
Ke esokan harinya, Fyth yang ada jadwal kuliah pagi melangkahkan kakinya gontai menuju meja makan. Sungguh malas rasanya ke kampus.
Raffa yang melihat adiknya tak bersemangat pun mengerutkan keningnya. Tak biasanya sang adik begini.
" Ada apa denganmu ? " Tanya Raffa penasaran.
Fyth mendudukkan tubuhnya di samping daddy Barack, lalu menoleh ke arah kakaknya seraya menjawab singkat " Pms ".
" Sayang, mau mom buatkan susu hangat biar sakitnya agak berkurang " tawar mommy Nathalie yang tak tega melihat wajah pucat putrinya.
" No mom, tubuhku rasanya sakit semua mom " keluh Fyth pada mommy Nathalie.
" Libur ke kampus saja hari ini " sahut daddy Barack sambil mengelus sayang kepala Fyth.
" Betul apa kata ka Bar, sayang " sela. Tante Radis.
" No dad, tante, hari ini ada kuis. Aku harus hadir " tolak Fyth seraya menatap ke arah kakaknya, Raffa. " Kak kunci, mana ? " Pinta Fyth.
" Mau Tante anter aja gak tobar hemm " tawar Tante Radis yang di balas gelengan kepala oleh Fyth.
" Kunci apa ? " Ucap Raffa berpura-pura lupa akan perjanjian dengan adiknya.
Fyth yang mendengar ucapan Raffa sontak mendelik tajam. " Yakin gak ingat, mau ku....
" Iya iya kakak ingat, dasar bawel. Ini kuncinya " kata Raffa seraya memberikan kunci mobil Lamborghini metalic kesayangannya.
" Kakak belom pakai loh itu, masih kinclong " cibir Raffa yang di acuhkan Fyth.
Daddy Barack heran, kenapa putranya itu memberikan kunci mobil kepada adiknya.
" Tunggu, sayang mobil kamu kenapa ? Kok minta mobil kakak kamu ? " Tanya daddy Barack.
Fyth yang sedang malas berbicara segera menghabiskan jahe hangatnya dan berpamitan menuju kampusnya karena hampir telat.
__ADS_1
" Sorry dad, aku buru - buru. Tanya aja sama kakak Raffa " ucap Fyth seraya mencium pipi daddy, mommy dan tante-nya, " Bye dad, mom and tan Ra " lalu menoleh ke arah Raffa seraya berkata " Selamat menjelaskan kakakku sayang " ujar Fyth dengan menjulurkan lidahnya.
Raffa yang melihat tingkah jahil adiknya sangat gemas sekali, ingin rasanya menjewer telinganya itu.
Daddy Barack menatap Raffa tajam, " Jadi...... " Ucap daddy Barack penuh penekanan.
Raffa menghembuskan nafasnya kasar, lalu menatap ke arah daddy mommy dan tante-nya bergantian. " Kita pindah ke ruang keluarga " kata Raffa seraya berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga.
Daddy Barack dan mommy Nathalie mengikuti langkah Raffa, sedangkan tante Radis lebih memilih kembali ke kamarnya untuk menerima panggilan telfon dari managernya. Begitu sampai ruang keluarga, daddy Barack dan mommy Nathalie mendudukkan tubuh mereka bersebrangan dengan Raffa.
" Begini dad..... " Raffa menceritakan segalanya kepada kedua orang tuanya, termasuk keterlibatan adiknya dalam sebuah sandiwara yang telah di rencanakan.
Daddy Raffa mendengarkan seluruh cerita Raffa dengan ekspresi datar, berbeda dengan mommy Nathalie yang tersenyum mendengar kegigihan putranya dalam mendapatkan cintanya.
Usai menceritakan segalanya, tak ada tanggapan yang keluar dari mulut daddy Barack. Tak berselang lama Daddy Barack berdiri dari duduknya lalu menghampiri Raffa. Ditariknya kerah baju Raffa dan.....
