
Keramaian acara membuat siapa saja terpana, rencana resepsi megah yang di berikan keluarga Pratama dan juga Nugraha menjadi buah bibir para tamu undangan. Tatapan kagum akan dekorasi bahkan sampai hidangan yang tersaji. Sebagian orang yang telah memberikan selamat kepada pengantin segera mencicipi makanan dengan berbincang-bincang bersama para tamu lainnya.
Baik dari keluarga Pratama maupun keluarga Nugraha, keduanya memang memberikan acara resepsi terbaik yang tak terlupakan bagi semua orang. Bahkan kedua keluarga tersebut menjaga keamanan dengan ketat selama acara berlangsung. Davin yang memimpin semua tim keamanan harus memastikan berjalannya acara dengan lancar tanpa hambatan sekecil apapun.
Walau demikian, Davin masih sempat memperhatikan calon istrinya dari jauh. Siapa lagi jika bukan si tengil, Fyth. Yang dengan anggunnya duduk berbincang dengan sahabatnya Indri. Bukan Davin protektif, melihat tampilan calon istrinya malam ini sungguh membuat ia ketar ketir sendiri. Bagaimana tidak, malam ini Fyth menggunakan dress biru laut selutut dengan model bahu terbuka. Apalagi model rambutnya yang di gelung ke atas memperlihatkan leher jenjangnya, tentu saja hal itu akan membangkitkan minat siapa saja yang melihat. Terutama anak para pengusaha yang turut hadir dalam acara resepsi Raffa ini.
Dengan langkah tegap berwibawa, tak lupa satu tangan di saku celananya. Davin datang mendekat ke arah sang calon istri, saat melihat salah satu pemuda mencoba mendekati mejanya. Ia tak akan rela melihat, gadis yang di cintainya di dekati semut rangrang. Sungguh menganggu pengelihatan dan konsentrasinya dalam sekejap.
"Sayang,"
Merasa ada yang memanggil, Fyth menolehkan kepalanya ke arah belakang dan melihat Davin tersenyum manis ke arahnya seraya memasangkan jas ke tubuhnya. "Disini dingin, jangan berikan nyamuk nakal melihat dan menggigit bahu indah mu." Ucap Davin menyindir pemuda yang tak jauh dari tempat mereka berada. Sontak hal tersebut membuat pemuda itu salah tingkah dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Mendapat perlakuan manis dari calon suaminya membuat Fyth salah tingkah dengan muka bersemu merah menahan malu. Terutama saat menatap sekelilingnya yang memperhatikan tingkah romantis Davin padanya. "Terima kasih sayang." Ucap Fyth dengan senyum manisnya yang melebihi kadar gula.
"Mengapa kau berpakaian seperti ini?" Davin mendudukkan tubuhnya disamping Fyth, lalu meraih sebelah tangan Fyth yang berada di atas meja kemudian menciumnya.
"Ini sudah modelnya, tanya saja pada Indri." Kata Fyth dengan mengarahkan pandangannya ke Indri yang sudah memanyunkan bibirnya melihat kemesraan Davin dan dirinya.
"Masih sadar kalo gue disini!" Ketus Indri dengan menatap sebal keduanya, ayolah ia juga mau diperlakukan seperti itu. Namun sayang Leon sedang menjalankan rencana mereka, untuk mencari tahu kebenaran tentang Cynthia.
"Hai, kenapa dengan bibir lue? Kalau lue kayak gitu malah mirip dengan ikan arwana yang sedang kekurangan oksigen." Ejek Fyth yang dibalas pelototan mata oleh Indri, disaat hatinya tak tenang seperti ini karena memikirkan kekasihnya. Justru sahabatnya ini malah bercanda, membuatnya kesal saja.
"Ck!, Gue lagi kepikiran Le. Entah dia berhasil atau tidak dalam menjalankan misi kita" Indri sedang dilanda khawatir saat ini, bagaiamana tidak demikian jika sang kekasih harus mendekati wanita ular itu.
__ADS_1
"Aku memang belum mengenal siapa Leon, namun aku percaya dia akan berhasil. Dia bukan orang biasa," sahut Davin untuk memberikan ketenangan di hati sahabat calon istrinya ini.
