
Bimo dengan paniknya segera membawa aku untuk pergi kerumah sakit.
Karena paniknya, sampai-sampai Bimo hanya pergi dengan mengunakan sarung saja dan atasan adalah baju Koko.
Pergi dengan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Matanya Bimo antara fokus mengemudikan mobil dan sesekali menengok kearah ku yang duduk dikursi belakang.
"Sabar ya sayang, bentar lagi kita sampai rumah sakit!"
Aku hanya diam, tanpa berkomentar. Menahan rasa sakit yang luar biasa. Hanya mengucap banyak-banyak istifar dalam hati.
Rumah Sakit...
Setelah sampai dirumah sakit. Bimo langsung membawa ku dengan mengunakan kursi roda keruangan IGD.
Aku segera ditangani oleh dokter dan suster dirumah sakit itu. Bimo menunggu diluar ruangan. Mengurus semua administrasi ku.
.
.
.
Sekitar setengah jam kemudian, dokter keluar dan menghampiri Bimo yang sedang duduk sendirian dikursi.
"Maaf dengan pak Bimo suami dari ibu Amanda?"
"Benar dok. Bagaimana keadaan istri saya?"
"Istri anda akan segera melahirkan?"
"Apa dok, istri saya akan segera melahirkan. Bukannya usia kandungannya baru delapan bulan."
Bimo tersentak kaget. Tidak mengetahui kalau aku akan segera melahirkan. Apalagi semua belum dibawa kerumah sakit.
"Lalu bagaimana dok?"
"Istri anda akan saya usahakan untuk lahiran normal. Sekarang anda menyiapkan semua keperluan calon bayi dan ibunya pasca melahirkan!"
"Baik dok!"
"Kalau begitu saya permisi!"
"Terima kasih dok."
Setelah Kepergian dokter, Bimo menghubungi Sisil untuk menyuruh mbok Darmi mengantar semua keperluan ku dan calon bayi.
Setelah selesai menghubungi Sisil. Akhirnya Bimo masuk kedalam ruangan bersalin, karena dokter memanggil untuk menemani ku yang melakukan proses persalinan secara normal.
Bimo memberi ku semangat dengan menggenggam tangan ku erat. Terus berada didekat ku, ketika memperjuangkan hidup dan mati saat melahirkan seorang bayi kedunia ini.
****
Satu jam berjuang merasakan sakit yang luar biasa nikmatnya! Aku akhirnya melahirkan seorang bayi lelaki.
Oaaa oaaaa ...
Terdengar suara tangisan dari sang buah hati. Terdengar sangat kencang.
Suster segera membawanya dan memandikan bayi lelaki itu.
Ucap syukur dan kebahagian yang tidak ternilai karena aku dan bayi ku lahir dengan selamat!
Bimo tersenyum kearah ku dan mencium kening ku. Lalu berbisik..
"Selamat sayang.. terima kasih!"
Aku melihat kearahnya dan membalas senyumannya dengan lebar!
__ADS_1
Tak lama suster datang dan membawa bayi lelaki yang sudah rapih. Tubuhnya terbalut kain yang dibedong supaya memberi kehangatan untuknya.
"Pak, silahkan diazanin dulu dedenya!" Ucap suster kepada Bimo.
Bimo mengendong bayi lelaki itu dengan berat 2, 2ons dengan panjang 55, 3 cm. Kemudian melantunkan adzan ditelinga sang bayi.
.
.
Setelah selesai Bimo menyerahkan kembali bayi lelaki kepada suster.
"Bu..bayinya mau diberi nama siapa?" Tanya suster.
"Ehm.. bagaimana kalau Kenzi Alfatthan."
"Nama yang bagus mas." Ungkap ku yang terbaring lemah.
"Baik! Ibu .. bapak. Bayinya akan dirawat diruang inkubator ya. Karena bayi dalam keadaan prematur!"
"Iya suster." Balas Bimo dengan melihat bayi mungil itu.
"Ibu Manda, sebentar lagi akan dipindahkan keruang rawat"
"Ya suster. Terima kasih!"
Suster pun pergi dengan membawa bayi itu. Perasaan yang tidak tega terjadi pada diriku. Bayi yang baru dilahirkan akan berpisah sementara dengan ku, itu semua demi kesehatan sang bayi. Karena Kenzi terlahir prematur!
****
Jam 21.30 WIB
Aku dipindahkan keruang rawat. Mbok Darmi kesini bersama dengan anak-anak.
Tampak raut kebahagian diantara Sisil dan Aisyah! Karena sang adik telah lahir.
"Bentar Bun, tunggu Hariis yang akan mengantar mereka pulang!"
