Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Amarah Bimo


__ADS_3

Dirumah..


Jam 19.30 WIB


Kami semua baru saja selesai melaksanakan sholat berjamaah. Kebetulan anak-anak sudah kembali kesini. Suasana yang sepi mulai ramai kembali.


Selesai sholat Bimo selalu membiasakan anak-anak untuk mengaji. Barulah setelah itu mereka bebas melakukan apa saja.


"Abi mau tes hapalan kalian? Siapa yang bisa sesuai janji Abi pada kalian berdua! Hadiah buat kalian!"


"Ya Abi, cepat banget!" Sahut Aisyah yang merasa hapalannya belum lancar!


"Nanti Abi bantu! Siapa duluan?"


"Adek!"


"Hapalannya dimulai dengan


bismillahirrahmanirrahim."


Bismillahirrahmanirrahim


Ara-aital-ladzii yukadz-dzibu biddiin


Fadzaalikal-ladzii yadu’-‘ul yatiim


Walaa yahudh-dhu ‘alaa tha’aamil miskiin


Fawailul-lilmushalliin


Al ladziina hum ‘an shalaatihim saahuun


Al ladziina hum yuraa-uun


Wayamna’uunal maa’uun


Aisyah melafalkannya dengan lancar dan cepat. Kini giliran Bimo menanyakan kepada Sisil.


"Kak Yang dibaca adek adalah surat Al Maun, terdiri dari tujuh ayat, artinya apa?"


Sisil pun menjawab dengan mudahnya.


Artinya,


Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?


maka itulah orang yang menghardik anak yatim


tidak mendorong memberi makan orang miskin.


Maka celakalah orang yang salat,


(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya,


yang berbuat riya


dan enggan (memberikan) bantuan.


"Betul sekali! Ok cukup sampai disini. Apa ada pertanyaan?"


"Kapan hadiahnya?" Tanya Aisyah sudah tidak sabar ingin mendapatkan hadiahnya.


"Mang adek mau hadiah apa?"


"Liburan sekeluarga!" Jawabnya dan bersemangat sekali!


"Baiklah! Liburannya kalian pilih mau kemana? Sekarang Abi mau kebunda dulu ya!"


Kedua anak-anak sedang berunding untuk pergi liburan kemana? Sedangkan Bimo berjalan menghampiri ku, yang sedang membuat segelas susu untuk ku dan Bimo.

__ADS_1


Aku melihat Bimo yang sedang berjalan menghampiri ku didapur. Lalu aku menyerahkan segelas susu untuknya.


Bimo pun mengambilnya dari tangan ku. "Terima kasih sayang."


"Iya mas, anak-anak mana?" Tanya ku sambil berjalan mengikuti Bimo.


Kami berdua duduk dikursi ruang tamu. Sambil menikmati susu yang masih panas, kami berdua pun berbincang-bincang!


Ketika perbincangan kami makin serius dari arah luar terdengar suara keributan. Kami berdua terdiam dan mulai berjalan mendekati arah suara.


Terlihat jelas disana ada Audy dan mbok Darmi yang sedang ribut. Aku dan Bimo langsung berjalan mendekati mereka berdua.


"Audy! Ada apa ini?"


Bimo sangat geram melihat tingkah laku adiknya yang tidak punya sopan santun! Pemarah, berteriak dan tidak bisa bertutur kata yang sopan kepada orang yang lebih tua!


"Mbok Darmi mas yang salah. Udah bikin aku kesal!"


Mbok Darmi langsung menengok kearah majikannya. Wajahnya terlihat sangat ketakutan. Jantungnya masih terdengar kencang!!


Dengan berani mbok Darmi mencoba untuk menjelaskan kepada majikannya!


"Begini mas ceritanya! Tadi waktu saya didalam mendengar ada suara klakson mobil. Terus melihat ada mobil mbak Audy. Langsung aja keluar dan membuka pagar, tetapi mbak Audy gak sabar! Pagar belum terbuka lebar, mobil sudah masuk terus mengenai pagar. Maaf mas mobil mbak Audy lecet! Gitu mas Bimo dan mbak Manda, cerita yang sebenarnya!"


Audy memasang wajah masamnya didepan semua orang, padahal Audy salah karena tidak sabaran. Tetapi ia tidak mau meminta maaf pada mbok Darmi, malah memaki mbok Darmi dan meminta ganti rugi atas kerusakan mobilnya.


Boro-boro mbok Darmi bisa membayar biaya kerusakan mobilnya. Untuk membiayai hidupnya dan anak-anaknya saja harus bekerja jadi kuli cuci dan masak dirumah Bimo.


Memang Audy sungguh keterlaluan! Tidak bisa mengerti keadaan sekitarnya. Hanya bisa mengikuti apa maunya saja!!


"Mbok, Audy kita masuk dulu!" Ajak Bimo kedalam rumah! Karena diluar suasana sudah malam dan tidak enak didengar oleh tetangga akibat diribut-ribut!


Kami semua berjalan masuk kedalam rumah. Kemudian semua duduk dikursi, kecuali mbok Darmi yang berdiri saja.


"Mbok, kenapa gak duduk bersama kami?" Kata ku!


Padahal, aku dan Bimo tidak pernah membedakan antara majikan dan asisten rumah tangga! Karena manusia semua sama dimata Allah SWT!


