Se Anting

Se Anting
Bab 9


__ADS_3

Sungguh Fyth sangat senang, saat melihat sang Tante pulang. Adik bungsu dari Barack ini sengaja memberikan kejutan kedatangan pada sang Kaka dan keponakan bar-barnya ini.


" Tante Radiiissss......... " Teriak Fyth sembari berlari menuju sang Tante dan memeluknya erat.


" Oh keponakan Tante tersayang, apa kabar? " Tanya tante Radis seraya melerai pelukannya.


Radis atau wanita bernama lengkap Radisya Arkania Pratama adalah adik bungsu dari Barack Pratama, daddy Fyth. Wanita yang akrab disapa Radis ini memiliki hobi traveling tinggi. Kepulangannya kali ini, tentu saja karena mendengar berita dari sang kakak jika keponakan tengil dan bar-barnya ini mau menikah.


" Always fine tante " jawab Fyth dengan mengedipkan sebelah matanya.


" Good, come on kita masuk " ajaknya pada sang keponakan. Fyth menganggukkan kepalanya lalu berjalan di samping sang tante sembari tertawa bersama.


Di ruang keluarga begitu riuh suasana, rasa bahagia tergambar jelas dalam diri masing-masing orang. Alysha yang sedari tidak melihat Kaka sepupunya masuk, segera angkat suara.


" Loh kak Fyth belum masuk ya ? Sedari tadi kog nggak melihat bayangannya lewat " kata Alysha kepada semua orang. Sontak semua orang saling pandang, hingga sebuah gelak tawa mengalihkan pandangan mereka semua menuju sumber suara. Daddy Barack yang mendengar tawa adik bungsunya segera berdiri dan berjalan menuju arah sang adik. Begitu sampai didepan adik bungsunya, daddy Barack segera menarik sang adik kedalam pelukannya.


" Kau baik saja kan ? Pulanglah, menetap disini bersama kaka" ujar daddy Barack seraya mengelus puncak kepala sang adik.


" Sorry, aku tak bisa berjanji padamu kak. Ada beberapa pemotretan yang menungguku "


" Kaka harap kau pertimbangkan nanti " harapan Daday Barack yang di jawab anggukan oleh adiknya. Pandangan Radis beralih kepada sang kakak ipar, " Kak Nath... " Seraya berjalan menuju sang kakak ipar dan memeluknya.


" Bagaimana kabarmu hem ? " Tanya mommy Nathalie.


" Baik kak, sangat baik " ucapnya dengan tersenyum manis. Setelah melerai pelukannya dan menyapa semua anggota keluarga, Radis memutuskan untuk istirahat di kamarnya terlebih dahulu. Fyth memilih bercengkrama dengan saudara lainnya.


"Bontot, jadi nikahnya ?" Tanya tante Cucu pada Fyth.


"Who said auntie?" Fyth asked back while frowning.


"Mas Barack tuh tadi " tunjuk Cucu pada suami kakaknya. Sontak Fyth yang mendengar itu membulatkan matanya. " Daddyyyyyy........ " Teriak Fyth kencang.


🐿️🐿️

__ADS_1


Davin melampiaskan rasa kesalnya pada semua pegawai kantornya, tak banyak yang dari mereka terkena imbas semprotan amarahnya.


" Huft... " Hela nafas Davin. " Apa dia kekasihnya, karna itu kau tak mau dekat denganku ? " Kata Davin dalam hati


Davin masih ingat, saat akan keluar dari gerbang kampusnya tak sengaja matanya melihat sosok gadis yang telah dicari dan dinantinya selama beberapa hari ini masuk kedalam mobil seseorang.


Davin mengernyitkan dahinya, " seperti mobil Raffa " pikirnya. " Kalau iya, ada hubungan apa mereka sebenarnya " lanjutnya. Entah mengapa, pikirannya tak dapat diajak kompromi hingga banyak hal negatif masuk kedalam hati dan juga pikiran begitu saja.


" Huft.... " Lagi-lagi Davin hanya dapat membuang kasar nafasnya. Tak lama masuklah Kevin, asistennya.


" Hey, ada apa dengan itu muka " tanya Kevin seraya meletakkan beberapa berkas di meja Davin.


" Tak ada " jawab Davin tak bersemangat.


" Jangan bohongi diriku, cepat cerita padaku " desak Kevin.


Davin menghela nafasnya dan mulai menceritakan semuanya. Sungguh Kevin tidak dapat menahan tawanya mendengar penuturan Davin. Bodoh sekali menurutnya jika Davin bersikap seperti itu tanpa tahu kebenarannya.


" Harusnya kau cari tahu bro kebenarannya, belom tentu mereka ada apa-apa bukan ? Bagaimana jika mereka kakak dan adik " ujar Kevin.


