Se Anting

Se Anting
Bab 19


__ADS_3

Davin tidak dapat menahan diri lagi, segera dihampirinya mereka berdua. Rasa takut kehilangan mulai menyusup dalam benaknya ketika melihat keakraban kedua lawan jenis tersebut.


Ucapan sepupunya terus berputar dalam ingatan, seolah pengingat bahwa masih ada semua kemungkinan bagi yang lainnya.


Tidak, Davin tidak ingin hal itu terjadi. Apa yang sudah menjadi miliknya maka akan tetap dalam genggamannya.


Suasana sepi menunjang langkah kaki lebarnya menuju tempat calon istrinya berada. Tak perduli apa reaksi mereka berdua saat melihatnya nanti disana.


" Ehem... " Davin berdehem keras begitu sampai disamping mereka berdua.


Fyth yang semula menyandarkan tubuhnya sontak menegakkan duduknya. Fyth mengerutkan keningnya, Davin ? Dalam benaknya berkata.


Sammy yang melihat Davin bertanya - tanya dalam hatinya, bagaimana mungkin bisa ada disini ? Apa mengikuti Fyth ?.


Sembari melipat tangannya di dada, Davin menatap tajam pada Sammy. Davin tidak suka jika ada yang mendekati calon istrinya.


" Apa yang anda lakukan disini saudara Sammy ? Bersama calon istri saya " ucap Davin penuh penekanan seraya mengalihkan pandangannya menuju Fyth saat mengatakan bahwa dia adalah calon istrinya.


" Apa ? Ca... Calon istri ? " Sammy terkejut mendengar penuturan Davin. Sammy menatap Fyth dalam seolah mengisyaratkan untuk sebuah penjelasan.


Fyth yang ditatap sedemikan rupa menjadi bingung sendiri, ia masih belom mengerti dengan apa yang terjadi. Memang dirinya akan di jodohkan tapi apa hubungannya dengan Davin, sosok lelaki tampan yang sudah mencuri hatinya ini.


" Tunggu... Tunggu... Apa maksudnya dengan calon istri disini ? Tidak mungkin jika itu.... " Fyth tidak dapat meneruskan ucapannya. Sekarang Fyth mengingat dengan jelas semuanya. Davin pernah mengatakan nama lengkapnya. Davindra Aksa Aditama, ucapnya dalam hati.


" Jadi... Ka... Kau orangnya ? " Fyth mencoba menelan salivanya dengan susah payah.


" Iya " jawab Davin singkat seraya menatap kedua mata Fyth dengan lekat. Perlahan Davin berjalan mendekat ke arah Fyth tanpa melepaskan tatapannya sedikitpun.


Tubuh Fyth serasa membeku mengetahui kenyataan bahwa laki-laki yang akan di jodohkan dengannya adalah orang yang telah mangusik hatinya.


Jantung Fyth bergetar hebat, ada rasa membuncah antara terkejut dan juga senang. Ternyata apa yang dipikirkannya salah, Fyth mengira laki-laki yang akan di jodohkan dengannya seorang yang culun, gendut dan perut buncit. Nyatanya bukan seperti apa yang ada dalam bayangannya.


Sementara Sammy masih dengan keterkejutannya. Bagaimana tidak, setelah kepergiannya dulu kini ia kembali membawa sejuta harapan akan cintanya. Namun ternyata Tuhan tak berpihak pada hatinya.


Gadis yang di cintainya sejak dulu, yang paling disayangi hingga kini sudah akan menjadi milik orang lain. Yang ternyata dosen di kampusnya tempat mengejar pendidikan impiannya serta seorang pewaris keluarga Aditama.


Sammy tak dapat membendung rasa sakit pada hatinya, hancur sudah semua harapannya. Tanpa kata Sammy meninggalkan keduanya dan berjalan cepat menuju mobilnya.


Hati Sammy tak sanggup melihat kemesraan antara dosennya sendiri bersama gadis yang di cintainya. Perlahan Sammy berjalan dengan langkah gontai,


" Mengapa harus begini tuhan... Dulu kau menjauhkanku darinya, mengapa disaat kau pertemukan aku kembali dengannya justru rasa sakit sebagai imbalannya tuhan. Mengapa... " Ucap Sammy lirih.

__ADS_1


Tanpa Sammy sadari ada seorang gadis yang memperhatikannya, bahkan mendengar keluhannya. Gadis itu tersenyum lucu saat melihat paras Sammy, menurutnya wajah Sammy mirip artis Hindia Hrithik Roshan.


