Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Terpesona


__ADS_3

Ditoko Abim..


Jam 09.00 WIB


Abim sedang duduk sendiri di tokonya. Kebetulan suasana tokonya sedang sepi. Abim terbayang-bayang saat pertemuan aku dengannya dirumah Bu Sofie.


Abim bersuara dalam hatinya dan terus menyebut nama ku.


Manda, kamu begitu cantik! Penampilan kamu sungguh anggun, berbeda dengan dulu! Apakah kamu sekarang bahagia!! Aku tidak percaya kalau itu memang diri mu!!


Pikiran Abim kala itu sudah terisi dengan satu perempuan yang dulu pernah ia kecewakan dan lupakan. Kini rasa yang telah hilang itu mulai ada kembali.


Dari lubuk hati Abim yang paling dalam. Memang masih ada rasa. Rasa yang pernah ada dan sampai saat ini rasa itu belum hilang.


Bagi Abim Reyna dan aku memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Hubungan pernikahan berdasarkan cinta,, sedangkan Reyna hubungan yang berdasarkan atas kesalahan atau nafsu sesaat saja.


Kini disaat Abim bertemu dan melihat ku. Seperti ada sesuatu getaran yang Abim rasakan kembali.


Apalagi kini Abim sedang sendiri, Reyna sudah pergi jauh meninggalkannya. Disaat suka duka dalam rumah tangga menguji pernikahan Abim dan Reyna. Reyna malah meninggalkan Abim dan pergi dengan pria lain yang lebih segalanya.


Flashback on


Reyna yah sudah menikah berbulan-bulan lamanya, tapi nasibnya tak kunjung berubah. Yang ada hidupnya dan Abim makin menurun. Sedangkan tuntutan kebutuhan hidupnya semakin meningkat.


Pertengkaran dalam rumah tangga mereka selalu saja ada. Dari masalah Reyna yang semakin hari semakin cuek terhadap Abim, karena tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri untuk mengurus suami.


Reyna hanya bisa menuntut, tetapi untuk menjalankan kewajibannya tidak bisa. Abim geram sekali terhadap sikap Reyna yang semakin hari semakin menjadi.


Sampai pada suatu hari Abim melihat dengan mata kepalanya sendiri. Reyna saat itu sedang berjalan dengan lelaki lain yang lebih segalanya.


Abim yang melihat tidak terima! Cemburu dan mengakibatkan amarahnya memuncak! Hingga kedua lelaki itu saling adu jotos yang memperebutkan Reyna.


Alhasil Abim harus menerima kekalahannya. Sedangkan Reyna tidak memihak pada suaminya. Malah pada lelaki lain. Saat itu Abim sangat murka kepada Reyna.


Saat itu juga Abim langsung menalaknya.


Reyna bukannya sedih tapi malah merasa bahagia. Karena berhasil lepas dari suatu ikatan yang membuatnya tidak bahagia.


Setelah menalak Reyna, Abim segera mengurus perceraiannya secara hukum. Proses hukum tidak memakan waktu yang alot, semua berjalan mudah.


Flashback off


Kini hidup Abim dalam kesendiriannya. Tidak ada tawa anak kecil, tidak ada pertengkaran. Hidupnya tidak ada kebahagian dan hampa!!! Abim hanya diliputi perasaan bersalah dan menyesal.


Tapi tidak berani menampakkan wajahnya didepan orang tuanya!


Kini hidupnya hanya menghabiskan waktu untuk Berdagang sembako dan sayuran. Mengantar dari rumah kerumah langganannya.


Haaaaa....nasib yang menyedihkan bagi Abimanan. Orang tua tidak ada, anak juga, istri meninggalkannya. Orang yang ia cintai satu pergi dalam hidupnya!


Memang pantas untuk Abimanan, pernah mengkhianati dan sekarang merasakan sakitnya dikhianati. Sungguh adil!!


Ditempat lain..


Aku masih sibuk direstoran. Restoran yang akan aku buka!! Restoran itu adalah ruko yang Bimo berikan pada ku dulu.


Semua karyawan pun ikut membantu menyiapkan acara untuk pembukaan restoran ku besok.

__ADS_1


Syukur alhamdulilah, akhirnya pembukaan restoran ku insyaallah akan berjalan besok. Semoga saja tidak ada halangan. Semua itu tidak lepas dari doa dan dukungan semuanya. Yang terutama adalah doa dari orang tua!


Rencananya pembukaan besok, akan ada makan dan minum gratis dihari pertama!


.


.


Dert..dert..


Panggilan telepon dari Bimo, mengangetkan aku yang sedang serius! Kemudian mengangkatnya.


📞 "Assalamualaikum."


📞 " Waalaikumsalam. Ada apa mas?"


📞 "Jangan terlalu capek!"


📞 "Iya mas, tenang aja! Lagian disini banyak bala bantuan!"


📞 "Siapa?"


