Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Kedatangan Yang di Tunggu


__ADS_3

Tiba saatnya dimana keluarga Bimo datang kembali kerumah mama. Mama, aku dan Widya sibuk untuk membuat masakan yang lezat untuk menyambut kedatangan keluarga Bimo. Sedangkan Arif sedang menyapu halaman.


Rencananya keluarga Bimo sengaja datang untuk membicarakan rencana pernikahan ku dan Bimo.


Banyak makanan yang hari ini dimasak oleh mama untuk menyambut kedatangan keluarga Bimo kesini. Ada sayur sop, sambal dan lalapan, ikan asin, tempe bacem, telor balado, urap dan lainnya. Cemilan serta es buah juga ada. Tidak ketinggalan lagi buah semangka, pisang dan jeruk.


Setelah matang, semuanya ditata rapih diatas meja.


.


.


Jam 10.00 WIB


Bimo sudah memberitahukan bahwa keluarganya sedang dalam perjalanan menuju rumah mama.


Aku, mama, Arif dan Widya sudah menunggu kedatangan mereka. Sedangkan anak-anak sedang bermain dirumah ku bersama teman-temannya.


.


.


Setengah jam kemudian..


Mobil Bimo datang. Mereka semua turun dari mobil. Abi, ummi, Audy, Harris dan Kakek Aryan ikut serta dalam acara kali ini.


"Assalamualaikum.." Ucap semuanya!


"Waalaikumsalam! Jawab kami semua!


Mereka semua saling bersalaman kemudian satu persatu masuk kedalam rumah dan duduk ditempat yang telah disediakan!


Widya menaruh minuman dan kue-kue diatas meja. Kemudian mempersilahkan untuk keluarga Bimo mencicipi hidangan yang telah disediakan


"Terima kasih mbak!" Ucap kakek Aryan. Orang tua dari Abi.


Widya hanya mengangguk dan tersenyum. Kemudian ia kembali kedalam.


"Bu, perkenalkan ini kakek Aryan. Kakeknya Bimo. Orang tua dari Abi." Ucap ummi.


"Senang berkenalan dengan kakek." Sahut mama.


Mata kakek mencari seseorang, mungkin yang ia cari adalah aku. Karena memang kami berdua belum pernah bertemu!


Kakek lalu berkata. "Yang mana Amanda calon istri cucu ku?"


"Aku Manda, kek! Senang bisa bertemu dengan kakek Aryan."


"Cantik, pintar kamu memilih, Bim!"


Bimo menunduk malu karena kakek memujinya.


Kakek Aryan bisa menebak seseorang dari penampilannya saja. Walaupun baru pertama kali bertemu. Dan tebakannya tidak pernah salah! Itulah kelebihan kakek sampai saat ini.


.


.


Abi memulai pembicaraannya. "Bu Atika sekeluarga terima kasih atas sambutan yang sangat hangat kepada kami semua. Kami kemari ingin menanyakan dan mendengar langsung mengenai keputusan Amanda. Barulah setelah itu kita membicarakan kelanjutannya."


"Bagaimana Manda?" Tanya mama dan melihat kearah ku.

__ADS_1


"Abi, ummi serta keluarga besar dari mas Bimo. Aku .. Amanda menerima mas Bimo untuk menjadi suami ku."


"Alhamdulillah!" Jawab serempak.


"Sekarang kita sudah mengetahui bahwa Manda sudah menerima Bimo untuk jadi calon suaminya! Untuk kelanjutannya bagaimana ibu dan nak Arif mau bagaimana?" Kata Abi.


Arif adalah anak lelaki pengganti bapak, setelah bapak tiada. Jadi Arif sudah memegang semuua tanggung jawab itu.


Dengan lantang Arif mengatakan. "Kami sekeluarga sudah membicarakan mengenai acara pernikahan dan sepakat bahwa acara akan diadakan disini. Yang terpenting acara ijab Qabul berjalan dengan lancar dan hikmah."


"Maaf Rif, kalau mas Bimo dan keluarga sudah sepakat untuk mengelar acara resepsi digedung saja. Kalau masalah ijab Qabul disini tidak apa-apa. Jadi beda hari saja. Bukan begitu, bi?"


"Iya nak Arif dan Bu Atika! Seperti itu! Jadi untuk masalah pernikahan, serahkan semua pada kami. Ibu sekeluarga akan tetap kami informasikan mengenai persiapan pernikahan. Dari catering, baju, souvenir, penghulu dan lain sebagainya. Biar nanti Harris yang mengaturnya. Buka. begitu Ris."


"Iya betul!!" Jawab Harris. Karena Harris adalah orang kepercayaan Bimo.


