
Ketika Bimo dan Harris sedang melanjutkan perjalanannya hendak mengisi salah satu acara isra mi'raj dimasjid didaerah Jakarta.
Dalam perjalanan mata Bimo melihat ada sebuah restoran yang sudah tutup. Kini restoran itu bertuliskan..
...Dijual Cepat...
...Minat Hub 08582455225...
...Tanpa perantara...
Mata Bimo terus saja fokus saja kearah ruko yang dulunya pernah menjadi restoran milik Abim.
"Ris, nanti kalau sempat kita mampir di ruko yang tadi."
"Kenapa emang bos?" Tanya Harris heran.
Biasanya Bimo paling tidak peduli dengan urusan seperti itu. Tapi kali ini berbeda.
"Tidak apa-apa!" Ungkap Bimo santai.
Mobil terus melaju dengan sangat cepat ketempat tujuan!
.
.
Dimasjid..
Bimo telah sampai dimasjid yang dituju. Mobilnya terparkir diparkiran. Harris dan Bimo berjalan masuk kearea masjid.
Bimo telah disambut oleh ibu-ibu pengajian Nurul Hidayah. Mereka berdiri diambang pintu menyambut kedatangan Bimo.
Bimo masuk kedalam masjid dan duduk diantara mereka semua.
Ketika Bimo datang pas sekali, giliran Bimo mengisi acara itu dengan berceramah.
Bimo dipersilahkan maju oleh MC dari acara tersebut! Bimo pun maju kedepan untuk memberikan ceramahnya!
****
Bimo mengisia acara peringatan isra mi'raj hanya sekitar dua puluh menit saja.
Setelah selesai Bimo berpamitan untuk pergi.
Bimo pergi dan meninggalkan masjid.
.
.
Dalam perjalanan Bimo mengingatkan Harris untuk berhenti diruko yang tadi.
Sampai diruko, Bimo turun dan melihat sebuah tulisan yang ditulis dikertas.
"Ris, dulu restoran ini sempat ramai. Lokasinya strategis tapi kenapa sekarang tutup ya!"
"Iya benar! Perasaan belum lama juga. Restoran ini dibuka!" Sahut Harris.
Bimo berjalan ke toko sebelahnya. Toko yang menjual macam aksesoris handphone dan pulsa.
"Permisi mas! Maaf menganggu! Ini dulunya restoran ya! Tapi kenapa sekarang sudah tutup?"
"Iya restoran mas, padahal ramai banget. Masakannya juga enak' Tapi semenjak uang pemilik restoran dibawa kabur oleh karyawannya. Restoran menjadi gak benar, karena pemiliknya kehabisan modal usaha."
"Oh..." Sahut Harris.
"Ini benar mau dijual!" Tanya Bimo memperjelas!
"Iya! Itukan ada tulisannya!"
"Kalau begitu! Terima kasih!" Kata Harris!
__ADS_1
Bimo langsung pergi dan kembali kemobilnya . Melajukan mobilnya untuk pulang kerumah.
Ada sesuatu keinginan untuk membeli ruko tersebut! Mungkin nanti Bimo akan membicarakannya lagi dengan Harris.
****
Keesokan paginya..
Bimo menyuruh Harris untuk membeli ruko dengan mengajak pengacaranya. Harris pun menurutinya.
Bimo hari ini sedang tidak kemana-mana. Hari ini Bimo hanya ada janji dengan EO yang akan menyelenggarakan acara pernikahannya.
.
.
.
.
Saat Bimo sedang duduk diruang tamu bersama ummi. Adlan tiba-tiba saja lewat didepan mereka. Adlan tidak menoleh sedikit pun! Cuek!
"Ya ampun tuh anak!bagai ada sopan santunnya sama orang tua! Lewat aja!" Omel ummi yang melihat menantunya seperti itu!
Ummi memang kurang menyukai Adlan, kalau bukan demi Audy adiknya Bimo! Mungkin Adlan gak akan pernah ada dirumah ini!
Bimo hanya tersenyum melihat tingkah dari suami adiknya itu! Bimo sebenarnya memang tidak menyukai Adlan. Sama seperti ummi, itu semua karena Audy.
Kalau Audy tidak hamil duluan, maka Bimo tidak akan pernah setuju adiknya menikah dengan lelaki model Adlan.
Bimo mengetahui semua kartu Adlan. Adlan bukanlah lelaki baik. Adlan juga tidak tulus mencintai adiknya!
Hanya tinggal menunggu waktu saja, Adlan akan dihempaskan dari rumah itu!
****
Diruko...
