Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Tertangkap


__ADS_3

Dirumah...


Jam 10.00 WIB..


Alhamdulillah rasanya senang bisa kembali kerumah. Sekarang waktunya aku untuk beristirahat dikamar dan memulihkan kembali kesehatan ku. Batin ku yang sedang berdiri didalam kamar dan melihat sekeliling kamar.


Padahal baru sehari aku tinggal tapi rasanya seperti sudah lama aku pergi. Mungkin ini adalah tempat ternyaman ku untuk berlama-lama didalam kamar.


Flashback on


Dihotel ...


Jam 06.00 WIB


Aku dan Bimo merapikan semua barang bawaan kami. Begitu juga dengan Harris yang berada dikamarnya.


Sedangkan Lola sudah kembali ke kostnya. Sebagai ucapan terima kasih kepada Lola, Bimo memberikan uang untuk Lola.


.


.


Ketika aku dan Bimo sarapan terdengar suara ketukan pintu.


Tok..tok..


Aku yang mendengar suara ketukan pintu akhirnya berjalan untuk membuka pintu.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam mas Harris."


Harris pun masuk kedalam dan melihat Bimo yang sedang sarapan pagi.


"Ris, sini sarapan!" Ajak Bimo.


"Baru saja aku selesai sarapan dikamar."


"Ayok mas sarapan dulu!" Ajak ku pada Harris.


"Kalian sarapan aja, aku udah! Baru aja selesai dan lanjut kesini!"


"Ya udah, mas. Ngobrol sambil kami sarapan ya."


"Ya silahkan!"


Aku dan Bimo melanjutkan sarapan. Harris duduk sambil memainkan ponselnya.


Setelah selesai Harris menceritakan bahwa dirinya sudah memesan tiket untuk kepulangan kita ke Jakarta.


****


Dibandara...


Aku, Bimo dan Harris sudah tiba dibandara. Hanya menunggu sekitar lima menit pesawat akan siap berangkat!


Bimo selalu mengkhawatirkan keadaan ku dan calon bayi ku. Ia sangat tidak ingin aku kenapa-kenapa! Apalagi setelah kecelakaan yang menimpa ku, Bimo menjadi lebih perhatian sekali.


Jam tujuh lewat lima belas menit akhirnya pesawat berangkat menuju Jakarta.


Flashback off


Cekrek...

__ADS_1


Bimo membuka pintu dan melihat ku yang sedang duduk sambil membaca buku.


"Mas."


Mata ku melihat Bimo yang berjalan mendekati ku. Kemudian menyudahi membaca buku dan ku taruh dimeja.


"Sudah selesai baca bukunya?" Ucap Bimo yang baru saja masuk dan duduk disamping ku!


"Udah, kan ada kamu datang!"


"Ini!"


Bimo menyerahkan segelas jus buah naga kepada ku.


"Ini untuk ku mas!"


"Iya! Aku baru saja menghabiskan susu. Sekarang apa juga aku harus menghabiskan jus ini juga!"


Aku memang baru saja menghabiskan segelas susu, gelasnya kosongnya masih ada dimeja.


Kini aku harus meminum segelas jus, rasanya seperti perut ku mau meledak!


Memang sejak kembali, Bimo memberikan makanan dan minuman untuk ku dikamar. Menurutnya aku harus benar-benar istirahat tidak boleh melakukan aktifitas yang berat dulu selama kondisi tubuh ku belum stabil.


"Nanti kan bisa! Aku hanya gak mau kamu keluar dari kamar dan melakukan aktifitas didapur atau apapun!"


"Ya mas!" Jawab ku sambil mengangguk!


Dert...dert..


Ponsel Bimo berdering dan melihatnya.. Ternyata Bimo tidak tau itu nomor siapa?


"Sebentar ya sayang, aku harus mengangkat telepon dulu!"


Aku kembali melanjutkan membaca buku yang sempat tertunda barusan. Hanya ini saja yang bisa ku lakukan saat ini untuk menghabiskan waktu!


Lima belas menit kemudian, Bimo masuk kedalam kamar! Wajahnya tampak bahagia tapi entah apa yang membuatnya menjadi senang!


Bimo menghampiri ku kembali dan memegang tangan ku dengan erat!


"Sayang ..aku harus pergi sebentar! Ada hal yang harus ku selesaikan saat ini. Aku mohon selama aku pergi, beristirahatlah! Jangan kemana-mana!"


"Mas mau pergi kemana? Mendadak sekali! Kita aja baru sampai!"


