Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Ulah Audy


__ADS_3

Tanpa rasa sakit


Kita tidak akan pernah


Belajar untuk menjadi kuat.


Tanpa rasa kecewa


Kita tidak akan pernah


Belajar untuk menjadi dewasa


Tanpa kehilangan


Kita tidak akan pernah


Belajar arti iklas


 -----------------------------


Bimo menceritakan semua tentang perjalanannya tadi. Perjalanan yang cukup melelahkan bersama Harris demi bertemu dengan Adlan dan Reyna.


"Adlan dan Reyna memang sudah tertangkap, tapi aku belum bisa bernapas lega karena putusan sidang belum final. Aku inigin Adlan dihukum seberat-beratnya!" Ucap Bimo dan tangannya mengepal.


"Bukannya semua bukti tertuju pada Adlan. Jadi serahkan saja semuanya pada pengacara, mas!"


"Iya, besok aku akan bertemu dengan pengacara. Aduh, besok jadwal ku banyak banget."


Bimo baru ingat bahwa besok ada jadwal diponpes dan beberapa tempat untuk syi'ar nya.


Belum lagi harus membawa adiknya kepsikiater.


"Mas, memang besok mau kemana saja? Bukannya hanya diponpes saja."


"Bertemu dengan pengacara, anter ummi dan abi kepsikiater, undangan kebeberapa tempat, ponpes! Alhamdulillah masih dikasih kepercayaan dan rezeki buat dede untu!


"Hemm!"


.


.


Hari sudah semakin malam, bulan dan bintang menerangi dimalam hari. Suara jangkrik mulai terdengar.


Aku pun mulai mengantuk dan akhirnya beristirahat diatas tempat tidur yang begitu empuk. Sedangkan Bimo menghabiskan waktu setelah sholat isya untuk mengaji.


****


Keesokkan paginya


Jam 08.00 WIB


Setelah selesai sarapan pagi, Bimo bergegas pergi untuk melakukan aktifitasnya.


Kalau aku, masih sama. Dirumah saja dan tidak melakukan aktifitas berat sampai kondisi ku benar-benar pulih.


Jenuh.. sangat! Tapi semua ini demi


dede untu didalam kandungan ku. Ini adalah buah cinta ku dengan Bimo.


.


.


Aku hanya mondar mandir gak jelas. Tidak ada yang bisa ku lakukan. Membaca, mengaji, menonton tv, lama-kelamaan semua itu menjadi jenuh. Hari terasa lama untuk dilalui.


Jam 10.00 WIB


Dert..dert...


Terdengar suara telepon, ku angkat panggilan tersebut.


"Assalamualaikum."

__ADS_1


"Waalaikumsalam. Manda ini ummi, bisa minta tolong kesini gak. Ummi butuh bantuan!" Kata ummi Dwi dengan nada suara yang terdengar sangat ketakutan.


"Ada apa ummi?"


"Abi.. Abi.. hiks.. hikss..." Ucap ummi dan menangis tanpa bisa menjelaskannya.


"Iya nanti, aku minta ijin dulu sama mas Bimo.."


"Abiii...." Teriak ummi semakin kencang.


"Hallo.. halllo ummi.."


Tidak ada jawaban dari ummi Dwi. Aku semakin panik. Tidak tau sebenarnya apa yang terjadi disana. Semoga tidak terjadi apa-apa. Harap ku cemas.


Aku mencoba menghubungi Bimo dan akhirnya tersambung.


"Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam! Ada apa sayang?"


"Mas, tadi ummi telepon aku! Tapi gak tau apa yang terjadi disana! Terus ummi minta aku datang kesana. Mas coba deh tolong pastikan keadaan disana? Aku cemas banget!"


"Iya, mas akan telepon ummi sama abi." Ucap Bimo pelan dan membuat ku sedikit lebih tenang!


"Mas, jangan lupa kasih kabar ke aku!"


"Iya sayang! Sudah dulu ya, Assalamualaikum!"


Panggilan telepon pun berakhir! Aku menunggu dengan sangat cemas dirumah!


****


Ditempat lain..


Padahal, Bimo sedang dalam perjalanan kerumah orang tuanya!


Memang tadi ada panggilan telepon masuk kedalam ponselnya. Tapi tidak diangkat karena Bimo sedang berhenti dipom bensin dan belum sempat menghubungi kembali.


Dirumah orang tua Bimo..


Setelah sampai diparkiran, Bimo langsung turun dari mobilnya! Berlari kedalam rumah.


Cekrek...


"Assalamualaikum!"


Tidak ada jawaban! Mata Bimo terus mencari seseorang tapi tidak ada.


Bimo langsung mendengar suara dari arah kamar Audy. Dengan langkah yang cepat, akhirnya Bimo sampai dikamar Audy.


Dengan matanya, Bimo melihat Abi yang tergeletak dilantai dan tidak sadarkan diri! Sedangkan ummi hanya menangis, memanggil abi!


