tinggal di luar negeri. Selain membantu perusahaan papanya, Tama juga ingin Vania dekat dengan Mamanya dan ada yang menjaganya.


"Kapan Raffa pulang bontot, nanti kak Le adakan pesta buat kita Genk Kiwil-kiwil." Tanya Leon pada Fyth.


"Ku rasa lusa, karena yang lain nggak ada. Sebagai pembukaan maka kak Le harus traktir kita-kita." Cengir Fyth seraya memalak Leon.


"Aku cemburu sayang." Ucap Davin dan Indri bersamaan membuat Fyth dan Leon tertawa.


Kini ke empat manusia bucin tengah berdiri di depan bioskop, mencari-cari jenis film yang akan ditayangkan. Setelah memutuskan film yang akan di tonton, Davin dan Leon bertugas membeli tiket lalu Fyth dan Indri membeli pop corn dan minumannya.


Tiket sudah ditangan masing-masing, makanan dan minuman pun sudah, ke empatnya segera masuk ke dalam bioskop. Film romantis menjadi pilihan mereka, tepatnya pilihan para gadis. Para pria hanya mengikuti saja asal bisa berduaan begitu pikir mereka.


Baik Leon dan Indri melupakan tugas mereka yang harus mengawasi pasangan calon pengantin. Justru kini keduanya ikut dalam kencan ganda yang di buat oleh Fyth dan Davin.


"Ay, filmnya bagus ya." Ucap Indri yang kini terfokus pada film.


"Iya bagus banget beb," ucap Leon seraya menatap Indri tanpa berkelip, bukan filmnya yang bagus namun menatap wajah teduh Indri cukup menghangatkan hatinya.

__ADS_1


"Lihat deh ay, yang cowok romantis banget. Ganteng lagi." Kata Indri tanpa sadar memuji pria lain tampan di depan Leon, sontak Leon menatap ke arah layar depan dan melihat wajah sang aktor.


Cih!, Ganteng darimana. Masih ganteng aku juga kemana-mana. Gerutu Leon dalam hati karena tak terima calon istrinya memuji pria lain.


"Ganteng aku beb, sudah jangan lihat filmnya. Cukup lihat aku saja, nanti kamu naksir sama dia lagi." Ujar Leon seraya menarik wajah Indri untuk menatapnya.


"Apaan sih ay, dia memang ganteng kok." Kata Indri dengan muka polosnya.


"Nah kan, belom jadi istri udah belajar durhaka sama calon suami. Kamu cuma boleh lihat aku beb, cuma boleh puji aku." Gemas Leon.


"Kamu cemburu ay?"


"Sudah tahu nanyak!" Seru Fyth dari samping tak lupa dengan muka menyebalkan membuat darah orang naik turun tanjakan.


"Nyaut muluk, dasar bontot tengil." Ketus Indri.


"Biarin wlekk!" Ledek Fyth dengan menjulurkan lidahnya.


"Cih!" Sinis Indri lalu melanjutkan menonton filmnya sebelum Leon kembali menarik wajahnya untuk menatapnya kembali.


"Ay," baru Indri akan protes, Leon sudah menempelkan bibirnya pada bibir Indri.


"Berisik." Gumam Leon di sela ciumannya.


Kedua pasangan bucin yang melihat dari samping sontak terkekeh melihat aksi pasangan bucin junior disampingnya itu.

__ADS_1


__ADS_2