Perbincangan tidak sampai disitu saja.


Masih banyak yang harus dibahas. Mereka semuanya terus membahas mengenai rencana pernikahan yang akan diadakan kapan?


****


Perbincangan sudah selesai. Kini tinggal acara makan-makan.


"Mari silahkan ummi, Abi dan yang lainnya. Menikmati makan siang. Ayo nak Bimo." Ajak mama.


"Jadi merepotkan nih bu!" Sahut ummi.


Semuanya berdiri dan berjalan kearah meja makan. Satu persatu mengambil piring dan sendok yang berisikan nasi, sayur, dan lauk.


Mereka semua menikmati santapan yang disajikan oleh tuan rumah dengan lezat dan nikmat.


"Ini urapnya enak! Siapa yang buat?" Tanya ummi setelah mencicipi urap yang rasanya pas.


"Manda nanti bikinkan untuk ummi ya, kebetulan abi sama Bimo suka!"


Aku membalas perkataan ummi. "Iya ummi."


.


.


.


Acara pembahasan masalah pernikahan sudah selesai. Makan siang juga sudah. Sekarang tinggal acara bebas saja.


Mereka kembali berbincang-bincang bersama-sama!


Sedangkan aku dan Widya membereskan piring-piring dan gelas bekas makan.


Tiba-tiba saja Bimo datang dan mengangetkan aku yang sedang mencuci piring!


"Manda. Bisa kita bicara sebentar!" Panggil Bimo yang tiba-tiba saja datang!


"Iya mas! Ada apa?"


Aku mengikuti Bimo untuk berbicara sebentar diluar. Bimo berjalan duluan dan aku mengekor di belakangnya!


Bimo membawa ku kepada kakek Aryan uang sedang duduk didepan sambil menikmati pemandangan rumah mama yang penuh dengan bunga-bunga!


"Kek! Ini Manda!"

__ADS_1


Kakek Aryan menatap ku dan tersenyum yang memperlihatkan giginya yang mulai ompong!


Aku mendekati kakek Aryan dan bertanya kepadanya! "Kakek memanggil ku ada apa?"


"Kakek sudah mendengar semua dari Bimo! Sungguh takdir mempermainkan kamu! Tapi percayalah Bimo akan mengembalikan semua mimpi kamu akan kebahagian dalam berrumah tangga! Kebahagian akan kalian dapatkan! Tetap semangat dan yakin bahwa semua tangis akan tergantikan dengan kebahagian!"


"Iya kek!"


Aku memang baru mengenal kakek, tapi kata-kata kakek memberi semangat kepada ku. Bahwa semua cobaan pasti akan ada akhirnya dan tergantikan dengan kebahagian!


"Manda, kita sholat bersama. Kamu mau?"


Aku membalikkan badan ku dan menatap bola mata Bimo.


Sudah lama sekali aku tidak sholat berjamaah dengan imam ku. Terakhir dengan Abim! Entah itu kapan, aku pun sudah lupa! Batin ku!


"Mari mas!"


Karena ini sudah masuk waktu Dzuhur, aku pun menerima ajakan Bimo. Kami berdua masuk kedalam untuk mengambil air wudhu.


Kami berdua melaksanakan sholat Dzuhur bersama. Setelah selesai sholat, Bimo tidak langsung berdiri. Ada doa dan dzikir setelah selesai sholatnya! Aku pun mengikutinya hingga selesai.


****


Jam 14.36 WIB


Semua keluarga Bimo kembali pulang. Dengan membawa buah tangan dari rumah mama Atika.


.


.


Setelah kepulangan Bimo. Aku, Widya dan Arif membereskan semua.


"Alhamdulillah semua berjalan lancar! Selamat untuk kamu ndok!"


"Iya ma! Semoga semuanya berjalan lancar sampai hari pernikahan!"


"Amiin!" Celetuk Widya.


"Oh iya Bu Ainun dan pak Rizal gak datang ya?"


Kata mama.


"Enggak ma! Aku lupa memberitahukan bahwa tadi mama mengirim pesan lewat WhatsApp, katanya pak Rizal masih sakit. Jadi gak bisa datang!"


"Kasihan mereka. Mereka harus menderita karena ulah anaknya!" Sahut Arif.


Kami semua melanjutkan kembali bersih-bersih rumah.


Setelah semua beres. Aku pun kembali pulang kerumah dengan perasaan bahagia!


...Happy Reading...


Selesai membaca jangan lupa like,


jadiin fav.


Kasih rate-nya,


dan komentar!

__ADS_1


Boleh juga hadiah dan votenya!


Terima kasih semua atas dukungannya. Semoga kalian semua dalam keadaan sehat selalu 💕💕


__ADS_2