Se Anting

Se Anting
Bab 55


__ADS_3

Kini Fyth berada di ruangan Davin, dimana pergelangan kaki Fyth dipijat Davin akibat terkilir. Niat hati kabur dari kelas malah berakhir pingsan di lantai karena terpeleset. Dengan menahan nyeri saat di urut, Fyth membuka ponselnya dimana banyak notifikasi dari nomor tak dikenal.


Kening Fyth berkerut, saat membaca banyak pesan di ponselnya bahkan ucapan Davin pun ia abaikan. Seketika senyum tipis tersungging di bibirnya, saat mengetahui siapa peneror pesan tak bernama itu. Siapa lagi jika bukan Leon, sosok gagah yang mendapat predikat julukan om mesum darinya.


Karena tingkat ketengilan Fyth yang tinggi, ide brilian melintas dalam otak cantiknya. Ditariknya Davin untuk mendekat, lalu disandarkan tubuhnya pada dada Davin seraya berpose sexy dimana nampak keduanya seolah sedang berciuman mesra. Dalam hitungan ketiga hasil potret dalam kamera didapat. Senyum smirk tersungging di bibir Fyth, dengan sedikit polesan segera dikirimnya pada nomor Leon. Rasain, jingkrak-jingkrak kan lue ntar, gumam Fyth pelan.


Sementara Davin mengerutkan keningnya penasaran dengan apa yang di lakukan tunangannya itu. Perlahan Davin merapat dan mengintip ponsel Fyth. Matanya membulat sempurna saat melihat hasil foto yang dikirimkan Fyth kepada nomor yang tak dikenalnya.


"Sayang, itu nomor siapa? Dan foto itu ?" Tanya Davin.


"Om mesum," singkat Fyth.


"Om mesum? Siapa sayang?"


"Leonardo Geovan Radiga atau bisa di bilang kakakku juga sayang." Ujar Fyth.


Mendengar nama rivalnya membuat Davin mengetatkan rahangnya dengan tangan terkepal. Bagaimana dia bisa mengetahui nomor tunangannya itu.


"Sayang, bagaimana dia tahu nomormu?" Kesal Davin.

__ADS_1


"Mana ku tahu, bukan aku juga yang ngasih."


"Sayang, aku tak suka dia menghubungimu." Rengek Davin manja.


Fyth memutar bola matanya malas, apa tidak terlihat jelas jika saat ini ia sengaja membuat si klepon seperti cacing kepanasan saat melihat foto mesra mereka berdua. Dengan sabar Fyth mulai menjelaskan siapa Leon sebenarnya dan apa status mereka sesungguhnya.


Diam dan menganggukkan kepalanya tanpa menyela, Davin mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Fyth.


*


*


*


Prank!


Dipa yang melihat bosnya mengamuk malah komat kamit seolah membaca mantra. Tiada angin tiada hujan tiba-tiba murka membuat Dipa mengira jika bosnya itu sedang kerasukan.


Diraihnya segelas air putih diatas meja lalu dibawa ke dalam ruangan bosnya, Leon. Bermodal keyakinan separuh raga, Dipa menyembur muka Leon dengan air yang berada ditangannya.

__ADS_1


Mendapat perlakuan menyebalkan dari Dipa membuat Leon semakin murka hingga meraih air diatas mejanya lalu menyiramkannya kepada Dipa begitu saja.


"Tuan, kok saya disiram? Kan saya mau nolongin tuan yang lagi kesurupan." Ucap Dipa seraya memeras jass seenaknya.


Sungguh asisten kurang ajar, berani sekali mengatai dirinya kesurupan. "Adipati," ucap Leon penuh penekanan. "Bonusmu bulan ini hangus!".


Mendengar kata bonus hangus, sontak Dipa mengalihkan pandangannya pada sang bos. Oh tidak bisa, bonus harus tetap turun bulan ini. Pikirnya.


"Jangan dong bos, nanti saya batal kawin bos. Masak saya nikah modal kurang bos." rengek Dipa tak terima.


"Cih! Bukan urusan saya," ketus Leon sembari berjalan menuju kamar pribadinya untuk berganti pakaian.


"Sebagai gantinya, saya akan membuat nona Fyth datang menemui anda. Bagaimana tuan?" Tawar Dipa.


"Kau yakin? Aku saja tidak yakin dengan tampangmu itu."


"Tampang saya kan ganteng tuan," ucap Dipa penuh percaya diri.


"A D I P A T I," teriak Leon kesal.

__ADS_1


__ADS_2