Se Anting

Se Anting
Bab 8


__ADS_3

Dikediaman Pratama, telah berkumpul hampir semua keluarga besar. Sudah rutinitas bagi mereka setiap hari sabtu berkumpul bersama sebagai bentuk rasa syukur dan mempererat tali silaturahmi. Kedua adik mommy Nathalie, Cuzya dan Nayna pun tak ketinggalan turut menyemarakkan acara. Mereka hadir bersama suami serta anak mereka masing-masing. Hanya saja sang Kaka, Bima serta istrinya tidak dapat turut hadir karena sedang di luar kota.


Tak hanya itu, adik daddy Barack turut tak ketinggalan. Putra beserta istrinya, mereka rela jauh-jauh datang dari Kota Y demi berkumpul dan bercengkrama dengan keluarga yang lainnya.


Namun sayang, adik daddy Barack yang bungsu mengabarkan tidak dapat hadir. Padahal jauh hari sudah berjanji akan datang.


" Mbak Nath, bontot kapan pulangnya mbak " tanya Cuzya yang kerap dipanggil Cucu ini kepada sang kakak.


" Mungkin sebentar lagi Cu, " Jawab mommy Nathalie seraya melihat jam tangannya.


" Biasanya pulang kuliah jam segini mbak ? " Sahut Nayna atau yang biasa disapa Nana ini.


" Biasanya udah pulang jam segini, mungkin ada tambahan jadwal lagi Na " Ujar mommy Nathalie.


" Atau mungkin masih di jalan mbak " sela Chomy, istri Andrew yang di setujui ketiganya.


Tak berselang lama, terdengar deru suara mobil memasuki mansion, Alysha dan Cinta sontak berlari menuju pintu utama. Yaa, Alysha adalah putri dari Nana atau Nayna.. adik ketiga mommy Nathalie. Sedangkan Cinta putri di dari adik kedua Nathalie yakni Cuzya atau Cucu.


" Yeay, Tante Fyth pulang " teriak Alysha dan Cinta di depan pintu utama.


Fyth di dalam mobil mengerutkan keningnya, " Duo bandel ? Ngapain disini, " Ucap Fyth sontak membuat Raffa ikut menolehkan kepalanya ke arah pandang sang adik.


" Apa ini hari Sabtu ? " Tanya Raffa yang di jawab anggukan kepala oleh Fyth. Lantas Raffa menepuk keningnya, ia ingat jika Sabtu acara kumpul keluarga besarnya.


" Kumpul keluarga bontot " kata Raffa sembari melepas seatbelt dan turun dari mobilnya. Fyth mengikuti yang dilakukan Raffa dan segera mengekori kakaknya memasuki mansion.


Alysha dan Cynta yang melihat sang kakak bar-bar mendekat sontak berteriak, " Tante Fyth, om Raffa " teriak duo bandel bersamaan. Fyth yang mendengar panggilan tante sontak mendengus kesal, segera ia percepat langkahnya menuju kedua sepupunya itu.


Fyth yang hampir sampai di depan keduanya segera memutar posisi hingga berdiri di belakang mereka. Setelah itu, Fyth mengeluarkan jurus andalannya kepada kedua sepupu lucknutnya ini. Jurus mengapit ketiak, menjepit kepala keduanya pada ketiak Fyth.

__ADS_1


" Rasain, ampun nggak kalian ? Panggil kakak, enak aja main ganti jabatan gue sebagai kakak kalian heh ? " Seraya terus menekan pitingannya perlahan.


" Aaaa... iya iya iya... Ampun Kaka Fyth, ampun " Mohon keduanya. Fyth segera melepaskan pitingannya, dan menepuk kedua tangannya seperti berhasil membersihkan sebuah debu.


Alysha dan Cynta sontak mendengus kesal bersamaan. Raffa yang melihat tingkah ketiganya lantas terkekeh, " Ada-ada saja " pikirnya.


Raffa berjalan masuk terlebih dahulu ke dalam mansion, lalu di ikuti oleh kedua adik sepupunya. Fyth yang baru akan masuk menyusul kakak dan juga kedua adik sepupunya, sontak urung saat mendengar ada yang memanggilnya berulang kali.


" Bontot.... " Panggil seseorang, namun Fyth tak mengindahkannya. Karena terlampau kesal tidak ada respon, seseorang itu akhirnya berteriak cukup kencang sekali.


