Se Anting

Se Anting
Bab 72


__ADS_3

Sesampai di pantai, ketiga gadis itu segera berlari-lari kecil di bibir pantai meninggalkan para laki-laki yang membawa barang-barang. Baik Anila, Indri dan Fyth menikmati waktu mereka bertiga dengan penuh canda tawa.


Ke empat laki-laki menatap bahagia melihat kebahagiaan terpancar dari ketiganya. Davin segera mengajak yang lainnya bermain surfing.


"Guys, sambil menunggu para gadis bermain, kita surfing bagaimana?" Usul Davin.


"Boleh," Tama menyetujui usulan Davin.


"Tidak!" Tolak Raffa dan Leon bersamaan. Sontak keduanya saling pandang, lalu bertos ria.


Cih!, Tama memutar bola matanya malas. "Ayolah kak, kapan lagi kita main surfing." Bujuk Tama.


"Tidak, kalian berdua tidak lihat? Ombak sedang pasang," tunjuk Raffa dengan dagunya. Tama sontak menggaruk kepalanya yang tidak gatal seraya cengengesan.


"Kita main volly saja." Putus Raffa sembari membuka kaosnya memperlihatkan tubuh sixpack-nya, di ikuti yang lainnya. Untung pantainya sudah di sewa Raffa terlebih dahulu, sehingga tidak ada pengunjung lainnya. Di sisi lain, para gadis asyik bermain dengan dunia mereka sendiri.


Di tempat berbeda, tepatnya sebuah restoran. Terlihat Sammy dan Cieciez menikmati hari mereka dengan makan bersama. Bahkan keduanya tak malu mengungkapkan keromantisan mereka, sesekali Sammy akan menyuapi Cieciez begitupun sebaliknya. Sungguh membuat pengunjung lain iri.


"Yank, kemarin kita tidak sempat hadir di acara pernikahan kak Raffa karena berada di Jepang. Bagaimana jika hari ini kita memberikan ucapan selamat?" Tawar Cieciez.

__ADS_1


"Boleh, kita carikan hadiah terlebih dahulu untuk mereka nanti." Kata Sammy yang langsung disetujui oleh Cieciez.


"Okey,"


"Menurut kamu hadiah apa yang cocok yank?" Tanya Sammy kemudian.


"Jam couple?"


Sammy nampak berpikir, menimbang usulan calon istrinya itu. "Bagus, kita ke mall setelah ini ya yank." Putus Sammy.


"Iya sayang," jawab Cieciez dengan suara lembutnya.


Kita kembali ke pasukan Kiwil-kiwil 🤭


Jika Fyth asyik menggambar di pasir pantai, justru Anila dan Indri fokus membuat istana pasir mereka. Bahkan ketiganya tak menghiraukan para laki-laki yang bermain volly.


Namun hal itu tidak berlangsung lama, dengan kesal Fyth membanting kayu yang ia gunakan untuk membuat gambar, lagi-lagi gambarnya tersapu ombak. Sembari menghentakkan kakinya, ia berjalan menuju Anila dan Indri guna mengganggu keduanya. Secara iseng Fyth mencolek puncak menara pasir Indri hingga terjatuh, sontak Indri mendelik kesal menatap kelakuan sahabatnya satu itu. Namun sang pelaku bukan merasa bersalah justru tertawa dan berpindah tempat untuk mengerjai Anila.


Sama seperti Indri tadi, bahkan kini Fyth merobohkan bangunan temboknya, sontak Anila mengejar Fyth karena menghancurkan istananya. Tak mau ketinggalan, Indri juga ikut mengejar Fyth dan terjadilah aksi kejar-kejaran. Hingga ketiganya asyik terjatuh saling tindih dan tersapu ombak. Bukannya takut malah ketiganya saling tertawa terpingkal-pingkal.

__ADS_1


"Sahabat selamanya," teriak Fyth menghadap ke arah laut.


"Sahabat selamanya takkan terpisah," sahut Anila.


"Selama-lamanya," lanjut Indri. Kemudian ketiganya saling berpelukan. Para laki-laki yang melihat ketiganya berpelukan segera berlari ikut bergabung. Tak lupa mereka mengabadikan momen-momen kebersamaan mereka.


"Guys, kita balik ke hotel sekarang, apa nanti sambil nunggu sunset?" tanya Leon.


"Nunggu sunset dong," kata Fyth semangat.


"Bener tuh, ntar kita foto dulu dengan background sunset dibelakang kita semua." usul Indri.


"Setuju tuh, yang lain?" timpal Anila.


"Okey," jawab kompak semuanya.


"Ku kira nunggu sunset mau momen cium-ciuman ntar," ucap Fyth absurd yang mendapat toyoran kepala dari Raffa.


"Kayaknya kamu udah nggak sabar dikawinkan ya bontot." ucap Raffa seraya berkacak pinggang menatap horor adiknya, sementara yang ditatap hanya cengengesan tak jelas.

__ADS_1


"Nikah kali kak, bukan kawin." cibir Fyth. "Dah yuk cari makan dulu, masih ada waktu satu setengah jam lagi, mataharinya kelelep." ajak Fyth pada yang lainnya, yang langsung disetujui karena mereka juga merasa lapar.


__ADS_2