Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Kepergian Aisyah Yang Mendadak


__ADS_3

Perpisahan adalah hal yang sangat menyakitkan. Tapi kalau itu adalah jalan yang terbaik untuk semuanya kenapa tidak??


Aisyah duduk sendirian didalam kamarnya, sambil mendengarkan suara musik ditelingga dengan memakai headset.


Pikirannya sedang memikirkan suatu hal untuk kebaikan dalam hubungannya dengan Vano. Lelaki yang kini sedang berjuang untuk masa depannya bersama dengan Aisyah.


Tapi Ais sadar, hubungannya dengan Vano tidak mendapatkan restu dari orang tua. Maka itu tidak akanlah baik untuk kedepannya.


Sekarang hanya lah berpikir bagaimana caranya untuk menghindar dari Vano dan memberikan alasan kepada orang tuanya.


Cekrek...


Suara pintu terbuka ketika Abi Bimo masuk kedalam kamarnya. Abi melihat Ais yang sedang duduk dan pandangannya mengarah keluar jendela.


Abi melangkahkan masuk kedalam. Tapi Ais tak menyadari kalau Abi masuk kedalam kamarnya. Suara langkah kaki dan pintu pun tak terdengar oleh Aisyah, karena Ais memakai headset ditelingganya.


.


.


Abi duduk dan terus memperhatikan anaknya dari dekat dan cukup lama. Tapi Aisyah masih tidak menyadarinya.


Lima menit kemudian Abi duduk dihadapan Ais, barulah Aisyah terkejut karena tiba-tiba Abi muncul.


"Haah Abi.." Spontan Aisyah karena terkejutnya.


Kemudian mencopot headset yang ada ditelingganya.


"Iya ini Abi. Apa ada masalah?"


Abi yang sejak tadi memperhatikan Ais jadi paham. Aisyah pasti mempunyai sesuatu yang sedang ia pikirkan diotaknya, hanya saja enggan berbagi kisah jika tak ditanya.


"Hehe..tidak Abi. Aku baik-baik saja Abi tidak perlu khawatir."


"Masih belum mau cerita." Paksa Abi yang sedang berusaha untuk meminta anaknya bercerita.


"Abi..aku akan melanjutkan kuliah S2 ku diluar negeri. Mungkin ini sangat mendadak tapi percayalah. Kalau ini sudah ku pikirkan baik-baik."


Kapan kamu berangkat?"


"Ehm..besok!" Sahut Aisyah tapi dipotong oleh Abi


"Secepat itu dek. Pasti ada masalah. Lalu wisuda kamu yang tinggal beberapa hari lagi."


"Wisuda kemungkinan aku tidak akan ikut, tapi Abi jangan khawatir itu semuanya sudah disetujui oleh dosen pembimbing ku. Aku akan tetap pergi besok."


"Jika itu keputusan yang terbaik. Abi akan selalu mendukung kalian semua! Tapi apakah itu tidak sangat mendadak sekali, ada apa?"


Aisyah melihat reaksi Abi yang menaruh curiga padanya. Tapi selama itu masih aman, Ais berniat akan tetap menjadi rahasia dirinya.


"Ti..tidak Abi. Itu tidak mendadak. Sebenarnya memang sudah lama. Hanya belum ku pikirkan saja." Jawab Aisyah dengan bingung.


"Jika ada sesuatu, ceritakan saja?" Rayu Abi lagi.

__ADS_1


"Pasti."


Tiba-tiba tatapan mata Abi melihat kearah tangan Aisyah yang terbalut dengan perban. Abi memandang terus dan akhirnya bertanya pada putrinya.


"Dek, ada apa dengan tangannya?"


Aduh..kenapa harus Abi tau! Ais.. sekarang apa yang mesti kamu jawab! Batin Aisyah binggung.


"Oh ini..tidak apa-apa!"


"Baiklah kalau begitu.. Abi keluar dulu. Jangan lupa ceritakan ini sama bunda juga." Ucap Abi Bimo dan melangkahkan kakinya keluar kamar.


Setelah Kepergian Abi, Ais dapat bernapas lega. Baginya saat ini aman. Tapi nanti pasti orang tuanya akan bertanya tentang hubungannya dengan Vano. Entah apa yang harus ia jawab?


Aisyah kembali mendengarkan musik, tapi kali ini Ais tidak memakai headset ditelingganya.


Sepuluh menit kemudian Sisil, masuk kekamar adiknya. Dilihat adiknya yang sedang melamun.


Sisil pun berjalan mendekat.


Aisyah yang merasa mendengar suara langkah kaki kemudian menengok kearah suara.


"Kak!" Panggilnya.


