
Kedua mempelai kini telah berganti pakaian untuk melanjutkan acara resepsi dengan penuh bahagia. Semua yang hadir dalam pesta pernikahan malam ini adalah saksi bersatunya kedua insan saling mencinta menyatu. Awalnya dua makhluk bucin itu tak pernah berpikir jika kisah mereka berdua akan berakhir dengan sebuah pernikahan. Mengingat bagaimana dulu keduanya tak ada akur-akurnya, namun semua itu sudah menjadi garis takdir untuk membuat mereka bersama.
Dengan penuh elegan, Fyth menggandeng lengan Davin mesra untuk memasuki ballroom. Banyak sorotan kamera tengah menyorot kedua pengantin itu saat berjalan di atas karpet merah menuju pelaminan. Tak sedikit para tamu undangan yang menatap takjub pasangan Fyth dan Davin, sangat serasi menurut mereka.
Kini Fyth beserta Davin tengah berdiri di pelaminan menyambut para tamu yang hendak mengucapkan selamat kepada mereka. Tak hentinya Fyth dan Davin menebar senyum bahagianya ketika mendengar banyak doa baik yang di panjatkan tamu undangan ketika menyalami mereka.
Ditengah jalannya acara, Raffa mengajak Leon serta Tama untuk membawakan sebuah lagu pernikahan. Ketiganya akan berkolaborasi membawakan sebuah lagu romantis agar suasana menjadi semakin indah. Pilihan Raffa, Leon dan Tama jatuh pada lagu "I belong to you" milik Jacob Lee.
Dengan penuh penghayatan Raffa memulai bait pertamanya, jangan tanyakan bagaimana reaksi semua orang. Tentu semua bertepuk tangan meriah menyaksikan putra keluarga Pratama membawakan sebuah lagu dengan suara merdunya.
Raffa,
If I could be honest
Here in this moment
I've been so nervous
To stand here with you
Leon,
They're all here for us
And I feel their aura
But just for a moment
I'll pretend it's just you
Tama,
Yes they can hear us
But they don't understand
I have said all of my vows behind the curtains
I know they see us
__ADS_1
But they don't stand a chance
I have kissed those lips a thousand times before this
Raffa, Leon dan Tama,
Tomorrow I'll open my eyes
And I will whisper to my wife
I belong to you
And I will wait to hear you say
As a tear rolls down your face
I belong to you
Sontak Fyth menutup mulutnya tak percaya saat menyaksikan kakaknya mau menyanyi di hari pernikahannya. Apalagi membawakan lagu kesukaannya, sungguh tak pernah di sangka.
"Omg, itu kak Raf, yank. Tampan dan keren sekali." Ucap Fyth tersenyum bangga dan mengarahkan dua jempol ketika kakaknya melihat ke arahnya. Sementara Davin mencebikkan bibirnya mendengar istrinya itu memuji kakak iparnya tampan dan keren, sungguh ia tak terima hal tersebut. Hanya dirinya yang paling tampan dan keren, dengan segera Davin meraih dagu Fyth lalu mengarahkan padanya.
Demi apapun, Fyth memutar bola matanya malas lalu menangkup rahang Davin tak lupa dengan senyum manis madunya. "Come on yank, tak perlu cemburu okey. Hanya kamu yang paling tampan dan selalu keren di mataku." Rayu Fyth dengan mencium pipi Davin.
"Oh sayang, ingin segera aku membawamu menuju kamar kita." Ucap Davin tak sabar main tembak-tembakan dengan Fyth, wanita halal yang telah menjadi istrinya.
Terlihat semua para tamu undangan yang hadir dalam perta ikut menikmati lantunan suara ketiga pria hot itu, bahkan Anila, Indri dan Vania nampak dibuat takjub dengan kepiawaian yang di tunjukkan oleh pasangan masing-masing. Hampir semua yang hadir ikut berdansa mengikuti alunan musik tersebut.
"Kau ingin berdansa sayang," tanya Davin saat menatap mata takjub Fyth ke arah lantai dansa.
"Hmm" Fyth hanya menjawab singkat karena pandangannya kini terfokus ke arah orangtuanya serta kedua mertuanya, yang asyik menari bersama pasangan mereka.
"Ayo."
