Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Pernikahan


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sudah dinantikan oleh aku dan Bimo. Hari dimana aku akan melepas status janda ku.


Hari yang sudah ditunggu-tunggu. Hari dimana aku akan membina kembali hubungan dalam berumah tangga.


Aku tidak menyangka, kalau aku akan menikah lagi untuk yang kedua kalinya. Apalagi setelah aku gagal dalam membina suatu hubungan dalam berumah tangga. Rasanya dikhianati masih terasa sampai sekarang, tapi Bimo bisa menyakinkan dan menyembuhkan semua luka itu.


Bukan hanya luka ku tapi luka dihati anak-anak yang kecewa akan ayah kandungnya..


Tapi semua kesedihan dan luka itu, akan segera berakhir dan tergantikan dengan kebahagian dan senyuman yang indah setiap harinya.


****


Dirumah mama Atika


Jam 06.00 WIB


Aku dan anak-anak sudah datang kerumah mama. Suasana rumah mama sudah dihiasi dengan pernak-pernik pernikahan.


Hindangan makanan dan minuman satu persatu telah siap dimeja prasmanan.


Karena ijab Qabul akan dimulai jam delapan pagi hari ini.


"Manda, ayok cepat dirias dulu." Panggil mama.


"Iya ma!"


Aku duduk didepan cermin dan siap untuk dirias wajahnya. Tangan-tangan lihai dengan cepatnya merias wajahku hingga terlihat pangling.


Tidak butuh waktu lama perias pengantin itu merias wajahku.


"Sudah selesai, cantik!" Katanya.


"Terima kasih mbak!" Kata ku dan melihat wajah ku yang begitu berbeda tidak seperti biasanya.


.


.


Aku menunggu dikamar yang dulu pernah menjadi kamar ku. Kamar yang pernah kurasakan waktu dulu aku pernah menikah dengan Abimanan. Dan dikamar ini pula, aku akan memulai hidup baru ku bersama Bimo.


****


Jam 07.45 WIB


Iring-iringan mempelai pengantin pria akhirnya datang. Para keluarga menyambut kedatangan mempelai pria.


.


.


Bimo dan keluarga sudah duduk didepan penghulu yang akan menikahkan mereka berdua.


Setelah semuanya siap maka, acara ijab Qabul akan segera dimulai.


Bimo berjabat tangan dengan Arif, karena Arif adalah wali dari ku. Arif adalah pengganti dari almarhum bapak ku.


Bimo mengucapkan ijab Qabul dengan lantangnya. Setelah selesai mengucapkan ijab Qabul dengan benar penghulu mengatakan..


..."Bagaimana pada saksi??"...

__ADS_1


Kemudian semuanya mengatakan...


..."Sah"...


Aku dan Bimo kini sah menjadi suami istri secara agama dan hukum negara.


Kini waktunya aku dan Bimo meminta restu kepada orang tua. Tangis kebahagian mewarnai acara sungkeman.


.


.


Para tamu, keluarga yang datang diacara tersebut memberikan ucapan selamat kepada kami berdua.


Semuanya ikut berbahagia diacara pernikahan kami. Alunan musik mulai dilantunkan disiang hari itu. Makanan dan minuman dimeja prasmanan juga sudah siap untuk dinikmati.


Aku tersenyum bahagia, rasanya susah diungkapkan dengan kata-kata. Tanpa ku sadari, Bimo yang duduk disamping ku terus memperhatikan ku.


Bimo tersenyum dan memandang wajah ku dengan puasnya. Karena memang semuanya ini adalah miliknya.


Ummi dan abi menghampiri ku. Keduanya duduk didekat ku.


"Manda, Bimo! Ummi sama Abi dan yang lainnya harus pulang."


"Ya ummi..abi terima kasih." Ucap Bimo kepada orang tuanya.


"Untuk kalian berdua selamat ya! Abi turut senang." Ucap abi dan berpelukan kepada Bimo.


Kami semua saling bersalaman dan melihat keluarga Bimo akhirnya pulang semua.


****


Dirumah..


Setelah lelah seharian menerima tamu yang datang untuk mengucapkan selamat kepada kami berdua, akhirnya kami berdua dapat beristirahat untuk melepas lelah.


Kali ini aku dan Bimo beserta anak-anak tidur dirumah ku, karena dirumah mama sudah penuh orang yang menginap dirumah mama. Karena esok adalah hari resepsi ku digedung serbaguna.


.


.


