Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Sebuah keputusan (Season 2) Aisyah


__ADS_3

Dibab ini menceritakan tentang anak-anak Manda dan Bimo yang sudah besar.


Dalam melewati cobaan demi cobaan yang menerpa kehidupan mereka.


Lalu bagaimana sikap Manda, Bimo, Abim sebagai orang tua dalam menghadapi sikap anak-anaknya.


Bagaimana kisahnya ikutin terus ya ceritanya.


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


Beberapa tahun kemudian...


Sisil telah menikah dengan Yudha. Sedangkan Aisyah masih kuliah di fakultas kedokteran semester akhir. Kenzi kecil kini sudah masuk sekolah SMP. Sekarang sudah tinggal dipesantren di Jogjakarta. Abi Bimo menyekolahkan Kenzi cukup jauh, untuk mendapatkan ilmu yang lebih banyak lagi.


Sedangkan Keyra hanya beda beberapa semester dengan Aisyah. Mereka tetap bersahabat hingga kini.


Audy kini tinggal dipesantren milik Bimo dan sudah menikah dengan salah satu ustad disana. Sesekali Audy datang berkunjung kerumah untuk melihat orang tuanya.


Reyna sudah bisa menikmati alam bebas. Adlan masih mendekam dipenjara dengan sisa masa hukumannya yang tinggal beberapa tahun lagi.


Abimanan sudah menikah lagi, tapi sampai saat ini belum dikaruniai keturunan!


****


Dirumah..


Jam 19.00 WIB


Bunda Manda sedang duduk bersama abi Bimo sambil menikmati acara tv. Tidak lain yang ditonton acara berita, olah raga atau kajian Islam.


Sedang asyik menonton tiba-tiba saja terdengar suara mobil datang memasuki area halaman rumah.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam!" Jawab bersamaan.


Kemudian bunda Manda bangun untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang!


Cekrek..


"Kakak, Yudha. Mari masuk."


Yudha dan Sisil langsung masuk dan mencium tangan bunda, juga tangan abi Bimo. Kemudian mereka berdua duduk bersama kami.


"Kak ada apa malam-malam begini kesini! Terus gak kasih kabar dulu kalau mau kesini!"


"Iya bun, maaf! Kita kesini mau kasih kejutan buat Abi sama bunda!" Sahut Sisil.


"Ehmm... apa kejutannya kak?" Kata abi Bimo.


Obrolan pun terhenti dengan kedatangan Aisyah yang baru saja sampai dan masuk kedalam.


"Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam!" Jawab bersamaan.


Aisyah memandang wajah kakaknya yang sudah beberapa bulan ini tidak bertemu dengannya.


"Kak Sisil."


Sisil tersenyum melihat adiknya yang baru saja tiba. Adiknya yang selama ini selalu menemaninya! Sekarang setelah Sisil menikah jarang bertemu dengan adiknya!

__ADS_1


"Dek, apa kabar?"


"Alhamdulilah baik kak!"


Mereka berdua saling berpelukan erat dan melepas rindu antara kakak dan adik.


"Ehemm.. ehem.." Dehem Yudha yang membuat suasana hening antara kakak dan adik kembali buyar, ketika mendengar suara Yudha.


"Mas Yudha ganggu aja nih! Aku kan masih kangen sama kakak ku tersayang!"


"Iya dek, terserah kamu aja." Sahut Yudha mengalah.


Mbok Darmi membawa beberapa minuman dan cemilan kemudian ditaruhnya diatas meja.


"Terima kasih mbok!" Ucap ku pada mbok Darmi!


"Sama-sama! Kalau begitu saya permisi!" Ucap mbok Darmi kemudian pergi meninggalkan ruang tamu dan kembali kedapur!


Suasana malam itu begitu berbeda, karena terdengar canda tawa dengan kehadiran Sisil dan Yudha. Tapi belum lengkap rasanya tanpa kehadiran adik kecil Kenzi. Kenzi masih berada dipesantrennya!


Malam itu, Sisil dan Yudha menjelaskan tentang kedatangan mereka berdua. Kedatangan mereka berdua karena Sisil dinyatakan positif hamil setelah satu tahun menunggu.


.


.


Jam 22.36 WIB


Malam semakin larut, tapi Aisyah belum bisa tertidur pulas. Ais, masih melihat isi pesan dari lelaki yang selama ini dekat dengannya.


Lelaki yang selalu ada disetiap susah dan senang. Lelaki yang selalu mengisi hari-hari Ais, selama ini.


.


.


