Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Ikut Campur 2


__ADS_3

... ...


Dirumah mama Atika


Jam 19.00 WIB


Suasana sepi menyelimuti diriku saat berada dirumah. Tidak terdengar suara canda dan tawa mereka. Yang terdengar hanya suara nyanyian jangkrik diheningnya malam.


Jadi aku memilih untuk menginap dirumah mama ku! Dirumah itu aku mendapat banyak nasihat dari mama dan Arif. Mereka berdua memberi masukan dan dukungan untuk ku!


"Manda, ini sudah tiga hari kamu tidak bertemu anak-anak! Besok mama temanin kamu kesana? Jemput anak-anak!"


"Sudah tiga hari mbak gak ketemu sama Sisil dan Aisyah?" Tanya Widya dengan kagetnya.


"Iya. Hanya telepon saja dengan mereka."


"Terus? Mereka nangis gak? Ehmm .. maksudnya! Sikecil betah gak, minta pulang gak! Kan selama ini belum pernah jauh dari mbak."


"Mereka berdua gak betah! Minta pulang! Adek nangis! Tapi mereka gak berani!"


"Astaghfirullah allazim! Kok bu Ainun, tega banget ya, ma?" Kata Widya yang tidak percaya kalau mama Ainun tega membuat anak-anak menderita!


"Aku bersyukur mbak, punya mama mertua seperti mama Atika! Gak pernah yang namanya ikut campur masalah ku sama mas Arif, walaupun aku satu rumah sama mama!"


Mama Atika tersenyum melihat menantunya, yang memuji dirinya! Memang mama Atika, hanya sebatas menasehati dan memberi pandangan jika ada yang salah! Selebihnya, urusan Widya dan Arif!


Arif datang dan ikut duduk bersama. Kemudian Arif berkata. "Mbak, maaf nih. Bukan mau ikut campur atau coba menasehati! Begini, mbak harus ambil suatu keputusan yang tepat untuk masa depan anak-anak! Maksudnya, kalau memang anak-anak mau dibesarkan dan ikut oleh nenek dan kakeknya. Ya sudah biarkan saja. Dalam hal ini, bukan mbak yang salah!"


Aku diam dan mendengarkan setiap perkataan Arif. Mencoba untuk memikirkan dan mengambil suatu keputusan yang tepat?


Tidak mungkin untuk selamanya aku hidup dalam bayang-bayang mereka!


"Manda, mama tidak menyuruh kamu menentang atau berkata yang tidak sopan! Mama minta kamu mengambil suatu sikap yang tegas demi masa depan kamu. Kamu juga perlu bahagia, anak-anak juga perlu bahagia. Kamu berhak menentukan jalan hidup kamu! Jangan mau diatur!"


"Iya ma!"


"Tuh ..dengar mbak! Apa kata mama dedeh..Eh salah, mama Atika." Celoteh Wiwid yang mencairkan suasana.


Spontan Arif menjewer telinga Wiwid karena menganggu pembicaraan ketika semuanya sedang serius.


"Aaaawww.. sakit tau!" Kata Wiwid.


"Lagian orang lagi serius, bercanda aja!"


Wiwid mencibikkan bibirnya kearah Arif. Kemudian ia berkata kepada mama Atika. "Ma, maaf ya. Tadi aku cuma bercanda. Habis dari tadi tuh .. tegang banget!"


"Iya, gak apa-apa."


"Manda, satu hal yang mau mama bilang. Mengenai kamu mau menikah lagi atau tidak? Mama serahkan sama kamu. Mama gak akan memaksa. Yang terpenting kebahagian kamu dan anak-anak. Jaga nama baik kamu dan keluarga. Karena kamu adalah seorang janda. Biar tidak menimbulkan fitnah."


"Mbak, pingin masuk surga dan cari berkahnya. Dengerin kata mama jangan dengerin kata siapapun!"


"Iya!"


.


.


.


Perbincangan yang panjang akhirnya berakhir. Malam sudah semakin larut. Aku belum juga bisa tertidur. Dalam gelapnya malam, aku mulai memikirkan apa yang dikatakan mama.

__ADS_1


Seharusnya, dimasa tua mama. Mama bisa melihat anak-anaknya bahagia! Tapi pada kenyataannya mama masih menyimpan kesedihan akibat hancurnya rumah tangga ku!


Aku tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk mama, yang ada malah kesedihan. Ma, maafkan aku! Doakan aku semoga aku bisa bahagia! Ucap ku pelan kemudian mencium kening mama ku dengan penuh kasih.


****


Keesokan paginya.


Pagi ini matahari begitu menyinari bumi dengan sinarnya. Burung-burung bernyanyi dengan merdunya.


.


.


.


Aku duduk sambil meminum segelas teh panas dan menikmati udara pagi diteras rumah mama.


Kebetulan hari ini adalah hari libur,aku berniat akan pergi kerumah orang tua mas Abim. Aku sudah mengambil suatu keputusan dan semoga keputusan itu adalah yang terbaik untuk masa depan ku.


"Mbak.. mbak sudah siap! Melawan bu Ainun?"


Aku menganggukkan kepala.


Siap atau tidak siap, semua itu harus diselesaikan! Sebenarnya memang mama Ainun tipe orang yang suka ikut campur masalah rumah tangga ku sejak dulu. Bahkan sampai sekarang itu pun masih terjadi.