Aku mengucek-ngucek mata ku, yang terasa sangat perih, akibat melihat isi pesan dari teman-teman ku yang mengucapkan selamat menempuh hidup baru.


Begitu banyak pesan yang masuk di WhatsApp hingga aku membaca dan membalas pesannya satu persatu.


Bimo yang baru saja selesai dari kamar mandi dan melihat ku mengucek-ngucek mata, Bimo pun menghampiri dan duduk dihadapan ku.


"Mas Bimo!" Ucap ku yang terkejut ketika melihat lelaki yang baru saja menjadi suami ku


"Kenapa?"


"Enggak apa-apa mas, hanya sedikit pedih saja."


"Coba aku lihat!" Pinta Bimo yang ingin melihat mata ku lebih dekat.


Deg..deg..


Jantung ku berdetak kencang tidak beraturan. Ketika mata ku dan matanya, saling beradu pandang.

__ADS_1


Kami berdua saling memandang hingga cukup lama. Sampai saatnya Bimo lebih mendekat dan tidak ada jarak diantara kami berdua.


Bimo mencium bib** ku dengan lama. Sontak aku pun terkejut tapi tidak menolak. Hingga Bimo dan aku menikmati malam panjang itu sebagai suami istri.


Keesokan paginya..


Jam 07.00 WIB


Kami semua pergi ke gedung serbaguna. Disana pesta resepspi akan digelar.


Aku dan Bimo dan anak-anak berada dalam satu mobil. Sedangkan mama dan yang lainnya , menggunakan mobil yang lain.


Didalam mobil Bimo terus mengajak anak-anak bercerita apa saja. Terkadang juga Bimo suka mengetes pelajaran apa saja kepada anak-anak.


"Om Bimo, aku berhasil jawab semua. Aku mau dong hadiahnya."


"Ya pasti nanti kalian berdua dapat hadiahnya. Tapi bisa gak om Bimo, minta sesuatu dari kalian berdua."


Anak-anak binggung kenapa Bimo meminta sesuatu dari mereka berdua. Memang apa yang bisa mereka berikan untuk Bimo?


"Apa emangnya om, kalau bisa pasti kami berdua berikan?"


"Om Bimo hanya minta kalian berdua panggil om dengan sebutan Abi! Apa kalian berdua mau?"


Anak-anak terdiam tidak langsung menjawab pertanyaan Bimo.


Mereka bukan tidak mau memanggil Bimo dengan sebutan Abi. Tetapi Sebenarnya mereka bahagia. Karena Bimo mau menganggap dan menyanyangi mereka dengan tulus. Dan mengembalikkan kasih sayang seorang ayah yang hilang dari mereka.


Ya sudah kalau kalian berdua tidak mau memanggil om Bimo dengan sebutan Abi. Tidak masalah! Yang terpenting kalian berdua tetap tersenyum dan bahagia.


Digedung serbaguna..


Mobil sampai diparkiran. Kamis semua turun dan berjalan masuk. Ketika sampai didepan pintu masuk.


Aisyah tiba-tiba saja memanggil Bimo dengan sebutan Abi.


'Abi!" Panggil Aisyah dan memeluk Bimo dengan erat.


Kemudian disusul oleh Sisil. "Abi Bimo."


Bimo tersenyum dan mengatakan kepada mereka berdua. "Terima kasih sayang, anak-anak abi.'


Sisil maju dan air matanya mengalir deras. "Abi .. aku udah kehilangan ayah! Sekarang aku gak mau kehilangan Abi juga!"


"Abi gak akan pernah meninggalkan kalian. Abi janji."


Aku terharu melihat suasana itu. Mudah-mudahan ini adalah awal yang baik buat keluarga kecil kita yang bahagia.


"Sudah jangan menangis. Nanti cantiknya Hiang!" Kata ku menghibur mereka berdua.


Mama datang dan menghampiri kami yang masih berdiri diluar.


"Ayok Manda .. Bimo. Kalian sudah ditunggu."


"Iya ma!" Jawab ku..


Kami semua masuk kedalam ruang rias untuk kembali dirias. Hari ini kami mengelar acara resepsi pernikahan ku dengan Bimo.


Setelah selesai kami duduk dikursi pelaminan.

__ADS_1


Menjadi raja dan ratu.


Tamu-tamu berdatangan untuk mengucapkan selamat kepada kami. Mereka semua ikut berbahagia atas pernikahan kami. Tapi said kejauhan ada seorang yang tidak senang atas pernikahan kami yaitu Adlan.


__ADS_2