" Kejar dia bro, jika lue beneran sayang sama itu cewek " nasihat kevin, " Cari tahu kebenaran tentang hubungan dia dan Raffa, dan gue tahu lue bukan orang bodoh dimana lue gak bisa bedain mana yang bohong dan mana yang enggak kan " lanjutnya panjang lebar pada sang atasan sekaligus teman seperjuangan di SMA saat itu.


" Kau benar, aku akan menemuinya besok. Aku harus mencari tahu yang sebenarnya " semangat Davin.


" Good, tanda tangani itu segera jika begitu " jawab Kevin seraya keluar dari ruangan Davin.


🐿️🐿️


Keesokan paginya, Anila bersiap untuk jogging pagi seperti biasa. Berkeliling kompleks sekitar mansion. Anila memang mempunyai hobi olahraga, ia bahkan ikut komunitas senam di kompleks sebelah mansion bersama para pemuda pemudi lainnya.


Anila mulai keluar dari gerbang rumahnya dan berlari ke arah kanan menuju taman. Dari kejauhan Raffa sudah memperhatikannya, dan menyusun idenya dengan rapi. " Jika kebetulan itu tidak ada, maka aku yang akan menciptakan kebetulan itu sendiri " monolognya seraya tersenyum smirk.


Tak lama Anila yang telah sampai di taman, kedatangan 2 preman yang menghadang jalannya. Anila berusaha bersikap tenang dalam menghadapinya, walau dalam hatinya sudah ketakutan sekali.

__ADS_1


" Apa mau kalian ? " Tanya Anila dengan keberanian tinggal se-jagung itu.


" Mau kita tentu saja kamu manis " berusaha memegang tangan Anila. Melihat itu, Anila segera menghindar. Tak lama sebuah ide muncul dalam kepalanya. Dilihatnya kedua preman secara bergantian, lalu menarik nafasnya seraya berteriak....


" Pak....... Poli..... " Belom sempat Anila menyelesaikan ucapannya, muncul lah seorang pangeran yang telah menggangu pikirannya baru- baru ini.


" Kalian jangan macam-macam ya " peringat Raffa sembari mengedipkan matanya.


Raffa memberi kode untuk menyerangnya, kedua preman yang melihat itu sontak menyerbu Raffa. Belum sampai keduanya maju, pipi mereka sudah di hajar duluan oleh Raffa.


Tak butuh waktu lama, kedua preman itu sudah melarikan diri. Anila yang melihat raffa terluka, segera menghampirinya.


" Anda tidak apa tuan ? " Tanya Anila begitu khawatir karena melihat ujung bibir Raffa yang berdarah.


" Aku tak apa nona, dan panggil aku Raffa. Sungguh geli sekali mendengar kau memanggilku tuan, aku merasa sudah tua " jawab Raffa membuat Anila terkekeh.


" Baiklah tuan, em... Maksudku Raffa. Perkenalkan aku Anila " seraya mengulurkan tangannya.


" Raffa " membalas uluran tangan Anila. Dalam hati gembira sekali, kebetulan satu telah tercipta. " Mari kita buat kebetulan lainnya, kucing nakal " monolognya dalam hati.


🐿️🐿️


Davin menunggu kedatangan gadis tengilnya didepan gerbang kampus, ia yakin jika gadis tengilnya itu akan bolos di jam kelasnya lagi nanti. Benar saja, tak berselang lama di lihatnya sang gadis turun dari sebuah mobil seraya melambaikan tangan. Setelah melihat kepergian mobil yang mengantar gadis tengilnya, segera ia turun dari mobil seraya mencegah langkah pujaannya itu., Eh, benarkah pujaan....


Fyth awalnya terkejut, namun saat tahu siapa yang mencegahnya ia memutar bola matanya malas. " Ada perlu apa pak ? " tanya Fyth malas.


" Bisa kita bicara berdua ? " tanya Davin kepada Fyth. Sungguh Davin merindukan gadis tengilnya ini. Pandangan Davin lantas menuju ke arah bibir mungil yang di ciumnya beberapa hari yang lalu itu. Rasanya sangat manis sekali...


" Bicara tentang apa pak ? " Ketus Fyth seraya melipat kedua tangannya di dada membuyarkan lamunan Davin.


" Tidak disini, ikut saya "ajak Davin yang membuat Fyth menatap curiga pada dosen mesumnya itu.


" Bapak gak berniat ngapa-ngapain saya kan ? " Menatap curiga Davin.

__ADS_1


Davin yang terlampau gemas, segera menarik tangan Fyth menuju mobil dan menyuruhnya masuk. " Ayo masuk, jika tidak saya cium kamu disini " ancam Davin yang sukses membuat Fyth menurut tanpa bantahan sedikitpun. Davin tersenyum tipis melihat kucing bandelnya itu menurut karena ancamannya.


Davin segera memutari mobilnya, masuk ke kursi pengemudi dan membawa Fyth ke suatu tempat untuk mengobrol berdua. Dimana hanya Davin yang tahu....


__ADS_2