Gadis itu mengikuti langkah Sammy, ia takut jika nanti Sammy akan berbuat nekat karena patah hati.


" Oh God, aku bahkan tak mengenalnya tapi mengapa justru kakiku ingin mengikutinya " gumam gadis itu pelan.


Dari kejauhan Sammy melihat mobilnya, segera Sammy melangkahkan kakinya dengan lebar.


Melihat langkah cepat Sammy, gadis itu membulatkan matanya. Ia sedikit berlari mengejar Sammy, hingga dari kejauhan di lihatnya sebuah mobil melaju kencang ke arah Sammy. Gadis itu yakin jika mobil tersebut sedang mengincar nyawa pemuda yang sedang ia ikuti. Hingga...


" Awas... " Teriak sang gadis berlari menuju Sammy.


Sammy tersungkur di atas rerumputan seketika saat ada seseorang yang mendorong bahkan memeluknya erat. Tubuh Sammy sontak membeku kaku saat merasakan pelukan erat seorang gadis yang dia sendiri tak mengenalnya. Entah mengapa jantungnya berpacu dengan cepat.


Untuk sesaat keduanya hanyut dalam dekapan hangat saling memeluk erat. Hingga sang gadis yang tersadar segera melepaskan pelukannya pada tubuh pemuda yang di tolongnya itu dan bangkit berdiri dari atas rerumputan.


" Maaf, kau tidak apa-apa kan ? " Tanya sang gadis seraya menundukkan wajahnya malu.


" Tidak, terimakasih sudah menolongku " jawab Sammy sambil berdiri dan membersihkan tubuhnya.


" Kau juga tidak apa-apa kan ? " Lanjut Sammy kemudian. Gadis itu menggelengkan kepalanya.


Sammy yang melihat sikap malu - malu gadis tersebut menyunggingkan senyum tipisnya. Sungguh lucu, pikirnya.


" Aku Zie, kau bisa memanggilku Cieciez seperti teman - temanku yang lain " ucap zie seraya menjabat tangan Sammy.


" Baiklah Cieciez, senang berkenalan denganmu " kata Sammy seraya tersenyum manis.


" Ya Sam, senang berjumpa denganmu" Balas Zie dengan senyum indahnya. Sammy yang melihat senyum indah Zie menjadi terpesona. Hingga tanpa sadar memuji kecantikan Zie.



Sedangkan di dalam aula dansa, Indri menatap kesal pada Tama. Saat sedang asyik mencicipi berbagai minuman, justru Tama malah menyeretnya pergi menuju tempat dansa.



" Jangan cemberut kenapa Ndri " ucap Tama seraya memeluk erat pinggang Indri mengikuti irama nada.



" Kau menyebalkan Tama " sungut Indri seraya menatap sekelilingnya.

__ADS_1



" Lagian makan minum terus, kalau gendut gimana nanti " kata Tama sambil memutar tubuh Indri.



" Tinggal diet kan beres " ketus Indri.



" Iya iya, udah dong Ndri ngambeknya. Lihat aku sini " ujar Tama merasa bersalah pada Indri karena telah memaksanya untuk berdansa.



" Berisik, itu lihat sepupumu dan sahabatku Anila " tunjuk Indri pada Raffa dan Anila yang tak jauh darinya.



Tama mengikuti arah yang ditunjuk oleh Indri. Awalnya cukup terkejut namun melihat cincin yang tersemat di kedua jari mereka, Tama tersenyum lebar.



Kini dirinya mengerti mengapa tempo hari kakak sepupunya itu buru - buru mengajak ke toko perhiasan. Rupanya kakak sepupunya sedang membeli cincin untuk gadis yang di incarnya itu, Anila sahabat dari calon ibu anak - anaknya kelak.



Indri yang melihat Tama melamun sembari menatap sahabatnya pun segera menginjak kaki Tama dengan heels nya.



" Aduh Ndri, sakit " ucap Tama seraya menghentikan dansanya dan melompat - lompat kecil karena merasakan ngilu pada kakinya.



" Rasain, makanya kalau punya mata jangan jelalatan " sembur Indri lalu meninggalkan Tama menuju tempat aneka hidangan kue.



Tama yang di tinggalkan Indri untuk kedua kalinya merasa kesal, disusulnya Indri dengan segera. Lalu ditariknya tangan Indri dan di benamkan bibirnya pada bibir Indri.


__ADS_1


Indri membulatkan matanya terkejut dengan aksi yang Tama lakukan. Bibir gue, ucap Indri dalam hati.


__ADS_2