
Nasib baik sedang berpihak pada ku.
Semua doa ku telah terkabulkan
oleh Allah SWT.
Kesabaran telah membuahkan hasil.
Kini tinggal Kebagian menanti.
Syukur alhamdulillah ku panjatkan pada sang illahi. Kini kebahagian sedang menanti. Aku menemukan pendamping hidup yang mau menerima ku dan anak-anak.
Rasanya seperti mimpi.
Tapi semua itu berbanding terbalik dengan Abimanan. Kini hidupnya hanya dengan kekacauan yang menemaninya.
****
Reyna dan Abim sudah menikah secara hukum negara. Reyna sudah tidak bekerja lagi dirumah sakit. Karena peraturan rumah sakit jika suami istri bekerja dalam satu lingkup pekerjaan tidak diperbolehkan.
Selang beberapa bulan kemudian, Abim ikut mengundurkan diri. Karena tuntutan Reyna yang ingin mempunyai rumah sendiri. Sedangkan uangnya tidak cukup membeli rumah. Akhirnya dengan terpaksa Abim mengundurkan diri dari rumah sakit.
Abim mendapatkan kebijaksanaan dari rumah sakit atas pengunduran dirinya. Memang tidak banyak!!
Abim menggunakan uang tersebut untuk membeli rumah kemudian sisanya untuk modal usahanya.
Abim membuka usaha restoran di daerah yang strategis. Banyak orang berlalu lalang. Perkantoran dan rumah-rumah elit.
Awal membuka usaha restoran, sangat ramai dengan pengunjung. Pengunjung datang silih berganti. Tidak ada kata sepi dengan pengunjung.
Abim menjadi bersemangat untuk memajukan restoran. Segala macam promosi ia lakukan demi memajukan restorannya. Tak ada kata lelah dalam benaknya.
Tapi sayang, usahanya itu tidak bisa bertahan lama. Hanya beberapa bulan saja.
Itu semua akibat ulah karyawannya yang menggelapkan uang restoran dan membawanya pergi entah kemana?
Usahanya yang maju kini perlahan mulai goyah.
Abim binggung untuk mengembangkan usahanya kembali. Modal makin lama makin menipis.
Sedangkan Reyna hidupnya hanya foya-foya tanpa memikirkan bagaimana dia pernah hidup susah.
.
.
Sejak usaha Abim mengalami kebangkrutan, Reyna binggung bagaimana lagi harus mengembangkan usaha Abim.
Uang yang Abim berikan dulu, ia habiskan untuk bersenang-senang. Ia tidak menyangka kalau semua itu akan menimpanya.
Hidup miskin sudah tidak mau Reyna alami. Dari kecil kemiskinan dan kesusahan sudah menemaninya.
Tujuan menikahi Abim adalah untuk lepas dari kesusahan dan kemiskinan. Tapi semua itu tidak berjalan mulus sesuai rencananya.
****
Reyna stres mendengar usaha Abim bangkrut. Belum lagi Abim sudah menjadi pengangguran.
Kini ...dari mana ia bisa mendapatkan uang untuk kehidupan sehari-hari. Sedangkan modal usahanya telah dibawa pergi oleh karyawannya.
__ADS_1
Keduanya selalu ribut, rumah tangganya sudah tidak ada keharmonisan. Setiap hari ada saja masalah yang membuat keduanya bertengkar.
Jika sudah bertengkar Abim sudah tidak mau lagi untuk pulang kerumah. Ia memilih untuk pergi kerumah temannya atau tidur diposkamling.
Bila suasana hatinya sudah mulai tenang. Abim akan pulang kerumahnya. Untuk sekedar mandi dan Menganti pakaiannya. Kemudian pergi lagi!!
Karena pulang kerumah tanpa membawa uang untuk Reyna sama saja percuma. Reyna akan kembali marah dan bertengkar lagi.
Dirumah Reyna...
Jam 19.00 WIB
Abim pulang kerumah, karena sudah beberapa hari tidur diluar. Abim memaksakan pulang kerumah dan tidak membawa uang, karena sedang sakit. Kepalanya dirasa pusing!!
Tapi apa yang terjadi. Sesampainya di rumah. Abim dan Reyna ribut lagi.
'Ngapain pulang. Mendingan pulang kalau gak dibawa duit." Ungkap Reyna.
"Kamu tega ya, gak punya perasaan! Berani sama suami. Kamu gak tau apa, aku lagi sakit."
"Mas Abim yang tersayang! Tolong...kita ini butuh uang untuk memenuhi kehidupan kamu, aku dan ibu."
'Ya aku tau! Tapi aku akan lagi sakit. Seharusnya kamu paham! Urusin suami kamu! Bukannya malah dimarahin terus. Siapin makan dan minum atau apa.."
