Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Cemburu


__ADS_3

Mall ...


Jam 16.35 WIB


Sore hari, sehabis pulang bekerja Reyna dan Abim pergi menghabiskan waktu bersama. Mereka menikmati waktu kebersamaannya setelah seharian bekerja.


Kali ini mereka ingin pergi menonton film dibioskop, disalah satu mall.


Setelah sampai dimall, Abim memakirkan mobilnya diparkiran. Setelah itu keduanya turun dan berjalan memasuki mall.


Saat didalam, mata Abim mencari ATM. Abim ingin mengambil duit dimesin ATM. Karena hari ini Abim dan Reyna baru saja mendapatkan bonus tahunan.


.


.


"Mas, itu disana." Kata Reyna yang tangannya menunjuk kearah ATM.


Abim dan Reyna akhirnya berjalan mendekati ATM. Mereka masuk kedalam ATM secara bersamaan. Mengambil duit untuk Abim dan Reyna berbelanja sambil bersenang-senang.


Keduanya pun keluar, kemudian berjalan memasuki bioskop. Abim terlebih dahulu membeli karcis untuk masuk kedalam bioskop. Sedangkan Reyna membeli cemilan dan minuman untuk mereka menonton film.


Keduanya lalu masuk secara bersamaan. Didalam mereka mencari tempat duduk yang kosong.


Mata Reyna melihat dua kursi kosong, Reyna pun mengajak Abim untuk duduk disana!


Film pun akhirnya diputar, Reyna menonton dengan serius. Sedangkan Abim biasa saja. Ia sibuk dengan ponselnya tanpa memperhatikan film yang sedang berlangsung.


****


Setelah film diputar selama kurang lebih satu jam empat puluh lima menit, akhirnya filmnya pun selesai!


"Ya habis deh." Kata Reyna yang sangat menikmati film itu dengan serius. Lalu ia menengok kearah sebelah kiri dimana Abim sedang duduk, betapa terkejutnya. Ternyata Reyna melihat Abim yang sedang tertidur.


"Mas, mas..bangun! Kamu kok tidur?"


"Aku ngantuk!" Jawabnya sambil menguap dan mengangkat kedua tangannya seraya meregangkan otot-ototnya yang kaku akibat kelamaan duduk.


Reyna memonyongkan bibirnya, ia sangat kecewa. Awalnya ia mengajak Abim supaya bisa menemaninya menonton film kesukaannya! Tapi kenyataannya Abim malah tertidur.


"Sekarang kita mau kemana?"Tanya Abim yang berjalan berdampingan!


"Aku mau beli baju, tas, sendal, make up!" Kata Reyna.


"Tapi pakai duit kamu ya!"


"Ehmm..!" Jawab Abim yang hanya berdehem!


Abim terus mengikuti kemana Reyna pergi. Dari toko yang satu kemudian berpindah lagi ketoko yang satunya.


.


.


Begitu seterusnya sampai menghabiskan waktu hingga dua jam. Barang yang dicari belum juga dapat. Abim sudah lelah mengikutih Reyna. Kakinya mulai terasa pegal untuk melangkah. Akhirnya Abim berhenti melangkah.


"Mas, kenapa berhenti?"


"Dek, apa kamu gak capek apa? Dari tadi tuh bolak balik, putar puter sana sini, tapi apa? Gak ketemu juga."


"Ya udah sekarang kita makan dulu."


Reyna mengajak Abim untuk makan disalah satu resto dimall tersebut. Mereka berdua memesan makan dan minum.


Sambil menunggu pesanan. Abim masih saja memainkan ponselnya. Sedangkan Reyna sedang pergi ke toilet sebentar.


.


.

__ADS_1


Mata Abim mencari istrinya yang dari tadi, belum juga kembali dari toilet. Abim memandang kesana kemari, begitu banyak pengunjung yang datang ke resto itu. Tiba-tiba saja pandangannya fokus kesatu arah. Matanya terus memandang tajam kearah tersebut.


Tidak jauh dari sana, ada aku, Bimo, Sisil, Aisyah serta mama Atika yang juga sedang makan di resto tersebut.


Tatapan Abim tidak berpindah. Memandang terus kearah dimana aku berada.


Melihat Aisyah tertawa, bercerita dan begitu dekatnya kebersamaan kami saat itu bersama Bimo.


Flashback on


Setelah pulang kerja, mas Bimo menjemput ku dikantor. Mas Bimo datang bersama mama Atika dan anak-anak.


