Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Aku Harus Kuat


__ADS_3

Tujuh bulan kemudian...


Tujuh bulan setelah perceraian ku dengan Abim. Masalah ku tidak berhenti sampai disitu saja. Cobaan terus saja datang menghampiri ku silih berganti.


Belum lagi pertentangan ku dengan mantan mertua yang tidak mengizinkan aku untuk bekerja.


Akhh.. rasanya kepala ku mau pecah! Jika memikirkan itu semua! Tapi semua ku nikmati saja.


Mereka tidak tau apa yang ku rasakan! Kebutuhan hidup aku dan anak-anak, tetap berjalan terus.


Sedangkan Abim mengirimi uang tidak sebanyak dulu, bahkan tidak menentu setiap bulannya!


Terus aku harus berpangku tangan kepada siapa? Jika terus begini? Tidak mungkin kan aku harus meminta kekurangan kepada Abim atau mantan mertua untuk menanggung biaya hidup ku dan anak-anak!


Tidak! Aku harus bisa menafkahi kedua anakku dan diriku. Selama aku masih sehat dan kuat untuk bekerja! Aku akan berkerja mencari rezeki yang halal.


Makanya aku terus mencari pekerjaan! Dan akhirnya aku mendapatkan suatu pekerjaan dipemda setempat dibagian administrasi. Itu semua atas bantuan Arif yang mempunyai kenalan pegawai dipemda itu!


Aku berangkat dari rumah jam tujuh pagi dan pulang jam dua siang. Hanya lima belas menit perjalanan. Sedangkan anak-anak aku titipkan sementara pada Atika, mama ku!


.


.


.


Arif memberitahu ku, untuk mencoba melamar PNS jika ada penerimaan CPNS nantinya. Katanya, siapa tau ada rezekinya. Jadi ada masa depan untuk ku!


Aku bersyukur masih ada keluarga yang selalu mendukung ku pada setiap langkahnya!


****


Dirumah...


Jam 11.00 WIB


Hari ini adalah hari Sabtu, kebetulan hari ini aku libur bekerja! Aku sedang santai dirumah, pekerjaan rumah sudah beres! Duduk-duduk didepan warung sambil menunggu pembeli.


Ketika sedang duduk santai dirumah! Sisil mengajak ku untuk pergi jalan-jalan. Sudah lama sekali tidak pergi jalan-jalan bersama untuk menghibur mereka!


"Bun, ayo dong jalan-jalan!" Pinta Sisil dengan nada manjanya!


Aku menjawab dan berdiri dekat Sisil sambil berkata. "Emang kakak mau kemana?"


Sisil sambil mencemberutkan ujung bibirnya. Kemudian dengan suara seperti anak yang meminta sesuatu, dengan manjanya berkata. "Bosan bun dirumah! Ayo bun!"


Tiba-tiba dering ponsel ku berbunyi. Ku lihat panggilan itu. Itu dari Abim! Kata ku pelan.


"Jangan diangkat bun! Kita pergi aja, ayo cepat bun!"


Sisil menarik tangan ku dan berjalan masuk kedalam rumah. Ia tidak membiarkan sedikit pun, aku untuk mengangkat panggilan tersebut.


Betapa kesal dan marahnya Sisil pada ayahnya! Bagaimana tidak? Sisil sudah menginjak remaja, jadi ia mengerti apa yang dialami oleh ku.


.


.


Aku melepaskan tangan Sisil yang menarik tangan ku! Berusaha menjelaskan kepadanya dengan lemah lembut!


"Sil, apa yang dilakukan ayah terhadap bunda! Itu adalah urusan ayah sama bunda! Dan itu hanya masa lalu, setiap orang pernah salah! Apalagi Ayah! Jadi doakan saja Ayah bisa lebih baik sama kalian berdua! Ayah sama bunda bisa berpisah! Tapi hubungan kalian berdua sama ayah, tetap ada! Hubungan ayah dan anak!"

__ADS_1


Raut wajah Sisil sangat kesal, ia berdecih tidak terima! Lalu pergi sambil berkata "Aku benci ayah!" Kemudian ia membanting pintu kamarnya!


Aku membiarkan Sisil sendirian didalam kamarnya! Percuma juga jika aku menghampiri Sisil yang sedang marah! Ia tidak akan mendengar perkataan ku!


Berjalan mendekat kearah kamar! Dari balik pintu, aku mendengar suara tangisan Sisil! Lalu menjauh dari kamarnya!


Apa aku harus menghubungi balik ya! Takutnya ada yang penting yang mau disampaikan! Tapi? Gumam ku sendirian sambil mondar-mandir didalam kamar!


Akhhh... biar sajalah!


****


Jam 14.00 WIB


Mall...


Aku akhirnya mengajak pergi, kedua buah hati ku. Ku lihat ada raut bahagia diwajah Sisil. Amarahnya seketika hilang ketika aku mengajaknya untuk berjalan-jalan! Sedangkan Aisyah, ia meloncat kesana kemari tidak bisa diam! Itu caranya mengungkapkan kegembiraannya!


Aku mengajak mereka main ditime Zone yang berada didalam mall tersebut!


Ku keluarkan uang seratus lima puluh rupiah untuk membeli voucer isi ulang permainan.


