Se Anting

Se Anting
Bab 52


__ADS_3

Keesokan harinya, Raffa yang berniat membangunkan sang adik sontak mengerutkan keningnya saat melihat di dalam kamar sudah kosong dan rapi.


Raffa berjalan menuruni tangga menuju dapur, baru sampai di anak tangga terakhir Raffa mendengar gelak tawa seseorang yang begitu nyaring. Bisa dipastikan jika itu suara tawa Mommy bersama adik tengilnya.


Melihat sang Daddy duduk sendiri di meja makan dengan koran ditangan serta secangkir kopi di atas meja, Raffa segera mendekat.


"Morning, dad." Sapa Raffa sembari duduk di samping Daddy Barack.


"Morning son, bagaimana perkembangan tentang Leon sejauh ini." Tanya Daddy Barack dengan penuh penekanan.


Mendapat pertanyaan dadakan dari Daddy Barack membuat Raffa gelagapan, bagaimana Daddy-nya bisa tahu, pikirnya.


"Raffandra Aura Pratama." Panggil Daddy Barack dengan suara beratnya. Namun sayang, Raffa bukannya takut justru memasang wajah dinginnya. Mengingat Daddy-nya hendak bekerja sama dengan Leon, si calon petuna.


"Untuk apa Daddy bertanya ? Bukankah Daddy akan bekerja sama dengannya?" Sinis Raffa, membuat Daddy Barack menghela kasar nafasnya.

__ADS_1


"Ikut keruangan Daddy sekarang." Daddy Barack beranjak dari duduknya menuju ruang kerjanya yang di ikuti Raffa dari belakang.


Didalam ruangan bernuansa klasik, Daddy Barack mendudukkan tubuhnya di sofa perlahan. Raffa ikut mendaratkan tubuhnya berseberangan langsung dengan sang Daddy.


"Ada apa dad?" Tanya Raffa dingin.


"Leon, Leonardo Geovan Radiga." Satu nama yang ingin sekali di tendang pantatnya oleh Raffa, berani sekali mencoba mendekati adiknya yang jelas sudah bertunangan.


"Dia menyukai Fyth bukan?" Tanya Daddy Barack yang di jawab anggukan Raffa. Dengan menghela nafas, Daddy Barack menjelaskan siapa itu Leon sebenarnya tanpa mau disela sedikitpun.


"Saat itu Lea marah bahkan mengatakan yang tidak-tidak tentang Daddy, dengan teganya Lea juga menuduh jika Daddy sudah merenggut kesuciannya. Saat itu, Joe yang sudah menyukai Lea begitu percaya dengan apa yang di ucapkan Lea. Bahkan dengan amarah yang menggebu, Joe menghajar Daddy begitu saja. Perkelahian itu tak terelakkan sampai akhirnya dengan keberanian yang dimiliki mommy mu, segera mengacungkan senjata api ke arah Lea. Dengan ketegasan Mommy mu, memaksa Lea untuk mengatakan yang sejujurnya atau peluru itu menembus kepalanya. Lea yang ketakutan, akhirnya mengakui jika itu hanya omong kosongnya. Namun pamanmu Joe justru mengira jika Lea berkata demikian karena terpaksa akibat di ancam dengan senjata api. Dengan mudahnya pula, pamanmu memutus hubungan persaudaraan antara kami." Daddy Barack tak kuasa menahan tangisnya, runtuh sudah pertahanannya.


Mendengar isak pilu sang Daddy, Raffa segera mendekat dan memeluk erat untuk menyalurkan kekuatannya. Melihat kerapuhan Daddy-nya membuat hati Raffa ikut merasakan sakitnya.


"Bahkan Daddy baru mendengar jika pamanmu Joe sudah meninggal dunia Raf, bahkan Daddy belum sempat untuk melihatnya walau hanya sesaat saja." Raffa diam tak menjawab hanya usapan pada punggung sang Daddy yang dapat ia lakukan untuk saat ini.

__ADS_1


"Raffa, berjanjilah satu hal pada Daddy. Jangan biarkan Fyth tahu tentang hal ini, karena...


"Karena dia juga kakakku bukan dad," Fyth menyela ucapan Daddy Barack dari ambang pintu. Sontak Daddy Barack dan Raffa terkejut melihat Fyth sudah berdiri didepan pintu ruangannya bersama Mommy Nathalie juga.


Mommy Nathalie tersenyum melihat suami dan putranya, dengan lembut membawa putri bungsunya masuk ke dalam ruangan suaminya itu. "Sudah saatnya mereka tahu sayang," ujar Mommy Nathalie yang mengerti arti tatapan mata dari suaminya.


"Mom, apakah benar jika om-om itu, maksudku kak Leon itu juga kakakku?" Tanya Fyth dengan wajah bingungnya.


"Benar, Daddy kalian dengan Daddy Joe itu saudara seayah namun lain ibu sayang," jelas Mommy Nathalie dengan menatap Raffa dan Fyth bergantian.


"Sekarang kalian sudah tahu, siapa jati diri Leon sesungguhnya. Daddy harap kedepannya kalian bisa akur," pinta Daddy Barack.


"What? Akur sama om mesum dad? No dad," tolak Fyth seketika.


"Mesum?" Tanya Daddy Barack dan Mommy Nathalie bersamaan. Dalam benak mereka, apa yang telah mereka lewatkan.

__ADS_1


__ADS_2