"Bun, aku belum lihat dedek!" Sela Aisyah yang tidak sabar ingin melihat adik lelakinya.
"Iya besok bisa kesini lagi!"
Cekrek..
"Assalamualaikum!" Ucap salah Hariis ketika memasuki ruangan ku.
"Waalaikumsalam!"Jawab kami bersama-sama.
"Selamat yang Bim, Manda!" Kata Harris sambil berjabat tangan dengan aku dan Bimo.
"Terima kasih ya!" Jawab Bimo!
"Bayinya dimana Bim?"
Harris mencari keberadaan bayi yang baru saja dilahirkan itu! Tapi bayi yang dicari tidak ada.
"Kenzi lahir prematur jadi untuk sementara masih diinkubator." Ucap Bimo menjelaskan keadaan Hariis.
"Oh."
"Mas Harris tolong antar anak-anak dan mbok Darmi pulang ya!" Kata ku.
"Ya tenang aja."
Aisyah, Sisil dan mbok Darmi akhirnya berpamitan untuk pulang. Begitu juga dengan Hariis.
.
__ADS_1
.
.
Malam semakin larut, aku dan Bimo pun mulai tertidur.
****
Tiga hari kemudian...
Dirumah..
Jam 11.30 WIB
Setelah tiga hari berada dirumah sakit, akhirnya kondisi bayi Kenzi sudah lebih baik. Dokter pun sudah mengizinkan untuk dibawa pulang.
Aku dan Bimo bisa bernapas lega, akhirnya kami bertiga bisa pulang kerumah.
Rumah yang sepi kini ramai dengan kedatangan mama Atika, ummi, Abi dan sanak saudara, teman-teman dari Bimo yang datang untuk melihat bayi Kenzi.
Begitu juga dengan Luna yang datang kerumah Ku, Karena kemarin belum bisa datang kerumah sakit.
"Ih lucu banget deh. Jadi gemas banget." Ucap Luna yang melihat Kenzi kecil sedang tidur.
"Makanya nambah, jangan cuma satu doang!"
Kata ku meledek pada Luna yang hanya memiliki anak satu doang.
"Enggah ah.. cukup udah."
Lama sekali Luna dan aku berbincang. Membahas apa saja. Kapan lagi bisa begini, tertawa, bercerita bareng.
Karena kesibukan Luna dan aku ,hingga kami jarang bisa bertemu. Dengan moment ini Luna tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berbincang banyak. Apalagi dengan Keyra yang sudah lama tidak berjumpa dengan Aisyah dan Sisil.
Sedangkan Bimo kembali beraktifitas seperti biasa setelah, berhari-hari menemani ku dirumah sakit.
Mama Atika dan Ummi Dwi juga sedang berbincang-bincang sambil mengawasi anak-anak dan sikecil Kenzi.
****
Jam 16.00 WIB
Hari semakin sore. Rumah juga sudah kembali sepi. Mama Atika dan ummi Dwi sudah pulang kerumahnya, begitu juga dengan Luna dan Keyra.
Aku sedang bersama-sama Aisyah dan Sisil sedang menemani si kecil Kenzi yang dari tadi masih tertidur saja.
"Bun, Kenzi lucu banget ya!" Ucap Aisyah yang dari tadi memandangi adiknya yang sedang tidur.
"Ya sayang!"
Ku pandangi wajah mereka, melihat mereka bahagia! Membuat ku merasa lebih baik.
Terima kasih ya Allah, ini semua atas izin Mu! Tanpa campur tangan Mu ya Allah, semua tidak akan lengkap kebahagian ku.
Batin ku yang merasakan syukur atas nikmat Allah SWT.
Suami yang luar biasa sabar dan sayangnya kepada diri ku. Anak-anak yang Soleh dan Soleha. Serta semuanya yang tidak bisa ku dapatkan dipernikahan ku yang sebelumnya. Kini akhirnya bisa ku dapatkan dipernikahan ini.
Sekarang sudah lengkap kebahagian ku dengan Bimo karena hadirnya Kenzi kecil yang lucu dan mengemaskan.
Tidak ada yang bisa ku ungkapkan selain kata syukur alhamdulilah kepada mu Ya Allah SWT.
...-------------------...
Kini Amanda dan Bimo berbahagia dalam pernikahan mereka. Dikarunia anak-anak yang Soleh dan Soleha.
Abim belum menikah lagi dan tinggal dengan Pak Rizal. Audy masih terus menjalankan pengobatannya.
__ADS_1
Reyna masih menjalani hukumannya. Begitu juga dengan Adlan.