Se Anting

Se Anting
Bab 58


__ADS_3

Tubuh Lisa bergetar mendapat tatapan tajam dari Leon, dengan susah payah mencoba menelan ludahnya. Ucapan maaf seolah tercekat tiada suara. Salahnya yang berkata tanpa etika membuatnya berujung pada nasib.


Sementara Leon menatap dengan sengitnya ke arah Lisa, kekesalan atas foto belum reda justru kini dihadapkan dengan nilai buruk dari Mommy gadis tengilnya karena sikap karyawannya yang tidak tahu diri.


Dengan isyarat mata, Leon meminta Dipa untuk menyelesaikan semua. Dipa menganggukkan kepalanya tanda mengerti, segera dihubunginya pihak HRD untuk mengurus pemecatan karyawan atas nama Lisa.


Dipandanginya tajam semua orang yang berada di lobby, dengan tegas Leon memperingatkan tanpa terkecuali. "Dengar kalian semua, jika kalian melihat gadis tadi datang kemari segera antar menuju ruanganku. Jangan pernah sekalipun kalian merendahkan bahkan bicara buruk tentangnya, atau kalian akan mendapatkan perlakuan yang sama seperti dia." Leon melirik tajam Lisa melalui ekor matanya.


"Dan aku tak perlu menjelaskan siapa gadis itu berasal, karena kalian sudah melihat sendiri bukan?" Setelah berkata demikian Leon beranjak pergi meninggalkan perusahaan untuk pulang ke mansion.


Lisa menatap nanar amplop pemecatannya dengan tangan gemetar, luruh sudah tubuhnya ke lantai. Segala impian untuk menjerat CEO tempatnya bekerja pupus sudah. Terlebih namanya telah terblacklist di berbagai perusahaan, dimana ia harus mencari pekerjaan. Sungguh Lisa sangat menyesali perbuatannya, namun apa daya, nasi telah menjadi bubur. Dengan langkah berat, Lisa pergi meninggalkan perusahaan tempatnya bekerja.

__ADS_1


Begitu sampai di mansion, Leon segera dicecar oleh Mommy Lea tentang kejadian di kantor hari ini. Bukan tanpa sebab Mommy Lea berkata demikian, karena menurut informannya jika Nathalie ada di kantor putranya itu beserta putrinya.


"Jadi? Bagaimana bisa gadis itu dan ibunya ada disana, Le?" Tanya Mommy Lea tak sabaran.


"Tunggu, darimana mom tahu? Jangan bilang mom mengawasiku selama ini." Selidik Leon.


"Tentu saja mom memantau, mana mungkin mom membiarkan anak mom begitu saja,"


"Come on, aku bukan anak kecil lagi mom. Aku bisa menjaga diriku sendiri."


Leon menghembuskan kasar nafasnya, "Mom tanyakan saja pada asisten tak punya akhlak itu." Tunjuk Leon pada Dipa yang berdiri tak jauh dari tempatnya duduk.

__ADS_1


"Dipa? Kenapa dengannya? Apa hubungannya?" Bingung Mommy Lea.


"Anu nyonya, saya....


"Ana anu, saya apa? Yang jelas Di?" Kesal Mommy Lea.


Akhirnya Dipa menceritakan semua dari awal saat Leon marah-marah didalam ruangan yang disangkanya kesurupan hingga berujung penyemburan ala Mbah dukun. Ancaman tentang pembatalan bonus dimana ia harus membujuk dan menipu nona Fyth agar mau datang ke perusahaan. Dan berakhir penghinaan terhadap nona Fyth serta penamparan dari nyonya Nathalie terhadap karyawan bernama Lisa yang merendahkan putrinya. Tahap finally dengan pemecatan karyawan tersebut.


"Begitu nyonya ceritanya," kata Dipa seraya menunduk takut terkena semprot Mommy Lea. Namun dugaan Dipa salah justru Mommy Lea tertawa terbahak-bahak mendengar ceritanya.


"Astaga Le, kau di sembur air. Hahaha." Mommy Lea tak kuasa menahan tawanya. "Lagian kau itu marah kenapa hem?" lanjut Mommy Lea.

__ADS_1


"jealous mom." Jawab Leon datar.


"Apa? karena cemburu kau dikira... " Mommy Lea tak dapat meneruskan ucapannya kini pecah sudah tawanya. Putranya yang tampan dan gagah dikira kesurupan. Saat ini Mommy Lea membayangkan bagaimana ekspresi Leon saat di sembur air oleh asistennya itu.


__ADS_2