"Dek lagi sibuk gak?" Tanya kakaknya dan duduk dikursi yang berada didekat Aisyah duduk.


"Enggak, ada apa?"


"Kakak mau bicara sebentar!"


"Apa semuanya baik-baik saja?"


"Hehehehe..kakak ini aneh. Ya tentu saja. Memangnya ada apa?"


"Tadi kakak gak sengaja mendengar pembicaraan Abi sama bunda dikamar waktu kakak lewat. Apakah benar kamu akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan S2 disana."


"Iya..kalau kakak sudah tau. Ya seperti itu. Masalah wisuda ku, aku tidak akan mengikutinya!" Jawabnya.


Pandangan Sisil terus melihat kearah adiknya. Ada rasa penasaran yang terus ia ingin tanyakan tapi Sisil ragu. Pasti Aisyah tidak akan berbagi cerita kepadanya.


"Ada apa kak?"


"Tidak apa-apa! Ehmm.. ya sudahlah. Kamu coba bicara sama bunda! Pasti bunda cemas setelah mengetahui ini semua dari Abi."


"Iya kakak tenang saja!"


"Kakak keluar dulu." Ucap Sisil lalu bangun dari duduknya dan melangkah keluar kamar.


Setelah kepergian Sisil, Aisyah yang matanya sejak tadi berkaca-kaca. Kini meneteskan air mata sambil melihat foto Vano yang berada didalam handphonenya.


Rasa tidak rela meninggalkan orang yang dicintainya, membuatnya merasa sangat terluka.


Dua puluh menit kemudian. Setelah dirasa cukup membaik dan siap untuk berbicara kepada bunda. Aisyah pun berjalan kekamar orang tuanya.

__ADS_1


Setelah sampai dipintu kamar, Ais kemudian mengetuk pintu dengan pelan.


Tok..tok


Cekrek..


Aisyah membuka pintu kamar dan masuk kedalamnya. Dilihat bunda bersama Abi sedang bersama.


"Abi..bunda.."


"Sini sayang duduk dekat dengan bunda!" Suruh


Abi pada Ais.


Aisyah pun duduk dekat dengan bunda. Mata Aisyah melihat bunda yang matanya penuh dengan air mata yang membasahi pipi bunda.


"Bunda.."


Bunda yang mendengar anaknya memanggil lalu spontan memeluk tubuh anaknya. Dengan dekapan yamg sangat erat.


"Ais..cerita sama bunda. Ada apa?" Bisik bunda ditelinga Aisyah.


"A..aku, aku tidak apa-apa. Semua yang aku putuskan sudah kupikirkan dengan baik. Jadi kenapa kalian tanya ada apa?"


"Iya karena kepergian kamu yang mendadak. Lalu bagaimana dengan semua rencana pernikahan kamu dengan Vano. Cepat katakan? Ucap bunda histeris ingin tau jawaban anaknya.


"Tidak ada apa-apa Bun. Kenapa kepergian ku tidak hubungannya dengan Koko. Semuanya murni karena keinginan ku dan sudah ku putuskan. Aku mohon bunda izinin aku pergi. Mengejar semua mimpiku!"


"Bunda gak izinin kamu pergi." Teriak bunda lalu pergi begitu saja.


"Bunda. Bunda dengerin aku dulu!"


Aisyah berlari mengejar bunda. Lalu diikuti oleh Abi dari belakang.


Bunda masuk kedalam kamar Kenzi dan mengunci dirinya dikamar Kenzi.


Tok tok..


"Bunda buka. Bunda maafkan aku. Dengerin penjelasan aku."


Tapi apa yang terjadi bunda gak menghiraukan perkataan anaknya. Bunda tetap diam tak membalas semua yang diucapkan Ais.


Didalam kamar bunda hanya menangis saja.


Abi lalu mendekat kearah Aisyah.


"Dek bangun.. biar nanti Abi yang bicara sama bunda." Ucap Abi yang melibat Aisyah terduduk tak.berdaya didepan pintu kamar.


"Abi..bunda tidak pernah marah seperti ini. Bunda hari ini marah sekali..Apa keputusan yang ku ambil salah."


"Keputusan kamu tidaklah salah. Mungkin bunda kaget dan marah karena ini semua sangatlah mendadak. sekali." Ungkap Abi.


"Lalu sekarang aku harus bagaimana?"

__ADS_1


"Biarkan bunda tenang dulu. Setelah tenang Abi akan membicarakan sama bunda lagi. Sekarang istirahat saja dan siapkan semua yang akan dibawa besok." Suruh Abi pada Aisyah.


Aisyah bangun kemudian berjalan dengan langkah yang gontai kekamarnya. Merebahkan dirinya diatas tempat tidur lalu menangis kembali.


__ADS_2