
Sebulan kemudian...
Hari ini adalah hari yang selalu ditunggu-tunggu oleh semua orang setiap bulannya. Hari ini adalah hari dimana orang mendapatkan hasil dari jerih payahnya.
Ya, hari ini aku mendapat gaji pertama. Senangnya luar biasa. Aku hanya bisa mengucap syukur akhirnya. Apa yang ku nantikan, membuahkan hasil.
Ku lajukan motor untuk pulang kerumah. Dalam perjalanan aku berhenti ditukang martabak. Membeli dua box martabak. Yang satu untuk anak-anak dan satu lagi mama ku.
****
Dirumah
jam 16.30 WIB
Aku sudah sampai dirumah, ku lihat Aisyah sedang mainan bersama temannya diteras rumah. Sisil menjaga warung sembako ku. Ada Atika yang sedang mengawasi keduanya.
Aku lalu turun dari motor dan masuk kedalam. Mengucapkan salam, ketika masuk kerumah. "Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam!" Jawab serempak.
"Bunda pulangnya kok sore banget!" Tanya Aisyah yang sedang bermain boneka bersama temannya!
Aku mendekati dan berbisik, "Iya, maaf sayang! Bunda bawa ini buat kalian!"
Ku berikan satu box martabak kepada Aisyah dan kawan-kawan.
"Bagi temanya ya, dek! Kalau sudah taruh dimeja dalam!"
"Iya bun!"
Aku masuk dan mencium tangan Atika! Kemudian memberikan satu box martabak untuknya.
"Terima kasih ya, ndok!"
"Iya, ma! Aku masuk dulu. Mau ganti baju!" Kata ku dan masuk kedalam kamar!
Selesai menganti baju, ku menghampiri mama Atika. Lalu mendekati Atika yang sedang duduk.
"Ma, alhamdulilah! Hari ini aku mendapat gaji pertama ku!"
Atika tersenyum, wajahnya bahagia melihat ku yang juga ikut tersenyum! "Mama turut senang!"
"Ini buat mama, gak banyak! Terima kasih mama udah jagain anak-anak! Tanpa mama aku gak bisa apa-apa!" Kata ku sambil memegang tangannya!
Mama Atika langsung memeluk ku dengan erat! Pelukannya memberikan rasa hangat dan kedamaian untuk ku!
"Simpan saja uangnya! Mama iklas menjaga cucu mama!"
"Tapi, ma! Dari kecil sampai sekarang, aku masih menyusahkan mama! Belum bisa kasih kebahagian, belum bisa buat bangga mama!"
Mama Atika mengelus rambut ku dan berkata. "Ndok, yang kuat! Yang sabar! Perjalanan mu masih panjang! Berjuang untuk kebahagian mereka! Jangan menyerah! Pasti Allah kasih jalan buat kamu! Mama cuma bisa mendoakan, merestui, meridhoi setiap langkah mu! Yakin, pada Gusti Allah, pasti ada akhir yang bahagia!"
Aku menganggukkan kepala ku, tanda mengerti setiap ucapan Atika.
Mama Atika memberikan kembali uang, yang tadi aku berikan!
__ADS_1
"Simpan saja buat kebutuhan anak-anak! Kamu lebih memerlukan!"
Aku langsung memeluk Mama. Wanita yang selalu memberi ku semangat, wanita yang tulus mengurus ku sejak kecil dan kini dihari tuanya, harus mengurus anak-anak ku!
.
.
Mama Atika pun pulang kerumahnya dengan menolak pemberian dari ku! Ia hanya membawa 1 box martabak yang barusan ku beli dijalan.
****
Jam 20.00 WIB
Aku baru saja selesai melaksanakan sholat isya. Tidak lama terdengar suara salam dari arah luar rumah.
"Assalamualaikum!" Ucap salam Sisil dan Aisyah yang baru pulang mengaji!
"Waalaikumsalam." Jawab ku sambil melipat mukena.
Keduanya masuk kedalam kamar dan mencium tangan ku!
"Anak soleha bunda, baru pulang ngaji! Pintar!"
"Iya dong!" Teriak sikecil dengan keras.
"Tadi belajar apa kalian berdua ditempat ngaji?"
"Ehmmm.. apa ya kak! Adek kok lupa?" Jawab Aisyah binggung.
