
Di sisi lain, di sebuah kamar terdengar erangan dan ******* menggema menyelimuti ruangan. Seorang gadis tengah bergumul dengan pria paruh baya dengan penuh nafsu. Tanpa malu sang gadis mendominasi dalam setiap permainan, membuat sang lawan kepayahan.
"Sayang, kau semakin hebat dalam bermain." Pujinya pada sang gadis.
"Tentu saja... Ayah" ucapnya seraya meraba dada pria itu yang notabenenya adalah Ayah angkatnya.
"Bagaimana hasilnya, kau berhasil membuat Artama itu menikahi mu kan Cynthia?" Tanyanya.
"Kau tenang saja ayah, sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Sinaga. Tapi ayah, aku kesal dengan seseorang." Adunya manja.
"Ada apa? Siapa yang membuat kesayangan ayah ini kesal."
"Ayah tahu Fyth, putri dari Barack Pratama? Dengan beraninya dengan menghinaku didepan semua orang. Ayah aku ingin sekali memberinya pelajaran."
"Ayah tahu dia, tapi dia berlian bagi Pratama. Sebaiknya kau jauhi saja, jangan mencari masalah sehingga merusak rencana kita." Peringat-nya.
"Tapi ayah..."
__ADS_1
"Dengar, sebelum rencana kita berhasil kau jangan mencari masalah dengan siapapun. Dan jangan sampai mereka tahu jika kau adalah putriku. Setelah kau berhasil menikah dengan Artama, kuras hartanya tanpa sisa lalu bantu ayah mendirikan kembali perusahaan." Katanya penuh dendam.
"Ayah tenang saja, mereka tidak tahu siapa aku. Karena putrimu ini telah mengaku sebagai gadis sebatang kara yang menyedihkan." Ucap Cynthia penuh percaya diri.
"Bagus, mereka akan mendapatkan kejutan tak ternilai harganya. Walau Artama sempat lolos dari jebakan kita, pada akhirnya ia tetap masuk perangkap yang telah kita susun. Ingat sayang! Jaga kandungan mu, aku tak ingin benihku kenapa-kenapa." Peringat lelaki paruh baya itu yang tak lain adalah Handoko.
Dengan senang hati Cynthia mengangguk, "Tentu ayahku sayang." Keduanya kembali bercumbu dengan penuh gairah.
*
*
*
Banyak putri para kolega bisnis Pratama yang harus patah hati, mengingat Raffandra telah menikah. Salah satunya Angel, siapa yang tidak tahu jika model cantik itu naksir berat kepada seorang Raffandra Aura Pratama. Berawal pertemuan mereka saat fashion week di Paris, saat itu Raffa tak sengaja menolongnya yang hampir tertabrak mobil. Dari situlah, Angel jatuh cinta dan ingin memiliki Raffa seutuhnya. Bahkan ia rela kembali jauh-jauh dari Paris untuk mengejarnya. Namun sayang, ia terlambat karena Raffa telah menjadi suami orang lain saat ini.
"Huft, kenapa Tuhan bikin orang jatuh cinta tapi akhirnya dipatahkan juga. Raffa..." Ucapnya lirih seraya menatap Raffa dari kejauhan. "Mungkinkah waktu bisa diputar ulang," lanjutnya.
__ADS_1
Tiba-tiba ada seorang pria melintas didepannya seraya berkata, "Kau pikir Doraemon, bisa mengembalikan waktu yang sudah terlewat, jika dia sudah bahagia dengan yang lain maka lepas. Bukannya malah meratapi dan nangisin!" Sarkas nya lalu pergi meninggalkan Angel sendiri.
Ditatapnya punggung pria itu dengan mulut menganga, ia tak percaya jika pria terkenal dingin itu berbicara padanya. "Nggak salah? Tumben itu asisten mau ngomong sama aku? Biasanya aja pasang tampang galak. Mana ngomongnya nyelekit lagi," Gumam Angel tak percaya sekaligus kesal.
Diatas pelaminan Raffa serta Anila sibuk menyalami tamu yang hadir sekedar memberikan selamat atas pernikahan keduanya. Bahkan banyak pula kado yang diterima oleh keduanya sebagai hadiah pernikahan dari para tamu. Begitupun dengan Dimas, asisten Raffa yang datang dengan sebuah kado ditangannya.
"Selamat bos, semoga langgeng hingga maut memisahkan." ucap Dimas seraya menepuk bahu Raffa.
"Come on Dim, ini tidak di kantor. Panggil aku Raffa, bukankah aku temanmu?" kata Raffa dengan menepuk bahu Dimas balik.
"Baiklah," pandangan Dimas beralih menuju Anila. "Selamat Nyonya, ini hadiah dari saya. Semoga samawa," ujar Dimas.
Anila mengangguk, lalu mengucapkan terima kasih.
Dari bawah pelaminan, Angel melirik asisten Raffa dengan tajam. Yups, pria yang menegurnya tadi adalah Dimas. Tanpa disangka Dimas juga melirik ke arah Angel membuat gadis itu salah tingkah. "Ada apa denganku? tidak, aku hanya menyukai Raffa dan hanya mencintainya." Gumam Angel lalu menaiki tangga pelaminan guna memberikan selamat walau dengan setengah hati ia melakukannya.
"Hay Raf, selamat ya." ucap Angel dengan senyum termanisnya, bahkan siapa saja yang melihat sudah mengerti jika Angel tergila-gila oleh sosok Raffa sejak lama. Sontak hal itu membuat hati Anila panas seketika, ia merasa was-was dengan wanita bernama Angel ini. Walau Raffa hanya membalas ucapan Angel dengan datar, tetap saja ia masih cemburu.
__ADS_1
Ya tuhan, jangan bilang ini bibit pelakor. Baru juga sah kemarin, gerutu Anila dalam hati.
Kira-kira seperti apa Anila akan menghadapi Angel??🤔