"Akhh...aku capek. Aku menikah sama kamu untuk hidup enak, bukannya malah makin miskin."
Plakkk..
Tamparan yang kencang mendarat di pipi istrinya itu!
Plakkk..
"Ini buat kamu mas, jangan samakan aku dengan manta istri kamu yang lemah dan penurut. Yang seenaknya kamu bisa apa-apain."
Abim berteriak dengan sangat kencangnya. Lalu ia mengunci dirinya dikamar. Sedangkan Reyna kesal dan marah-marah tidak karuan.
Malam semakin larut, akhirnya Reyna tertidur dikursi. Sedangkan Abim juga sudah tidur di kamar akibat rasa pusing yang melanda dirinya.
****
Keesokan paginya..
Jam 09.00 WIB
Abim sudah merasa baikan lalu ia pergi keluar kamar. Matanya terus mencari keberadaan istirinya itu. Tapi apa kenyataannya.. Reyna tidak ada dirumah.
Abim membuat segelas teh manis didapur. Kemudian ia duduk didepan sambil meminum teh dan menenangkan pikirannya yang sedang kalut.
Abim sudah meminum obat tapi rasa sakitnya belum hilang. Ditambah lagi beban pikirannya yang terus berputar diotakknya.
.
.
Perut Abim terus bernyanyi, karena rasa lapar melandanya. Dilihatnya isi dompet yang makin menipis. Ia urungkan niatnya untuk membeli makanan.
Mudah-mudahan dengan segelas kopi ini bisa membuat ku menjadi lebih segar. Batinnya.
Dalam kesendiriannya Abim sedang memikirkan.. bagaimana jika tempat usahanya dijual. Uangnya nanti biisa ia gunakan untuk usaha sembako dirumah.
__ADS_1
Ide yang bagus menurut Abim, karena itu jalan satu-satunya untuk memulai usahanya.
Siapa tau niatnya menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
****
Jam 13.00 WIB
Sehabis bangun dari tidur siangnya. Abim melihat Reyna yang sudah ada dirumahnya. Abim pun mendekatinya.
"Maaf soal kemarin!" Ucap Abim.
Reyna tetap diam, tanpa kata-kata! Wajahnya cemberut. Tangannya sedang asyik memoles bedak kewajahnya.
"Aku akan berusaha untuk mencari rezeki untuk mu!"
Mendengar Abim menguatkan itu, Reyna langsung berubah! Ia tersenyum kembali.
"Nah gitu dong. Jadi suami harus bisa menyenangkan hati istrinya." Ungkap Reyna yang wajahnya tersenyum sumringah secara tiba-tiba!
Hati Abim kemudian luluh ketika melihat istrinya kembali tersenyum. Abim menc**m bibir istrinya dengan penuh kebahagian. Hingga melanjutkan kemesraan mereka berdua diatas ranjang.
.
.
Setelah selesai melakukan olah raga kecil diatas ranjang. Abim jadi bersemangat.
"Mas, Kamu kerja yang semangat. Nanti kalau semangat .. aku juga akan semangat kasih kamu hadiah yang bikin kamu semakin ketagihan!" Goda Reyna.
"Iya sayang!"
"Sudah sana, kamu mandi dulu. Baru setelah itu pergi kerja ya!" Suruh Reyna..
Abim mengikuti apa kata Reyna. Ia pergi kekamar mandi untuk mandi.
Setelah setengah jam dikamar mandi dan berpakaian rapih untuk pergi mencari usaha. Abim akhirnya berpamitan kepada Reyna.
"Aku pergi dulu ya."
"Ya ... hati-hati ya!"
Setelah kepergian Abim, Reyna bukannya bergegas mandi. Reyna malah bermalas-malasan. Melanjutkan tidurnya disiang hari.
****
Abim pergi dengan motornya, karena mobilnya sudah dijual lama.
Abim pergi ke restorannya. Disana masih ada beberapa karyawannya yang belum mendapatkan gaji setelah bangkrut.
Satu jam perjalanan akhirnya Abim sampai direstorannya.
Abim melihat karyawannya yang sudah menunggunya dalam beberapa hari. Akhirnya yang ditunggu datang juga.
Abim berjalan masuk kedalam restoran dan menyuruh para karyawan untuk masuk kedalam juga.
Abim berdiri diantara karyawannya. Lalu berkata. "Maaf kalau saya belum bisa mengaji kalian semua. Tapi saya janji akan membayar sisa gaji kalian secepatnya. Tolong beri waktu untuk saya."
"Baik pak!" Ungkap salah satu karyawan.
__ADS_1
Pembicaraan Abim dan karyawannya tidak sampai disitu saja. Abim membahas mengenai apa saja.
...Happy Reading...