Aisyah mendengarkan apa yang dikatakan Sisil barusan. Lalu ia mengatakan. "Seperti ayah yang durhaka kepada nenek ya, ma?"
"Astaghfirullah allazim! Dek, kamu gak boleh begitu!"
"Kenapa? Ayah kan jahat sama nenek, sama kakek sama bunda juga. Terus sama aku sama kakak!"
Aduh, kenapa ini anak tau aja!! Batin ku! Tapi aku berusaha menjelaskannya, biar bagaimana pun Abimanan adalah ayahnya!
"Mau bagaimana pun ayah, Kalian berdua tetap doakan ayah! Tetap hormat sama ayah! Mengerti!"
"Enggak!" Celetuk Aisyah yang tidak setuju pada perkataan ku!
"Ayah udah jahat sama aku, kakak, sama semuanya! Ayah pergi sama sih Rebus! Jahat! Pokoknya jahat!" Omelnya dan sangat marah!
"Sih rebus apa sih kak?"
"Itu bun! Nenek selalu bilang keaku, kalau ayah nikah lagi. Dan julukannya sih rebus! Tapi waktu itu cerita sama aku aja bun! Biar adek nggak dengar!"
"Ya ampun kak, kirain apaan!" Jawab ku dan menepuk jidat ku!
"Iya kan kak, ayah tinggalin bunda dan pergi sama sih rebus."
"Udah stop! Gak usah dibahas. Mendingan kalian berdua makan!"
"Iya bunda!"
__ADS_1
Aisyah langsung mengambil makanannya sendiri dimeja makan. Tapi Sisil masih duduk didekat ku.
Aku tersenyum melihat Sisil yang masih duduk saja. "Ada apa?"
"Bun, kakak belum bayaran lima bulan. Terus besok harus bayar buat ulangan."
"Ya udah nanti bunda akan bayar. Kamu tenang aja ya!"
Aku mencoba tenang dihadapan Sisil. Mereka berdua tidak perlu tau apa yang aku pikirkan dan susahnya mencari rezeki untuk menghidupi mereka berdua.
Ketika Sisil akan berdiri, aku teringat satu hal.
"Kak, tadi kata uti! Kakak jualan online?"
Sisil menggaruk kepalanya, lalu ia mulai menceritakan apa yang sedang terjadi. "Iya bun. Kakak jual masker wajah, masker rambut, terus laku deh. Untungnya lumayan deh bun."
"Kakak, bunda insyaallah bisa membiayai sekolah kalian berdua. Jadi jangan takut! Selama bunda masih sehat, bunda akan kerja keras buat kalian berdua. Tugas kalian yaitu belajar dan jadi anak yang Soleha. Buat bunda bangga sama kalian."
"Adek buat bunda bangga apa nggak?" Celetuk Aisyah yang ikut mendengarkan sambil mengunyah makanannya.
"Ya iyalah. Kalian berdua pastinya bisa buat bunda bang....bangga!"
Hehehehe.... (Suara tawa kami bertiga menghiasi suasana malam itu)
"Ya udah bun, aku mau sholat isya dulu!" Kata Sisil.
****
Jam 23.30 WIB.
Aku yang sudah tertidur, tiba-tiba terbangun. Banyak yang ku pikirkan dalam otak ku. Bayaran sekolah Sisil, bayar uang rumah sakit Aisyah yang ku pinjam melalui Luna dan Arif.
Kalau dipikirkan, rasanya kepala ini mau pecah?
Dari pada pusing, memikirkan hati ku tidak tenang! Aku bangun dan berjalan untuk mengambil wudhu.
Ku laksanankan tahajud dimalam ini.
Allahu Akbar..
.
.
Selesai sholat tahajud mengangkat kedua tangan.
Bismillahirrahmanirrahim..
Allaahumma laka aslamtu wa bika aamantu wa 'alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qoddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a'lantu wa maa anta a'lamu bihiminnii.
Doa pun ku panjatkan...
Agar aku selalu diberi kesabaran dan ketabahan dalam menjalani hidup ini. Agar esok hari ku mendapatkan rezeki untuk kedua anak-anak ku.
Amiin
__ADS_1
Selesai sholat tahajud, aku belum bisa langsung tidur. Aku mengaji saja untuk menenangkan hati ku yang sedang gelisah.