Aisyah terus gulang guling diatas kasurnya yang empuk, matanya mulai mengantuk. Tapi pikirannya memikirkan satu orang yaitu Elvano.


Lelaki yang mulai mengajak kehubungan yang lebih serius terhadap Ais, tapi Ais tidak bisa menerimanya karena berbeda agama.


Kalau dibahas mengenai perasaan Aisyah. Aisyah mempunyai perasaan yang lebih.


****


Keesokkan paginya..


Jam 07.00 WIB


Mereka semua baru saja menyelesaikan sarapan pagi. Kecuali Aisyah yang tidak ikut sarapan karena dari semalam, ia tidak bisa tidur dan baru bisa tidur jam lima pagi setelah selesai sholat shubuh!


Aisyah sedang sibuk merias wajahnya yang tampak terlihat warna hitam diarea mata.


Duh, mata ku. Terlihat jelek banget! Kata Aisyah yang sedang duduk di depan cermin!


Tok tok tok..


Aisyah menengokkan kepalanya kearah suara. Tak lama pintu pun terbuka. Ternyata yang masuk adalah..


"Bunda.." Panggil Aisyah.


"Kamu gak sarapan dek?" Tanya bunda sambil berjalan mendekat.

__ADS_1


"Enggak bun, aku udah telat. Hari ini aku harus kekampus terus kerumah sakit terus kemana lagi ya?"


Memang Aisyah belakang ini sibuk sekali. Karena harus menyelesaikan skripsinya dan urusan rumah sakit! Karena prestasi yang bagus Aisyah menjadi asisten dokter dirumah sakit tempatnya melakukan praktek selama ini untuk anak-anak yang baru masuk kuliah kedokteran.


"Bun, aku langsung pergi ya?"


"Ya sudah hati-hati dan jangan lupa nanti malam, kita harus apa?"


"Ya Bun!"


Aisyah pun mencium tangan bunda Manda.. Kemudian berjalan keruang depan dimana semua orang berkumpul.


"Anak Abi sudah rapih." Puji Bimo pada Aisyah.


Aisyah hanya tersenyum ketika mendapatkan pujian dari Abi Bimo. Ketika baru sampai diruang depan, Aisyah duduk mendekat dengan Bimo.


"Bun, aku pergi dulu ya!"


Aisyah langsung mencium tangan abi Bimo kemudian memeluknya erat. Aisyah memang dari kecil sangat dekat dengan abi Bimo.


Kasih sayang Abi Bimo sebagai orang tua sambung, tidak perlu diragukan lagi.


"Ya hati-hati dijalan. Oh iya kamu diantar sama mang Salim sana."


Aisyah hanya mengangguk saja. Kemudian Aisyah pun beralih ke Sisil dan Yudha untuk berpamitan kepada keduanya.


Setelah berpamitan kepada keduanya. Aisyah pun pergi dengan diantar oleh mang Salim.


.


.


Dalam perjalanan, Ais hanya fokus pada satu arah yaitu jalan. Banyak orang berlalu lalang dipagi hari. Tapi berbeda dengan pikirannya, ia terus memikirkan satu orang Elvano.


Sejak Vano ingin kalau hubungannya dibawa kejenjang yang lebih serius. Ais, menjadi takut. Takut kalau hubungannya akan tidak restui oleh orang tua.


Ais, sadar perbedaan agama yang membuat hubungannya susah untuk diteruskan. Ais, juga takut kalau sampai orang tuanya tau. Mungkin nanti orang tuanya akan melarang Ais untuk bertemu dengan Vano. Itu yang ditakutkan oleh Aisyah.


Pesan-pesan dari Abi Bimo selalu terngiang dikepala Aisyah.


.


.


Tidak terasa perjalanan telah sampai dikampus. Aisyah tidak menyadarinya, kalau mobil telah berhenti pas dihalaman kampus.


"Mbak, kita udah sampai. Mbak.. mbak Ais." Panggil mang Salim beberapa kali, karena Aisyah masih melamun.


Karena Aisyah tidak mendengar panggilan dari mang Salim. Akhirnya mang Salim memberanikan diri untuk menepuk tangan majikannya.


Sepintas Aisyah langsung tersadar karena merasakan tangannya dipukul pelan oleh mang Salim.


Aisyah yang tersentak kaget, kemudian tersadar.


"Maaf mbak."


"Iya gak apa-apa." Sahutnya.


Aisyah melihat sekeliling kemudian turun dari mobil setelah mengucapkan salam kepada mang Salim.


...Happy reading...

__ADS_1


__ADS_2