
Dirumah..
Jam 19.30 WIB.
Hari ini Luna sengaja mampir kerumah ku bersama putrinya Keyra. Aku menceritakan semua kebahagiaan ku kepada sahabat ku, Luna.
Jadi Luna mau mendengarkan semuanya kepada ku. Luna tadinya tidak menyangka bahwa Bimo akan menjadi suami ku dan ayah sambung buat Aisyah dan Sisil.
"Serius.. Bimo sudah melamar kamu?" Tanya Luna heboh sekali!
'"Iya gak percaya banget sih. Nih aku video call mas Bimo. Biar kamu percaya!"
Aku bercanda mau menelepon Bimo, tapi siapa sangka. Bimo menghubungi ku.
Dert..dert..
"Bunyi tuh .." Kata Luna yang mendengar suara ponsel ku berdering.
Aku mengangkat panggilan video call tersebut.
Panggilan pun tersambung kepadanya.
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam. Mas ada yang nyari. Masih ingat sama Luna kan!"
Aku mengarahkan kamera kearah Luna. Luna tersenyum kepada Bimo.
"Hai mas Bimo, masih ingat kan sama aku! Luna sahabatnya Manda!"
Bimo pun membalasnya. "Tentu saja, aku masih ingat. Apa kabar Luna?"
'Alhamdulillah baik mas Bimo. Mas Bimo selamat ya!"
"Terima kasih. Mas mau ngomong sama Manda ya.. Anggap aja aku gak ada!"
"Enggak kok, aku mau ngobrol sama anak-anak." Kata Bimo.
"Sebentar ya mas, aku kekamar anak-anak!"
Aku bangun dari duduk dan berjalan kearah kamar anak-anak.
"Dek, kak.. ini om Bimo mau ngomong sama kalian berdua."
Aisyah mengambil ponsel ditangan ku kemudian mereka melakukan video call kepada Bimo.
Sedangkan aku kembali duduk bersama Luna. Kembali menceritakan tentang Bimo.
Luna turut senang dan ikut berbahagia. Akhirnya aku bisa menemukan pendamping hidup yang mau menerima aku dan anak-anak.
"Oh iya, bagaimana kabar tuh sih Abim! Jadi laki gak ada tanggung jawab sama anaknya. Belum kena azab dia?"
Aku tersenyum melihat Luna yang kesal. Memang banyak sekali yang mengucap sumpah serapah buat Abim.
"Aku gak tau dimana Abim? Bagaimana kabarnya? Masih dengan Reyna atau gak? Aku sudah gak peduli lagi dengan seorang Abimanan. Aku ingin menutup rapat-rapat tentang dia. Dan membuka lembaran baru untuk mas Bimo!"
"Nah ..gitu dong! Move on dari sih brengsek!!!"
Aku mengernyitkan keningku. Melihat Luna seperti itu.
"Cari makan yuk..Lapar nih!"
"Go food aja ya.." Kata ku.
__ADS_1
Luna langsung membuka ponsel miliknya dan mencari menu makanan yang mau dimakan olehnya.
Aku baru ingat bahwa ponsel ku masih ada sama anak-anak. Aku berjalan kekamar dan melihat mereka bertiga sedang bermain.
"Kak, sudah selesai video call sama om Bimo."
"Sudah Bun! Ini!"
Aku mengambilnya dari tangan Sisil dan pergi keluar kamar. Kembali duduk bersama Luna menikmati kebersamaan bersama sahabat.
Mumpung Luna sedang berkunjung kerumah dan malam ini menginap dirumah ku.
.
.
Tak lama pesanan makanan yang Luna pesan akhirnya sampai. Ternyata Luna memesan ayam geprek plus nasi. Minumannya yaitu bobba milik tea.
Anak-anak langsung keluar ketika mendengar kata makan! Ketiganya duduk dan makan bersama.
"Bun, aku gak mau sambal."
"Ya.. sini buat bunda. Jangan lupa baca bismillahirrahmanirrahim." Suruh ku pada semuanya sebelum makan.
Kebersamaan yang menyenangkan. Canda dan tawa mewarnai malam itu. Sudah lama sekali mereka bertiga berkumpul bersama.
Walaupun Keyra bukan saudara buat Aisyah dan Sisil tapi keakraban mereka bertiga bagai saudara. Karena mereka bertiga sudah dekat sejak kecil. Seperti kedekatan antara persahabatan ku dengan Luna.