"Sayang, tentu saja dia bukan orang biasa. Kalian tahu mengapa?" Tanya Fyth yang mendapat gelengan dari keduanya. "Karena Leon itu hidup di dua alam, yaitu daratan dan perairan." Jawab Fyth dengan tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengerjai dua orang disebelahnya itu.
"Astaga, lue pikir Leon itu ikan lele" kesal Indri yang membuat Fyth semakin terbahak.
Tuk!
Sungguh Davin dibuat gemas dengan tingkah calon istrinya ini, ingin rasanya ia mengurung didalam kamar dan tak akan membiarkannya kemana-mana.
"Sayang, mengapa kau menyentil keningku sih. Sakit tahu," rengek Fyth manja, yang mana membuat Davin menarik sudut bibirnya untuk tersenyum manis seraya mengusap lembut kening Fyth.
Astaga, bolehkah aku membawanya ke kamar segera. Sungguh menggemaskan, batin Davin.
Sementara Indri dibuat dongkol dengan kelakuan keduanya, tega sekali sahabatnya itu bermesraan disampingnya. Sedangkan ia sendirian karena kekasihnya tidak disampingnya saat ini. Dengan memutar bola matanya malas, Indri mencibir keduanya. "Siying, mingipi kiningku di sintil sih." Ejek indri seraya memperagakan ucapan Fyth.
"Lue jangan buat gue nethink dong bontot," sungut Indri. "Awas aja kalau ntar Leon kenapa-kenapa atau di itu in sama itu cewek ganjen. Gue pasti bakal...
"Bakal apa?" Sela Fyth dengan menaikkan satu alisnya menatap Indri penasaran.
"Ya bakal nyuruh lue buat maju hadapin itu cewek lah," kata Indri enteng sambil menyeruput minumannya.
"Hah? Gue?" Indri menganggukkan kepalanya melirik Fyth sekilas.
__ADS_1
"Ogah!"
"Kan lue harus tanggung jawab, ini rencana lue kan?" Kata Indri sekenanya.
Telinga dan kepala Davin serasa ingin pecah mendengar perdebatan keduanya, daripada pusing tak karuan lebih baik dia mengecek keamanan di tempat tangan kanannya, Dika. "Sayang, aku akan menemui Dika untuk mengecek keamanan. Tidak apa jika aku tinggal kan?"
"Tentu, ingat! Jaga mata dan hati." Peringat Fyth tak lupa senyum manisnya.
"Pasti," Davin mengecup kening Fyth lalu pergi meninggalkan meja calon istrinya. Sebelum itu ia berkata kepada Indri untuk menjaga calon istrinya dari serangan semut rangrang yang ingin mendekat.
Punggung Davin sudah menjauh, Fyth kembali berbicara dengan Indri. "Tetep aja ogah, lagian gue heran sama itu cewek. Katanya hamil satu bulan, kenapa kayak udah buncit gitu ya?"
"Maksud lue?"
"Kayak udah tiga bulan aja itu perut, buncit gitu kan. Coba lue ingat-ingat pas waktu nggak sengaja gue nabrak bahu dia di depan pintu kamar kemarin. Kan ke buka itu baju dia dikit," mendengar hal itu, Indri mencoba mengingat lalu menutup mulutnya mengetahui apa yang ada dipikirannya dan Fyth saat ini.
"Dia bohong," tebak Fyth dan Indri bersamaan.
"Siapa yang bohong?" Tanya Mommy Nathalie yang baru datang menghampiri meja putrinya seraya menyipitkan matanya menatap curiga ke arah putri tengil dan sahabatnya itu. Apalagi melihat kegugupan keduanya kini, saat ia bertanya.
"Tidak ada Mom, ini Indri cerita katanya ada film Avatar terbaru. Nggak tahunya aku cek di internet tidak ada Mom." Jawab Fyth dengan berpura-pura kesal karena di bohongi.
"Iya benar begitu Mom," imbuh Indri berusaha meyakinkan Mommy Nathalie.
__ADS_1
"Baiklah, ya sudah Mommy ke tempat Daddy dulu." keduanya menganggukkan kepalanya lalu menatap punggung Mommy Nathalie sampai menjauh, kemudian menghembuskan napasnya lega.
"Untung si Mom percaya, kalau tidak bisa gawat. Gagal semua rencana ntar," kata Fyth yang mendapat anggukan kepala lagi dari Indri.