Bimo tidak menjelaskan jika dirinya hendak kemana! Bimo hanya ingin memastikan semua kebenarannya setelah melihat sendiri dan barulah Bimo akan memberitahukan kepada ku tentang kepergiannya!


"Maaf sayang aku tidak bisa menjelaskan sekarang! Tapi setelah aku kembali akan ku ceritakan semuanya!"


"Baiklah! Suami ku yang ganteng, hati-hati dijalan ya!" Puji ku pada Bimo.


"Baik istri ku yang cantik!" Balas Bimo sambil mencium pucuk rambut ku!


Bimo berjalan keluar kamar dan pergi setelah menerima telepon barusan.


Kini yang bisa ku lakukan hanya beristirahat. Ini semua demi kesehatan ku dan janin ku yang ku kandung!


****


Ditempat lain ..


Bimo mendapatkan kabar dari kantor polisi di Surabaya. Bahwa Adlan dan Reyna telah tertangkap baru saja.


Perasaan Bimo bahagia sekali setelah mendengar kabar itu. Tapi ia ingin memastikan sendiri dan tidak memberitahukan kepada orang tua ataupun aku!

__ADS_1


Bimo hanya memberitahu Harris untuk ikut ke Surabaya lagi dan menjelaskan semuanya kepada Harris!


Sekarang Bimo sedang dalam perjalanan menuju bandara. Bimo akan bertemu Harris dibandara dan mereka akan melakukan penerbangan yang sama untuk sampai ke Surabaya!


Rasa lelah kini tidak dihiraukan oleh Bimo demi bertemu dengan orang yang telah menyakiti istrinya dan adiknya.


Malah.. jika bertemu dengan Adlan Bimo ingin sekali mendaratkan sebuah pukulan yang bertubi-tubi untuk Adlan. Tapi sayang niatnya tidak akan terlaksana karena Adlan ada dikantor polisi dan Bimo juga harus bisa menahan emosinya yang sedang meluap-luap.


Mungkin jika itu bukan Bimo, Adlan pasti sudah penuh dengan luka lebam diwajahnya. Mendapatkan pukulan untuk semua kejahatan Adlan.


Dibandara...


Jam 13.00 WIB


Bimo telah sampai dibandara. Matanya mencari Harris, ternyata Harris sudah tiba terlebih dahulu dibandara.


Keduanya saling berjalan mendekat dan bersalaman.


"Assalamualaikum!" Kata Harris.


"Waalaikumsalam!"


"Kapan dapat kabar Bim?"


Harris begitu penasaran, karena baru saja ia melaporkan semua tentang kasus Adlan dan Reyna ketika mereka di Surabaya tadi, tapi pada kenyataannya kabar baik itu sudah ada.


Jam setengah dua akhirnya Harris dan Bimo harus segera menaiki pesawat untuk ke Surabaya.


****


Di Surabaya..


Bimo dan Harris sudah sampai di kota Surabaya. Bimo dan Harris langsung pergi ketempat tujuannya yaitu kantor polisi dengan menaiki taxi online.


Dalam perjalanan kekantor polisi, perasaan Bimo campur aduk. Ada rasa kesal, amarah campur bahagia.


Ingin sekali Bimo cepat bertemu dengan Adlan dan segera menghukumnya. Tapi semua itu butuh proses pengadilan dan memakan waktu yang lama.


Bimo sudah tidak sabar menunggu saat itu. Melihat Adlan segera mendapatkan hukuman yang setimpal atas semua perbuatannya.


.


.


Harris sesekali memperhatikan Bimo yang dari tadi tidak banyak bicara. Biasanya Bimo selalu berbincang dengannya jika dalam perjalanan.


"Bim, apa semua baik-baik saja?"


Bimo menengokkan wajahnya kearah Harris dan tersenyum kepadanya. "Iya.. semua baik-baik saja! Hanya saja .. sudah tidak sabar melihat Adlan mendapatkan hukuman yang setimpal. Bila perlu menghajarnya dengan tangan ku sendiri. Astagfirullah allazim."


Bimo menghela napas dalam-dalam. Menahan emosinya kepada Adlan.


Berpikir panjang, agar dirinya tidak ikut terbawa emosi.


"Bim.."


"Ya." Jawab Bimo yang sedang menahan emosinya.


"Sabar ya!" Ucap Harris memberi semangat kepada Bimo.


Bimo tersenyum saja kearah Harris. Sekarang yang bisa Bimo lakukan adalah dengan mengucapkan banyak-banyak istighfar agar bisa mengendalikan emosinya yang sedang berada di puncaknya.


Ya Allah.. semoga aku tidak terbawa emosi. Ucap Bimo dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2