Mungkin karena Abim adalah anak semata wayangnya.


****


Dirumah orang tua Abim


Sudah beberapa hari ini, rumah mama Ainun dan pak Rizal ramai. Ramai dengan suara teriakan dan tangisan anak kecil. Itulah adalah hal yang tidak biasa terjadi dirumah itu.


Flashback on


Saat anak-anak tiba dirumah nenek dan kakek mereka. Sempat terjadi penolakan dari anak-anak. Mereka tidak mau ikut.


Akhirnya mama Ainun, terpaksa membohongi mereka dengan alasan. Aku tidak pulang kerumah selama seminggu dengan alasan kerja.


Tadinya sikecil menolak, Aisyah ingin tetap tinggal dirumah uti Atika. Tapi mama Ainun mencari alasan lagi, agar keduanya bisa ikut mereka.


Begitu juga dengan Sisil, tapi ia tidak berani melawan. Karena takut. Ia hanya diam saja.


Akhirnya mama Ainun berhasil mengajak mereka.


****


Jam 23.30 WIB


Malam pertama anak-anak menginap. Untuk pertama kalinya Aisyah jauh dari ku. Kalau Sisil sudah terbiasa sejak kecil diajak menginap dan sudah terbiasa tidur tanpa ku, jika libur sekolah tiba. Jadi itu tidak masalah bagi Sisil. Tapi kalau Aisyah menangis kencang. Menyebut-nyebut nama ku dan minta pulang malam itu juga.


Awalnya Aisyah bisa tertidur, tapi lama-lama ia terbangun dan menangis.


Hiks..hiks hiks hiks..


"Nek, bangun! Aku mau bunda. Aku mau pulang!"


"Dek, bobo sana udah malam. Besok aja ya! Nenek ngantuk!"


"Gak mau besok! Maunya sekarang!"

__ADS_1


"Aaaaaa.... Bundaaaa.."


Tangis Aisyah semakin kencang. Keinginannya untuk pulang dan bertemu dengan ku, tidak dikabulkan mama Ainun.


Sisil yang mendengar dan melihat Aisyah menangis, langsung bangun dan mencoba mendiamkan adiknya. Tapi usahanya tidak berhasil. Aisyah masih menangis dan minta pulang.


Mama Ainun berusaha menenangkannya tapi tidak berhasil juga. Lalu membangunkan suaminya yang tertidur dikamar sebelah.


"Pak, cepat diamkan Asiyah. Nangis terus. Berisik, enggak enak sama tetangga."


"Lagian mama, ngapain juga bawa anak-anak kesini. Jauh dari ibunya."


"Sudah pak, bukan waktunya membahas!"


Pak Rizal bangun dan berjalan kekamar dimana anak-anak berada. Pak Rizal melihat Aisyah yang sedang menangis, matanya bengkak dan suaranya mulai sesegukan.


"Sudah nak, diam ya sayang." Kata pak Rizal menenangkan Aisyah.


"Sudah malam, mata kakek gak bisa lihat jalan. Kalau harus pulang sekarang. Sebaiknya cantik, tidur dulu ya."


"Tapi aku mau bunda!"


"Iya besok!"


"Janji, gak bohong?"


"Iya."


Aisyah pun berhenti menangis, ia akhirnya menuruti Kaka kakeknya. Sisil mengajak Aisyah untuk tidur bersamanya kembali.


.


.


Keesokan paginya..


Janji untuk pulang kerumah dilanggar lagi oleh mama Ainun. Aisyah diajak berjalan-jalan hingga lupa dengan permintaannya. Mereka berdua diajak pergi ketempat Aisyah suka. Wahana permainan, karena Asiyah memang masih suka dengan permainan.


Mereka semua menghabiskan waktu seharian hingga larut malam.


Tapi saat malam tiba dan menjelang waktunya tidur, Aisyah mulai kembali teringat. Ia menangis kembali dan histeris. Begitu seterusnya. Dan berbagai macam alasan pun terus dijalankan mama Ainun.


Flashback off.


Hal itu terjadi begitu selama beberapa hari. Aisyah minta pulang tapi tidak dituruti oleh mama Ainun. Sedangkan Pak Rizal tidak berani melawan istrinya. Karena watak istrinya yang begitu keras kepala. Pak Rizal hanya menanggapinya dengan sabar. Tapi ada saatnya, dimana pak Rizal akan mengeluarkan amarahnya.


Sedangkan kondisi Aisyah yang sudah beberapa hari menangis terus. Ia kini hanya terdiam. Suaranya serak dan tidak terdengar jelas akibat menangis terlalu lama. Aisyah pun menjadi demam. Karena nafsu makannya pun berkurang!


Bersambung..


...Happy Reading...


Ayok... bagaimana kelanjutannya? Amanda berhasil gak ya, bawa anak-anak kembali pulang bersamanya? 🤔


Atau malah mama Ainun akan tetap mempertahankan cucu-cucunya.


Ikutin terus kelanjutannya...


Selesai membaca jangan lupa like 👍


fav, rate dan komentarnya...

__ADS_1


Kasih hadiah juga boleh atau vote atau...


...💕Terima kasih💕...


__ADS_2