📞 "Ya.. karyawan restoran. Memang siapa lagi? Mas bagaimana dengan perkembangan mengenai kasus Adlan?"


📞 "Ada titik terang, nanti aku ceritain dirumah!"


📞 "Baik mas. Sampai ketemu nanti. Assalamualaikum."


📞 "Waalaikumsalam."


****


Jam 15.00 WIB


Hari sudah semakin sore. Sudah waktunya aku kembali kerumah dengan menaiki taxi online.


Rasanya seluruh tubuh ku sudah mulai lelah setelah beraktifitas seharian. Tapi apa daya, jalanan sore itu begitu macet sekali.


"Pak, ada jalan lain gak?" Tanya ku yang sudah mulai lelah dan duduk didalam mobil terlalu lama!


"Didepan ada mba. Tapi masih macet!"


Pengemudi mobil online tersebut langsung menjalankan mobilnya setelah terhenti dua puluh menit karena kemacetan! Kemudian pengemudi tersebut langsung membelokkan mobilnya kearah kiri untuk mengambil jalan yang tidak terlalu padat.


Setelah mobil membelokkan kearah kiri, pengemudi mobil online berjalan ngebut di jalanan yang sempit.


Bruuukkk...


Mobil menabrak motor yang hendak berbelok tanpa mengetahui dari arah lain ada motor yang melintas. Akibatnya pengemudi motor itu terjatuh. Mobil pun terhenti!!


"Astaghfirullah allazim, ada apa pak?" Tanya ku yang mendengar sesuatu yang cukup keras terdengar terjatuh.


"Maaf Bu, saya menabrak motor!"


Aku dan pengemudi motor langsung turun. Melihat pengemudi motor yang terjatuh dari motor akibat tertabrak mobil yang ku naiki.


Aku berjalan mendekatinya dan melihat seseorang yang terjatuh dari motornya. Melihat dari dekat. Betapa terkejutnya aku, ketika melihat lelaki itu adalah Abimanan.

__ADS_1


Pengemudi mobil online itu membawa masuk Abim kedalam mobilnya dengan bantuan orang sekitar.


"Bu, maaf saya harus mengantar korban kerumah sakit." Ucap pengemudi mobil tersebut!


Sebenarnya aku malas, berurusan dengannya. Tapi karena rasa kemanusiaan aku akhirnya mengikuti Abim sampai rumah sakit.


"Saya ikut kerumah sakit pak. Baru bapak antar saya kerumah!"


"Baik bu!"


Aku duduk didepan, sedangkan dibelakang dan Abim masih pingsan! Motornya dititipkan oleh warga. Kami bertiga pergi kerumah sakit terdekat.


Dirumah sakit...


Sampai dirumah sakit Abim langsung ditangani oleh dokter. Aku dan pengemudi mobil online menunggu diluar ruangan IGD.


Setelah lima belas menit menunggu, dokter akhirnya keluar dari ruangan IGD.


"Dok bagaimana keadaan pasien yang saya bawa tadi?"


"Pasien sudah siuman. Keadaannya juga sudah membaik. Hanya luka ringan saja."


"Alhamdulillah. Jadi sudah boleh pulang dok?"


"Sudah!"


"Terima kasih dok!"


Pengemudi mobil online tersebut sangat lega. Pasalnya korban hanya luka ringan saja. Kemudian pengemudi mobil online mengurus semua biaya rumah sakit.


Abim pun keluar dari ruangan IGD dan berjalan dengan kaki yang pincang dan banyak luka yang terbalut dengan perban.


Matanya menatap sosok perempuan yang sedang duduk! Ya..itu adalah aku yang sedang menunggu untuk diantar pulang oleh pengemudi mobil online.


"Pak. Maaf kalau tadi saya tidak sengaja menabrak bapak. Karena penumpang saya minta buru-buru untuk pulang kerumahnya!" Katanya!


Ha..


Aku kaget, bisa-bisanya sopir itu mengatakan aku untuk dijadikan alasan kecelakaan Abim..


Padahal dia yang kurang berhati-hati!


"Tidak apa-apa. Terima kasih!" Ucap Abim dan terus menatap ku dari dekat.


"Bu, mari saya antar pulang! Bapak juga ya saya antar ketempat yang tadi. Motornya ada disana!"


"E-enggak usah! Antar bapak ini aja duluan. Saya bisa naik mobil yang lain! Ini pak, ongkosnya!" Ucapku kecewa lalu memberikan uang dua puluh ribu rupiah kepadanya dan pergi.


Tapi baru maju beberapa langkah saja, Abim memanggil ku.


"Manda, kamu pulang dengan bapak ini saja. Biar aku pulang naik angkot saja atau ojek!"


"Tapi pak!"


"Tidak apa-apa, saya sudah lebih baik!" Ucap Abim dan melangkahkan kakinya!


Akhirnya aku dapat bernapas lega, Abim telah pergi dan pulang dengan menaiki mobil yang tadi tanpa harus mencari mobil lagi

__ADS_1


__ADS_2