****
Jam 23.00 WIB
Malam semakin larut, anak-anak sudah tidur bersama dikamarnya. Sedangkan aku dan Luna baru saja selesai berbincang-bincang. Maklum sudah lama tidak bertemu.
Aku menonton tv saja sambil menunggu rasa ngantuk itu datang.
.
.
Lama-lama aku mulai memejamkan mata. Tapi pendengaran ku masih mendengar suara TV.
Satu jam aku sudah tidak sadarkan diri. Sudah tertidur lelap dengan membawa sejuta mimpi.
Acara tv masih tetap berlangsung.
Hingga aku pun lupa mematikan tv..
****
Keesokan paginya..
Jam 08.00 WIB
Aku, Luna beserta anak-anak berolah raga bersama. Mengelilingi perumahan sekitar tempat ku tinggal. Dengan berlari kecil untuk mengeluarkan keringat dari dalam tubuh ku.
Anak-anak juga ikut berlari, walaupun lelah tetapi mereka senang.
"Hey..jalannya jangan ditengah ya?" Kata Luna yang menyuruh mereka bertiga untuk tetap berjalan dipinggir.
"Siapp bos!" Canda Aisyah kepada Luna.
Mereka bertiga tersenyum dengan kocaknya ketika mendengar Aisyah mengatakan itu!
__ADS_1
Setelah Selesai berlari mengelilingi perumahan selama satu jam. Kami semua berhenti ditukang bubur yang mangkal. Tidak jauh jaraknya dari perumahan.
Kami semua memesan bubur ayam untuk mengisi perut kami semua.
"Pak bubur ayam 5 porsi."
"Makan disini?" Ungkap tukang bubur ayam.
"Iya pak!"
Tukang bubur itu membuat 5 mangkok bubur ayam. Setelah selesai diletakkan diatas meja.
Semuanya menikmati dengan nikmatnya dan menghabiskan bubur ayam tanpa tersisa!
Lagi-lagi Luna yang membayar bubur ayam itu. Katanya sekarang biar aku saja yang bayar tapi nanti kalau sudah jadi nyonya Bimo, baru kamu yang bayar.
Luna memang sahabat yang mengerti sekali tentang ku. Kami bersahabat sudah sejak lama. Kami berdua adalah teman SMP tetapi beda sekolah.
.
.
.
Kami semua kembali pulang kerumah. Beristirahat sebentar lalu mandi untuk membersihkan diri dari keringat yang menempel ditubuh.
Jam 13.00 WIB.
Luna berpamitan untuk pulang kerumah. karena hati ini suaminya akan pulang.
"Manda aku gak bisa menginap lagi. Hari ini ayahnya Keyra pulang dari Australia."
"Iya nanti lain kali kita kumpul lagi ya! Oh iya ini aku mau mengembalikkan uang yang pernah aku pinjam untuk biaya rumah sakit."
"Emang kamu udah ada?"
"Ada. Terima kasih ya. Maaf lama sekali!"
"Aku terima ya. Sama-sama."
Luna pergi bersama Keyra dengan mobil yang sudah menjemputnya!
Anak-anak sedih, kebersamaan mereka hanya sampai disini!
Aisyah sedih dan memeluk ku. Lalu aku berkata kepadanya. "Ehmm .. anak bunda kenapa sedih? Hilang deh cantiknya! Jangan sedih ya manis!"
"Iya dek, kenapa sedih? Nanti kan Keyra pasti kesini lagi!" Ungkap Sisil untuk menenangkan hati adiknya!
"Iya kak, tapi emang jadi sepi kan?"
"Mau ramai...dipasar dek! Ramai kan!" Ledek Sisil yang membuat adiknya makin menjadi.
Aku dan anak-anak masuk kedalam. Kemudian mengajak mereka untuk sholat bersama.
Sisil dengan cepat langsung berjalan kekamar mandi untuk mengambil air Wudhu. Tapi adiknya, ada saja alasan ketika disuruh sholat.
"Dek..ini ayok sholat. Bunda udah..kakak juga udah." Kata ku dengan pelan.
"Entar ya Bun. Dikit lagi!" Sahutnya sambil memegang mainannya!
"Adek... kalau gak sholat semua mainannya! Bunda buang ketong sampah!"
"iya bun!"
__ADS_1
Kalau sudah tidak mendengar apa yang aku suruh, apa lagi mengenai sholat! Aku sangat marah! Tapi bukan berarti aku marah yang bagaimana dulu! Ini semua ku lakukan untuk bersikap tegas kepada mereka. Apalagi ini soal agama dan menjalankan perintah Allah.