" Good boy, ini baru anak daddy " ucap daddy Barack seraya memeluk bangga putranya.
Jalanan lengang tak seperti biasanya, Fyth mengendarai mobilnya dengan pelan. Rasanya cukup malas jika sampai di kampus terlalu cepat.
Fyth segera memarkirkan mobilnya, baru juga akan menuju warung mbok Piam sudah ada yang memanggil namanya.
" Fyth.... " Panggil salah satu mahasiswi yang bertugas sebagai BEM kampus.
Merasa ada yang memanggilnya, Fyth menghentikan langkahnya sejenak lalu menoleh ke arah sumber suara. Begitu tahu yang memanggil kak Widya, bukan menuju sumber suara malah berlari kencang menuju warung mie ayam mbok Piam.
Sontak Widya yang melihat Fyth malah melarikan diri menghentakkan kakinya kesal, sementara Fyth yang sampai di warung mbok Piam justru tertawa terbahak-bahak.
" Aduh, hahaha... Udah dipastikan bakal ngamuk ini ntar kak Wid. Mana aku lupa bawa laporan kemahasiswaan. Hahaha, biarin lah " monolog Fyth.
Widya yang tak berhasil mengejar Fyth segera kembali ke dalam kampusnya dengan perasaan kesal sekali. " Dasar tengil, pasti lupa lagi bawa itu laporan kalau udah kabur begitu. Awas ntar kalo ketemu ku jewer kamu Fyth " dongkol Widya.
Zhee yang melihat Widya mengomel dari kejauhan pun merasa aneh, dihampirinya teman se-BEMnya itu.
__ADS_1
" Ada apa ? " Tanya Zhee begitu sampai di depan Widya.
" Si tengil lupa lagi bawa laporan, kabur pula dia " jawab Widya kesal.
" Udah biarin aja, ntar juga bakal ngasih tuh laporan. Lagian kok bisa laporan kemahasiswaan ada di Fyth ? " Ujar Zhee heran.
" Waktu itu aku tak sengaja meninggalkannya di toilet dan di temukan Fyth " kata Widya risau.
" Ya untung di temukan Fyth dan di bawa dia, daripada di buang ke tong sampah kan berabe Wid " Ucap Zhee kemudian.
Sementara di dalam kelas sedang berlangsung cek kehadiran sebelum kuis di mulai. Anila dan Indri di buat kebingungan saat Davin menanyakan perihal keberadaan Fyth.
" Baik, mari kita tes kehadiran sebelum kuis berlangsung. Di mulai dari saudari Aurora Fythania Pratama, angkat tangannya " Ucap Davin. Hening, tak ada sahutan sedikitpun. Davin mengerutkan keningnya.
" Saudari Aurora Fythania Pratama ? " Tanya Davin sekali lagi namun hanya keheningan yang menanggapi. Kemana gadis tengil ini, ucapnya dalam hati.
" Anila Floresyia Nugraha dan Indrinia Maudya Anggara ? " lanjutnya.
" Hadir pak " jawab Anila dan Indri bersamaan.
" Emm, tahu kemana teman kalian yang bernama Fyth ? " Tanya Davin dengan muka datarnya. Sontak Anila dan Indri saling pandang lalu menggelengkan kepala bersama. " Ya sudah, kita lanjut.... Saudara.....
" Kemana bontot ? " Bisik Anila pelan.
" Entahlah, tak ada kabar pula " jawab Indri seraya berbisik pula.
" Jangan - jangan nongkrong di warung mbok Piam lagi " ucap Anila seraya cekikikan.
" Mungkin saja, tahulah kebiasaan dia " timpal Indri.
Davin yang melihat Anila dan Indri berbisik-bisik akhirnya berdehem keras. " Ehem, mari kita lanjutkan. Di larang berbicara selama kuis berlangsung kecuali menjawab pertanyaan yang di tujukan kepada kalian. Mengerti ? " Ucap Davin tegas dan penuh penekanan.
" Mengerti pak " jawab semua serempak.
__ADS_1