Harris dan Leon bertemu dengan Abim. Harris melihat kedalam restoran dan memfotonya. Lalu mengirim ke Bimo!
Harris menanyakan mengenai harganya, sedangkan Leon memeriksa kelengkapan surat-surat.
Hampir setengah jam, tawar menawar berlangsung. Kemudian suatu keputusan dengan harga yang disetujui oleh kedua belah pihak. Ruko tersebut akhirnya dibeli oleh Bimo dengan diwakilkan oleh Harris dan disaksikan oleh Leon pengacaranya!
.
.
Kini ruko tersebut menjadi milik Bimo. Leon akan mengurus semua surat-suratnya.
Setelah Kepergian Abim dari ruko. Harris membicarakan mengenai!
"Pak Leon, apa Bimo sudah mengirimkan pesan buat bapak!"
"Pesan yang mana?"
"Surat-surat itu atas nama Amanda, yang akan menjadi istrinya."
"Oh itu.. ya sudah! Hebat benar ya pak Bimo! Baik lagi. Belum menikah sudah dikasih sebuah ruko."
Leon menggelengkan kepalanya! Seakan tidak percaya!
"Pak Leon, kalau sudah mari kita pulang! Apa pak Leon mau ikut kerumah Bimo!"
"Tidak terima kasih! Saya ada kepentingan lain. lagi. Mungkin nanti setelah surat-suratnya selesai. Saya akan bertemu dengan pak Bimo."
Baiklah kalau begitu kita pergi. Harris pergi kerumah Bimo dengan mengendarai motornya!
Sedangkan Leon pergi dengan menaiki mobilnya!
.
__ADS_1
.
Harris langsung menuju kerumah Bimo.
****
Dirumah orang tua Bimo..
Bimo sedang melakukan panggilan video call dengan ku.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, ada mas!" Jawab ku ketika selesai pekerjaan dan hendak istirahat makan siang.
"Makan yang banyak dan jaga kesehatan. Jangan sampai sakit. Aku gak mau calon pengantin ku sampai sakit." Kata Bimo yang mengkhawatirkan keadaan ku.
"Mas Bimo juga jaga kesehatan. Mas Bimo lagi dimana?"
Bimo lalu memberitahu bahwa dirinya sedang ada didalam kamar miliknya. Dengan mengarahkan kamera dan melihat isi kamar Bimo.
"Kamu udah lihat ..sekarangaku dimana?"
"Sepertinya didalam kamar ya?"
"Iya betul! Anak-anak bagaimana kabarnya. Aku belum ketemu dengan mereka berdua. Salam sayang untuk mereka berdua."
"Iya mas. Nanti kalau dirumah aku sampaikan kepada mereka berdua. Atau nanti mas Bimo bisa menghubungi anak-anak ketika aku dirumah."
"Ya sudah kamu makan sana. Jangan sampai sakit.. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Bimo menutup panggilannya. Tanpa Bimo sadarin Harris sudah ada dan menunggu didepan pintu. Secara tidak sengaja Harris mendengar semuanya.
"Ehemm."
"Sejak kapan kamu disitu, Dia?"
"Sejak kalian berdua video call. Serasa dunia milik kita berdua. Aku tuh gak ada."
"Kaya gak pernah muda aja, Ris!"
"Iya deh Bim. Terserah. Yang terpenting bahagia. Iya enggak."
Bimo menggelengkan kepalanya! Habis dia diledek oleh Harris! Usia Harris dan Bimo tidaklah berbeda jauh. Tapi Harris menikah lebih dahulu. Sedangkan Bimo belum menemukan jodoh yang cocok untuknya!
Barulah saat ini bertemu dan ingin segera menikah.
.
.
Harris masuk kedalam kamar Bimo. Kemudian Harris duduk dikursi. Menjelaskan semuanya mengenai ruko tadi.
Bimo membaca copy surat jual beli. Disitu tetera atas nama Abimanan.
"Ris, ini atas nama Abimanan. Seperti tidak asing lagi."
"Iya namanya Abimanan. Dia juga menjelaskan kenapa alasan menjual tempat itu!"
"Oh!"
"Abim yang dimaksud apakah mantan suami Manda ya, Ris!" Tanya lagi Bimo curiga.
"Gak tau deh kalau masalah itu. Tapi nama Abimanan itu emang cuma dia! Enggak kan! Masih banyak lagi."
"Iya juga sih!"
"Udahlah jangan dipikirkan masalah itu! Yang terpenting itu hanya masa lalu!" Ungkap Harris.
Bimo kembali berbincang mengenai persiapan pernikahannya kepada Harris
__ADS_1
...Happy Reading...