Setelah itu, ku biarkan mereka menikmati permainan sepuasnya! Aku hanya tinggal mengikuti dan mengawasi mereka!


****


Setelah lelah bermain, terdengar suara nyanyian dari dalam perut mereka berdua!


Aku tersenyum ketika mendengarnya, lalu ku ajak mereka berdua untuk makan!


.


.


Aku menjalankan motor ku untuk kembali pulang!


****


Tiga hari kemudian..


Dikantor...


Semua berlalu seperti biasa, tiada yang berbeda! Tapi hari itu, ketika aku sedang bekerja!


Aku mendapat telepon dari mama Atika! Mama berkata, "Assalamualaikum! Manda, Aisyah sakit nak!"


"Waalaikumsalam! Ma, tolong kasih obat penurun panas! Nanti aku, telepon Sisil biar mengantarkan kerumah mama!" Jawab ku. Aku disini tapi pikiran ku mulai melayang jauh kerumah! Memikirkan sikecil Aisyah yang sedang sakit!


Mama pun berkata kembali! "Sudah dikasih obatnya! Nanti kalau gak turun juga panasnya! Kamu bawa Aisyah berobat!"


"Iya, ma! Sebentar lagi aku pulang! Tolong jaga Aisyah untuk ku!"


Aku tidak tega, meninggalkan Aisyah yang sedang demam! Untuk pertama kalinya, aku tidak berada disisinya!


"Pasti, mama jagain Aisyah! Kamu gak usah khawatir! Sudah dulu ya! Assalamualaikum!"


Perkataan mama Atika, membuat ku sedikit lebih tenang. Aku melanjutkan pekerjaan! Sambil bola mata ku melirik kearah jam yang berada didinding. Berharap agar waktu cepat berputar!


Tidak sabar rasanya, jika harus menunggu lama! Tapi bagaimana lagi! Tidak mungkin juga meninggalkan pekerjaan yang baru ku tekuni ini!


.

__ADS_1


.


Jam 14.00 WIB


Rasanya lega sekali, karena sudah jam dua. Itu artinya pekerjaan ku sudah berakhir. Membereskan semua yang berada diatas meja kerja. Lalu segera bergegas keluar menuju parkiran!


"Mbak, buru-buru banget mau kemana?" Tanya Grace teman kerja ku, yang melihat ku jalan begitu cepat.


Sambil berjalan, aku jawab saja! "Anak ku sedang sakit! Aku duluan ya!"


"Iya mbak hati-hati!"


Sampai diparkiran, aku langsung memakai helm dan menyalakan motor. Pergi meninggalkan kantor menuju rumah.


****


Dirumah..


Ku lihat wajah pucat dan tubuh yang lemas tidak berdaya sedang tertidur diatas kasur berwarna pink dan bergambar kartun kesayangannya!


Ku sentuh tubuhnya, terasa suhu tubuh yang meninggi. Dalam tidurnya terus memanggil-manggil ayahnya!


"Ma, ma!" Teriak ku yang panik memanggil mama ku. Mengambil tas yang tergeletak diatas meja dan ku taruh dibahu.


Mama Atika datang dan melihat ku yang sedang menggendong tubuh mungil Aisyah! "Ada apa?"


"Ma, tolong temanin Sisil dirumah! Aku mau bawa Aisyah berobat!"


Aku berjalan keluar rumah dengan mengendong Aisyah. Dalam dekapan ku, ku rasakan Aisyah mengigau!


.


.


Aku pergi dengan naik mobil online yang sudah dipesan. Melaju dengan cepat melintasi jalan-jalan menuju rumah sakit!


Dirumah Sakit...


Aku turun dan membayar mobil online. Berjalan dengan cepat menuju ruang IGD. Setelah Aisyah mendapat pertolongan dari perawat dan dokter disana!


Ku rasakan kaki ini gemetar. Tak kuat untuk berpijak! Rasa takut tentang keadaan Aisyah, membuat perasaan tidak karuan.


.


.


Menunggu selama setengah jam. Dokter keluar dari ruang IGD. Menemui ku yang berada diruang tunggu!


Dokter pun menjelaskan semuanya tentang kondisi Aisyah! "Bu, maaf! Keadaan anak ibu harus segera mendapatkan perawatan."


"Memang apa yang terjadi dengan anak saya, dok!" Tanya ku dengan membelalakkan mata kearah dokter. Jantung ku semakin berpacu dengan tidak karuan. Kaki mulai lemas untuk berpijak.


Dokter menjelaskan panjang lebar mengenai kondisi Aisyah. Mau tidak mau demi keselamatan Aisyah. Aisyah harus mendapat perawatan! Walaupun biaya perawatan cukup mahal!


Bersambung..


Apa yang terjadi dengan nasib Aisyah? Akankah Abim membiayai perawatan Aisyah? Lalu bagaimana dengan mantan mertuanya, yang mengetahui Aisyah dirawat!


...✨✨✨✨✨✨...


...Selalu dukung cerita author biar tambah semangat, mau like, fav, rate, hadiah atau votenya ketika selesai membaca. Jangan lupa komentarnya! Dukungan kalian sangat berarti bagi author!Jam 21.00 WIB...

__ADS_1


__ADS_2