Bimo langsung berlari kearah Abi Harun dan memanggilnya.


"Abi bangun, ini Bimo .. Abi bangun!" Panggilnya dengan kencang.


Namun sayang, panggilan dari Bimo tidak membangunkan Abi Harun!


Bimo lalu mengangkat tubuh Abi kedalam tangannya dan segera membawanya kedalam mobil.


Setelah berada didalam mobil. Bimo pergi mengantar Abi kerumah sakit, ummi Dwi pun ikut serta.


Bimo terus mengemudikan mobil dengan kencang, perjalanan fokus menuju rumah sakit. Tanpa menanyakan apa yang terjadi pada umminya!


Dirumah sakit..


Setelah sampai dirumah sakit, Abi Harun akhirnya mendapatkan perawatan medis dari dokter.


Bimo dan ummi menunggu diluar! Saat sedang menunggu Bimo baru sempat menanyakan kejadian yang menimpa Abi Harun.


Ternyata itu semua karena ulah Audy yang marah karena terus memanggil nama Adlan yang tidak datang kehadapannya!


Abi berusaha menenangkan Audy dengan caranya tapi tidak berhasil. Malah yang terjadi adalah Abi terdorong oleh Audy. Akhirnya terjatuh dan kepalanya terkena sesuatu yang keras sehingga menyebabkan Abi pingsan.

__ADS_1


Bimo hanya diam mendengarkan Ummi bercerita, setelah selesai barulah Bimo menanyakan tentang keberadaan adiknya.


"Lalu dimana Audy ummi?"


"Audy pergi, gak tau kemana?" Jawab ummi.


Belum selesai bercerita akhirnya pembicaraan mereka terhenti oleh kedatangan dokter yang ingin memberitahukan keadaan Abi.


"Permisi, dengan keluarga pak Harun?" Tanya dokter.


"Iya dok, saya anaknya dan ini ummi."


"Keadaan pasien sudah tidak apa-apa dan tidak perlu dirawat. Saya akan memberikan beberapa obat untuk diminum."


"Terima kasih dok!"


"Sama-sama. Kalau begitu saya permisi!"


Setelah Kepergian dokter, Bimo mengurus administrasi kepulangan Abi Harun. Sedangkan ummi menemani Abi yang sudah sadar dari pingsannya!


Setelah selesai akhirnya Bimo kembali keruangan dan mengajak ummi dan abi pulang kerumah.


Ketiganya telah sampai diparkiran mobil dan masuk kedalam mobil. Bimo segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan pelan.


Dalam perjalanan menuju rumah, pikiran Bimo campur aduk! Bagaimana tidak?


Belum selesai masalah yang satu sudah datang lagi masalah yang satunya! Membuat kepalanya terasa mau pecah.


Apalagi sekarang Bimo harus segera membereskan masalahnya dengan Adlan dan Reyna. Ia tidak mau hingga berlarut-larut.


"Bimo awas..." Teriak ummi ketika melihat orang yang melintas didepan mobilnya.


Bimo yang menyetir mobil langsung menginjak rem. Matanya melihat kearah depan. Pikirannya sedang kemana-mana!


"Astagfirullah allazim!" Ucap Bimo ketika melihat orang yang melintas didepan mobilnya dan untungnya tidak tertabrak oleh Bimo.


"Bim .. kamu baik-baik saja? Hati-hati Bim?" Ucap ummi karena melihat anaknya yang sedang gusar!


"Ya ummi. Maaf."


Bimo kembali menjalankan mobilnya. Berjalan dengan pelan dan sangat hati-hati!


.


.


Dirumah orang tua Bimo


Satu jam perjalanan, karena mobil berjalan sangat pelan. Tapi akhirnya mobil yang dikendarai oleh Bimo sampai dengan selamat dirumah!


Ummi dan abi turun dari mobil, begitu juga dengan Bimo. Kemudian ketiganya masuk kedalam rumah! Berjalan kekamar ummi dan abi.


Abi berbaring ditempat tidur dan beristirahat kembali.


"Ummi maaf, Bimo gak bisa menemani ummi untuk saat ini. Bimo ada urusan! Ummi jangan khawatir mengenai Audy. Bimo pasti cari nanti!"


"Ummi mohon temukan Audy dan bawa pulang. Nanti kita obati adikmu itu!" Ucap ummi sedih!


"Iya. Assalamualaikum!" Sahut Bimo dan mengucapkan salam.


Bimo bergegas pergi dari rumah orang tuanya!


Langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Bimo bagai orang yang sangat terburu-buru! Ia ingin menyelesaikan masalah agar tidak menggangu pikirannya!


Jika masalahnya satu persatu tidak selesai itu sangat menguras waktu dan pikirannya!


Belum lagi masalah adiknya yang hilang. Kini entah dimana keadaannya!


Bimo sibuk dengan urusannya. Sampai-sampai ia melupakan pesan dari ku! Yaitu menghubungi ku kembali.


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2