Ditariknya tangan Fyth dengan lembut ke arah lantai dansa, tak banyak protes yang Fyth lakukan karena sesungguhnya ia sangat ingin menari bersama Davin.
*
*
__ADS_1
*
"Kau bahagia sayang?" Bisik Davin di telinga Fyth dengan mesra.
"Ya, aku sangat bahagia. Dan jujur hal ini di luar ekspektasi ku, terutama dirimu yank, yang mampu membuatku bahagia berkali-kali lipat." Ucap Fyth senang, yang telah menyakinkan pemandangan indah menyuguh di depannya.
"Aku senang kau bahagia, I love you." Davin mengecup bibir Fyth.
"I love you too hubby." Jawab Fyth dengan senyum lebarnya.
"Kemana kau ingin kita bulan madu, honey."
"Dimana pun, asal aku tetap bersamamu hubby ku yang tampan ini." saking gemasnya Fyth mencubit pipi milik Davin. Sungguh luar biasa, mendapat ucapan manis dari istrinya itu membuat Davin serasa terbang melayang. Senyum lebar pun nampak di bibirnya, terlihat lucu walau malu-malu meong.
"Ah, romantisnya punya istri. Yuk ke kamar sayang." goda Davin pada Fyth yang di hadiahi jitakan dari arah sampingnya. Siapa pelakunya jika bukan Daddy Barack yang kebetulan ikut berdansa dengan Mommy Nathalie.
"Dasar bocah teng*k, main ajak putriku ke kamar. Kau tak lihat banyak para tamu undangan." ucap Daddy Barack seraya melotot ke arah Davin. Melihat hal itu sontak Mommy Nathalie dan Fyth terkekeh geli. Bagaimana tidak, sungguh Daddy Barack terlihat lucu saat bersikap demikian.
"Come on Dad, putrimu telah menjadi istriku. Dan lagi, harusnya Daddy senang aku mengajaknya ke kamar. Itu tandanya aku akan mencetak cucumu," ucap Davin dengan muka menyebalkannya, dimana membuat jantung Daddy Barack loncat-loncat ketika mendengarnya.
"Astaga, aku bisa stress memiliki menantu model begini." keluh Daddy Barack dengan mengelus dadanya.
"Thanks Dad, aku tahu kau akan senang karena memiliki menantu seperti ku." ucap Davin sembari menyugar rambutnya kebelakang dengan gaya cool-nya.
"Semoga saja diriku di beri umur panjang sehingga dapat menyaksikan cucu cicitku tumbuh kembang nanti." doa Daddy Barack dramatis membuat tawa yang lain pecah seketika.
"Sudahlah sayang, mereka masih pengantin baru. Wajar jika ingin cepat bertelur ke kamar. Kau dulu juga demikian jika kau lupa." lerai Mommy Nathalie dengan sedikit menyindir suaminya itu.
Oh God,, bahkan istriku ikut-ikutan. ucap Daddy Barack dalam hati seraya mencebikkan bibirnya.
Merasa kasihan dengan sang Daddy, Fyth mendekat lalu memeluk sayang cinta pertama dalam hidupnya itu. "Love you Dad, kau Daddy terbaik untukku."
"Oh my princess, kau putri terbaikku. Dan orang yang paling ku sayangi.... setelah Mommy mu tentunya." ucap Daddy Barack bercanda dengan memeluk putri kesayangannya itu erat.
"Berbahagialah sayang, ingat! jika nanti Davin melukai hatimu. Maka kembalilah pada Daddy, pintu rumah selalu terbuka untukmu. Love you my princess, putri kesayangannya Daddy." bisik Daddy Barack di telinga Fyth dengan mata berkaca-kaca.
"Thank you Dad," lirihnya.
Seketika suasana menjadi sendu menyaksikan adegan pelukan antara ayah dan anak itu. Namun berbeda dengan Davin yang posesif terhadap istrinya, bahkan hati Davin merasa cemburu ketika melihat istrinya di peluk erat oleh mertuanya itu. Ia tak terima, jika pujaan hatinya berada di pelukan orang lain meskipun itu ayahnya sendiri. "Sayang, aku juga mau di peluk." rengek Davin yang mendapat pukulan di bahunya oleh Helen.
__ADS_1
"Lebay!" cibir Helen sontak semuanya kembali tertawa terbahak-bahak.