" Tobaaarrrrr....... Bontot bar-baaaarrrrrrr.... " Teriak seseorang itu. Fyth yang mendengar pun lantas membalikkan badannya ke arah sumber suara.


Saat melihat seseorang itu, senyum merekah terpatri dalam wajah Fyth. Akhirnya, Dia yang paling disayang dan ditunggu datang juga....


🐿️🐿️


Anila duduk termenung dipinggir jendela, ingatannya kembali pada sosok lelaki tampan yang bertemu dengannya di restauran saat tabrakan kecil itu terjadi. Anila merasa wajahnya sedikit mirip dengan seseorang, namun siapa, Anila menjadi bingung sendiri. Namun wajahnya terasa familiar.


" Tapi dia tampan sekali " ujarnya seraya tersenyum manis.


Anila kembali mengingat kilasan bayangan yang terjadi di tempat parkir restauran itu. Entah mengapa, ia merasakan jantung berdegup kencang kala mengingat sosok lelaki tampan yang telah bertabrakan dengannya.


" Semoga kita dipertemukan kembali tuan tampan " monolognya dalam hati.


Di sisi lain, Raffa yang memasuki ruang kerjanya segera membuka file berisi gadis incarannya itu. Raffa yang tadi terburu-buru menjemput Fyth, segera menghubungi Dimas untuk meng-emailkan data gadis tersebut.


Raffa begitu serius membaca setiap informasi tanpa ingin terlewat satupun. Mulai dari ekspresi tersenyum, mengerutkan keningnya, hingga ekspresi terkejut saat membacanya. " Jadi namanya Anila Floresyia Nugraha " kata Raffa dalam hati.


Kalimat terakhir cukup membuat Raffa terkejut seketika, " What ?!!! " Sontak Raffa membulatkan matanya. " Anila, sahabatnya si bontot " lanjut Raffa masih dengan ekspresi terkejutnya.

__ADS_1


Tak lama Raffa pun tersenyum sumringah, sebuah ide licik terlintas dalam benaknya. " Aku akan mendapatkanmu kucing nakal, mari mulai awal pertemuan dan perkenalan kita besok pagi " ujar Raffa seraya tersenyum smirk.


" Hachim..... " Anila menggosok hidungnya yang tidak gatal, " siapa yang ngomongin gue nih, " katanya.


🐿️🐿️


Indri sedari tadi memanyunkan bibirnya, bagaimana mungkin lelaki bernama Tama ini bisa mengetahui jika dirinya berada di cafe. " Apa dia cenayang ? " Indri sontak bergidik ngeri.


Tama yang melihatnya pun mengerutkan keningnya, " Apa yang ada dipikiran gadis ini, " monolognya dalam hati.


" Kau suka makan bakso ndri ? " Tanya Tama seraya meminum kopinya.


" Suka " jawab Indri singkat.


" Kalau aku gimana ? " Goda Tama yang berhasil membuat semburat merah di pipi Indri.


" Apaan sih, mau makan bakso tidak, " cemberut Indri.


" Mau dong, asal disuapin ya, ya " ucap Tama semakin menambah semburat merah di kedua pipi Indri.


" Makan sendiri dong, pu... punya tangan kan " ucap Indri terbata seraya mengalihkan pandangannya.


Tama tersenyum dalam hati melihat sifat malu-malu Indri. Dirinya yakin, cepat atau lambat pasti bisa menaklukkan hati Indri.


Entah bagaimana reaksi Indri jika mengetahui bahwa ini semua ada campur tangan sahabat tengilnya, Fyth.


Indri tidak menggubris ucapan Tama, dirinya lebih memilih memandang sekeliling. Suasana hari ini, entah mengapa terasa begitu indah. Apa mungkin karena ada dia atau mungkin memang hari ini dunia sedang berbahagia.


Tama yang melihat Indri seperti melamun sontak memegang tangan Indri untuk menyadarkannya. Sungguh Tama tidak mengerti apa yang sedang dipikirkan gadis ini. Apakah kehadirannya kurang membuat nyaman dirinya atau mungkin ada sesuatu yang mencoba menyulitkannya.

__ADS_1


Indri tersentak kala tangannya ada yang memegang. Saat ia menolehkan pandangannya, tak sengaja pandangan matanya bertemu dengan mata Tama. Untuk sesaat mereka saling memandang satu sama lain, saling mengagumi, saling memuji dalam hati masing-masing, hingga.....


" Permisi mas, mbak... Ini pesanannya.....


__ADS_2