"Mbok, duduk! Saya perlu bicara dengan mbok Darmi dan Audy!"


Mbok Darmi pun duduk dikursi, menuruti perintah majikannya!


"Dan Audy jaga bicara kamu sama mbok Darmi! Biar bagaimanapun mbok Darmi adalah orang tua! Jaga sikap mu!" Ucap Bimo kepada adiknya.


"Hemm!" Jawab Audy yang hanya berdehem saja.


Aku hanya duduk terdiam dan melihat Bimo menangani adiknya yang keras kepala! Mau bagaimana lagi!! Hanya Bimo lah yang Audy dengar! Kalau aku yang menasehati, mana mau Audy mendengarkannya!


"Audy! Kamu datang kesini hanya bisa cari masalah saja! Kenapa sih? Gak bisa apa datang baik-baik! Jangan bikin ulah!"


"Mas, kenapa sih? Enggak mau dengar apa kata aku? Hanya mendengarkan kata pembantu itu saja!"


"Audy... jaga bicara kamu!" Teriak Bimo dengan kencangnya!


Dengan kedua mata ku, untuk pertama kalinya aku melihat Bimo secara langsung berteriak dengan penuh amarahnya. Bimo marah bukan kepada penjahat, melainkan kepada adiknya sendiri.


Kedua anak-anak yang sedang berada dikamar seketika berlari kearah suara dan melihatnya, ketika mendengar suara Bimo berteriak.


Anak-anak terdiam! Wajah mereka panik! Aku melihat Sisil dan Aisyah yang sedang berdiri!


Aku berusaha menenangkan Bimo yang sedang marah!


"Mas tenang, lihat anak-anak sampai berlari mendengar abinya berteriak kencang!"


Bimo menengokkan kepalanya kearah Sisil dan Aisyah. Lalu tersenyum kepada mereka!


"Maafkan Abi kalau membuat kalian kaget!"


Keduanya hanya terdiam. Ada perasaan takut ketika melihat abinya sangat marah!

__ADS_1


"Sil, abi mau tanya! Apakah kita boleh menghina dan tidak menghormati orang yang lebih tua seperti mbok Darmi?"


"Enggak abi! Gak boleh! Mau mbok Darmi atau siapa pun kita harus bersikap sopan dan menghormati orang yang lebih tua!


Mata Bimo langsung melihat kearah Audy yang masih santai dan tidak memperdulikan kata-kata Bimo!


"Bun, ajak anak-anak kekamarnya! Abi masih ada perlu dengan Audy!"


Aku langsung menghampiri anak-anak dan mengajak mereka berdua pergi dari ruangan itu!


Setelah berada dikamar! Mereka berdua duduk dan mulai memandang ku.


Aisyah mulai bertanya kepada ku! "Bun, Abi marah ya? Kepada siapa?"


"Tante Audy!"


"Oh kirain sama bunda!" Celetuk Sisil.


"Bukan! Lebih baik kalian tidur ini sudah malam!"


Sisil berjalan menuju tempat tidur dan diikuti mereka berdua! Mereka berdua akhirnya tidur dengan lelapnya!


Setelah anak-anak, tertidur! Aku kembali keruang tamu dan melihat mbok Darmi yang sudah tidak ada!


Kemudian aku duduk disamping Bimo. Melihat wajah Bimo yang masih masam.


"Ini semua gara-gara kamu! Kamu masuk kedalam keluarga kami."


Bimo tidak tahan dengan Audy yang selalu menyalahkan Manda! Lalu Bimo pun berkata


"Cukup Audy! Lebih baik sekarang.."


"Ada apa ini? Ribut sekali."


Kakek yang sedang tertidur jadi terbangun. Kemudian kakek ikut bergabung bersama kami dan meminta penjelasan!


"Maaf kek, kalau suara Bimo membangunkan kakek!"


"Tidak biasanya kamu semarah ini! Audy bikin ulah lagi?"


"Kakek kenapa sih harus selalu nyalahin aku terus?" Kata Audy merasa kalau dirinya makin disudutkan!


Audy bangun dari duduknya, kemudian berdiri dan berjalan ke pintu. Tapi tangan Bimo meraih tangan Audy agar jangan pergi!


"Audy, mau kemana?"


"Pergi! Buat apa lagi disini?" Jawabnya ketus!


"Audy! Ini terakhir kalinya mas kasih tau kamu! Kamu bisa pergi, tapi disana ada kakek."


Audy, membalikkan badannya! Kemudian berjalan kearah Kakek dan mencium tangan kakek!


"Audy, kapan kamu bisa menjaga sikap! Mau sampai kapan?" Tanya kakek!


Audy tidak membalas, tapi hanya diam! Sebenarnya hatinya merasa kesal dan jengkel!Audy belum mengatakan yang sebenarnya, malah sudah mendapatkan amarah dari kakaknya terlebih dahulu!


"Aku permisi pulang!" Ucapnya ketus dan berlalu pergi!


Bimo hanya menggelengkan kepalanya atas sikap adiknya! Baru ingin berbincang-bincang mengenai masalah Adlan, tapi Audy datang dan membuat kekacauan!


...Happy Reading...


Jangan lupa like, fav, rate dan komentar


Hadiah juga boleh atau vote.


Biar author tambah semangat.


Terima kasih atas dukungannya! Tanpa kalian semua, author bukan apa. 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2