
Ke esokan harinya seperti janji Fyth saat di salon kepada Tante Feni jika akan datang ke butik sedikit siang dari jadwal yang telah di tentukan. Kini Fyth bersama Davin tengah berada di butik tepatnya di ruangan Tante Feni untuk melihat rancangan gaunnya yang sudah selesai dan siap di coba.
Baik Fyth maupun Davin sangat terpukau dengan hasil dari rancangan Tante Feni, gaun yang indah menjuntai sesuai dengan selera Fyth. Begitupun dengan tuxedo yang akan digunakan Davin nampak sangat serassi jika dipadukan dengan gaun yang akan dikenakan Fyth nanti.
"Tante ini beneran, bagus banget. Sesuai selera aku Tan," ucap Fyth takjub melihat kilauan dari gaunnya namun tak terkesan berlebihan.
"Iya dong, Tante Feni gitu. Itu sudah sesuai kemauan kamu sama Mommy kamu plus kecerewetan calon suami kamu itu. Harusnya belahan depan sedikit rendah namun si dolphin protes tak terima, akhirnya Tante ubah sedikit terbuka di bahu saja namun tetap elegan." Ujar Tante Feni memutar gaunnya yang terpasang di manekin.
"Aku kan nggak mau kalo tubuh indah calon istri aku dilihat yang lain Tan, hanya aku yang boleh melihatnya." Ucap Davin posesif. Sungguh awal diberikan kiriman gambar contoh gaun yang akan digunakan Fyth oleh Mommy Nathalie membuatnya protes seketika, sehingga Davin ingin gaun itu dirubah tak mau bagian depan rendah seperti itu. Membayangkan saja membuat jantungnya meronta-ronta tak terima.
"Dasar posesif." Cibir Tante Feni.
"Itu tanda sayang Tante, mana paham sih Tante." Ejek Fyth yang ikut menimpali untuk menggoda Tante Feni.
"Cih, dasar pasangan bucin." Cebik Tante Feni memutar bola matanya malas.
"Terima kasih pujiannya Tante." Ucap Fyth dan Davin kompak namun diabaikan oleh Tante Feni dan lebih memilih menyuruh pegawainya melepaskan gaunnya untuk di coba Fyth.
*
*
*
Usai dari butik Tante Feni, Fyth dan Davin segera menuju mall untuk mengambil pesanan cincin pernikahan yang telah di pesan Davin dari seminggu yang lalu. Davin sengaja secara khusus memesan terlebih dahulu, karena Davin ingin pengikat pernikahan mereka istimewa dan special. Romantis bukan si dolphin ini, membuat hati para jomblowan meronta saja.
Setelah menempuh perjalanan sekitar empat puluh lima menit, akhirnya Davin dan Fyth sampai di mall. Keduanya berjalan ber-iringan memasuki mall dengan bergandengan tangan sangat mesra. Maklum si Davin kan abg tuwir lagi mode kasmaran jadi bertingkah seperti bocah-bocah lagi kesemsem semar mesem.
__ADS_1
Mendapatkan perlakuan manis dari calon suaminya siapa yang tidak akan merasa bahagia, hatinya saja berbunga-bunga. Dengan senyum menghiasi bibirnya, Fyth mengeratkan genggaman tangan Davin padanya.
"Yank, aku tak mau cincin yang modelnya besar kayak batu akik ya yank." Inilah Fyth, walau berasal dari keluarga kaya namun tak sedikitpun dirinya mau memakai perhiasan ditubuhnya. Kecuali cincin pertunangan serta pernikahan miliknya nanti.
"Enggak sayang, nggak mungkin aku biarin kamu pakai cincin model gitu. Kamu mana suka," Ucap Davin lembut.
"Aihh, aku makin cinta dan sayang kamu yank." Ucap Fyth malu-malu dengan melepaskan genggaman tangan Davin lalu mengaitkan di lengannya.
"Aku juga makin mencintaimu sayang, kamu anugerah terindah dalam hidupku." Gombal Davin membuat hati gadis tengil itu meronta-ronta ingin mencium mulut manis calon suaminya itu.
Setelah mengambil pesanan cincin pernikahan, keduanya menghabiskan waktu berdua karena hari ini adalah hari terakhir mereka bertemu sebelum besok acara pingitan dimulai. Uhh, membayangkan saja membuat Davin uring-uringan sendiri, bagaimana jika nanti dirinya merindukan si tengil ini. Astaga, sungguh Davin ingin berontak saja. Andai tidak ada adat pingit, huft.. Davin menghembuskan nafasnya kasar.
Hal sama dirasakan oleh si tengil, sedetik saja tak bertemu Davin membuatnya guling-guling tak karuan menahan sesak rindu. Bagaimana selama tiga hari kedepan, bisakah ia menahan gejolak rindunya. Walau bisa bertukar pesan dan telfon namun tak bisa video call. Bayangkan saja, bagaimana hari yang harus ia jalani tanpa melihat paras dolphinnya itu.
"Sayang...
"Kamu duluan yank," ucap Fyth.
"No, ladies first baby." Ucap Davin sambil mengecup punggung tangan Fyth dengan mesra. Siapa yang tidak terpesona diperlukan romantis begitu, rasanya hati Fyth meleleh seketika. Hangat itulah yang dirasakannya dengan sikap lembut Davin.
"Besok kita mulai di pingit yank, rasanya aku tak rela." Rajuk Fyth manja kepada Davin.
"Aku juga sayang, bagaimana aku bisa menjalani hariku tanpa menatap wajah cantikmu." Ucap Davin seraya mengusap puncak kepala Fyth lalu mencium keningnya. Fiks, selama ada kesempatan modus tak boleh ketinggalan, menurut Davin.
Huekkk!!
Belum sempat Fyth menimpali ucapan Davin, terdengar suara tawon pengganggu yang menurutnya sangat menyebalkan. Siapa lagi jika bukan Leon dan Indri, memang dunia sesempit daun. Mengganggu saja,
__ADS_1
Davin dan Fyth segera membalik tubuhnya menghadap belakang dan menemukan dua tawon sedang tersenyum lima jari tanpa dosa. Jangan bilang mereka utusan Mommy Nathalie, pikir Davin.
"Kalian, ngapain disini? Mau intipin kita pacaran ya," kalimat manis tanpa sekatan sontak meluncur mulus dari mulut sexy si tengil begitu saja, membuat Indri dan Leon membulatkan matanya tak terima. Enak saja, dibilang ngintip.
"Ngapain ngintip kalian, orang kita juga kencan." Ucap Indri dengan menyuapkan es cream ke dalam mulut Leon.
"Benarkah? Bukannya kalian mendapat tugas khusus ngintilin kita kencan karena perintah Ndoro Mommy." Ketus Fyth karena ia tahu sifat dari Mommy-nya itu.
Tentu saja mendengar ucapan Fyth membuat kedua pasangan yang asyik saling suap itu menyengir lebar. Memang benar jika keduanya mendapat tugas penting dari kanjeng Mommy untuk mengawasi dua calon manten didepan mereka itu.
Melihat reaksi keduanya membuat Fyth tersenyum sinis, benar saja. Sementara Davin menghembuskan napasnya kasar, karena tebakannya benar tentang calon Mommy mertuanya.
Mommy tidakkah kau memberi kami waktu untuk berpuas melepas rindu sebelum besok terpisah oleh pingitan. Gerutu Davin dalam hatinya.
"Apa kalian tidak mengerti apa yang kami rasakan? besok kami tidak akan bertemu. Bayangkan saja," ucap Davin memelas mencoba bernegosiasi dengan pasangan bucin junior didepannya itu.
"Dan apa kalian juga tidak tahu, bahwa kalian hanya tidak akan bertemu selama tiga hari saja. Nggak usah lebay." ejek Leon pada Davin yang berusaha menggoyahkan imannya dengan tampang sedihnya.
"Kak Le, apa kau tak kasihan padaku." sendu Fyth berusaha membantu Davin.
"Tidak." sahut Indri dengan cepat sebelum Leon luluh dengan rayuan adiknya itu. Oh tidak bisa, ia tak mau kembali menjadi instruktur senam Mommy Nathalie bersama para Mommy lainnya. Sangat menyebalkan, karena ia harus melatih senam selama dua jam penuh sedangkan olahraga adalah hal paling tak disukainya.
"Tega." Rajuk Fyth. "Lue nggak lolos jadi kakak ipar gue." sengit Fyth menatap Indri sebal.
"Bodo, toh yang nikahin Leon gue. Yang penting gue dapat restu Mommy Lea, mertua gue. Wlekk!!" ejek Indri semakin membuat si tengil itu dongkol tak terkira.
Menyebalkan, gerutu Fyth dalam hati.
__ADS_1