Aku terkejut, tidak menyangka atas apa yang dilakukan oleh mas Bimo.


"Assalamualaikum." Sapa salam Bimo ketika bertemu dengan ku.


"Waalaikumsalam. Mas Bimo ngapain disini?


Bimo pun menjawab sambil tersenyum simpul kearah ku. "Mau jemput kamu sekalian mau ajak anak-anak membeli kebutuhan sekolah."


"Maksud mas Bimo apa?"


"Aku jelasin dimobil, lebih baik kita langsung aja kesana."


"T-tapi.. maaf aku gak bisa?" Jawab ku yang menolak ajakan mas Bimo, karena takut menimbulkan fitnah jika pergi berdua.


Bimo terkekeh!


Pastinya Bimo sudah memikirkan hal itu, ia tidak mungkin jalan berdua saja dengan lawan jenisnya. Apalagi Bimo adalah seorang pendakwah. Ia juga menjaga nama baiknya. Tentunya juga menjaga nama baik lawan jenisnya.


"Kamu tenang aja, aku sudah memikirkan hal itu. Aku kesini gak sendiri, melainkan dengan anak-anak dan mama Atika."


"Apa?" Jawab ku kaget tidak menyangka


Bimo bisa begitu cepat mengambil hati anak-anak dan mama Atika. Itu semua diluar dugaan ku. Lalu apa maksudnya? Batin ku bertanya-tanya.


Aku mengikuti langkah kaki Bimo kearah mobil yang berada diparkiran.


"Manda kamu didepan ya?" Kata mama.


"Aku."


"Ya kamu, ndok!"


Kursi belakang memang sudah penuh. Yang kosong hanya kursi depan, aku pun akhirnya duduk didepan, disamping Bimo yang menyetir mobilnya.


Kami semua akhirnya pergi, ketempat tujuan. Bimo mengajak kami pergi ke mall...


Niatnya menyenangkan hati anak-anak sudah mendapatkan izin dari mama Atika. Kini gilirannya meminta izin pada ku.


"Manda, maaf sebelumnya! Kalau aku berniat untuk membelikan sepatu buat Sisil dan Aisyah. Itupun kalau kamu gak keberatan?"


Aku binggung harus menjawab apa? Ingin menolak tapi takut akan Bimo tersinggung. Aku tau selama ini Bimo selalu berniat baik.


"Maaf mas, bagaimana ya? Sebelumnya terima kasih atas niat mas Bimo untuk anak-anak. Tapi aku gak mau orang salah paham saja. Mas Bimo lelaki yang baik, lelaki yang terpandang. Sedangkan aku...?"


Aku menghentikan pembicaraan. Terdiam..


Rasanya begitu sakit..lelaki sebaik mas Bimo mau peduli pada anak-anak ku sedangkan ayah kandungnya tidak mau sedikit pun memperhatikannya atau memperdulikannya.


"Manda kamu baik-baik saja?"


Mama Atika mendengar pembicaraan ku, tapi mama tidak mau ikut campur. Menyerahkan semuanya pada ku.


"Iya mas. Aku tidak apa-apa."


"Kalau kamu keberatan kita pulang saja. Tidak usah khawatir tentang ku. Sekali lagi aku minta maaf." Ucap Bimo yang begitu mengkhawatirkan ku.


"Baiklah mas, tapi kali ini aja ya!"

__ADS_1


Bimo pun tersenyum.


Bimo mengerti apa yang aku khawatirankan.


Maaf, Manda. Bukan maksud ku, untuk membuat mu cemas dan khawatir. Aku akan tetap menjaga kehormatan dan nama baik kamu, Manda! Makanya aku ajak mama dan anak-anak. Batin Bimo sambil sekilas menatap wajah ku.


Mall...


Akhirnya perjalan pun sampai dimall. Kami langsung masuk dan mencari toko sepatu. Anak-anak senang sekali apalagi Sisil. Keinginannya akhirnya bisa terwujud.


Sisil dan Aisyah sibuk mencari-cari sepatu mana yang cocok untuknya.


Setelah mencari cukup lama, akhirnya mereka berdua mendapatkan sepatu yang dipilihnya.


Bimo langsung membayarnya dengan mengeluarkan kartu dari dalam tasnya.


"Sayang, ayok ucapkan terima kasih sama om Bimo." Kata ku.


"Terima kasih om Bimo, semoga rezekinya makin berlimpah." Ucap keduanya bersamaan.


Bimo yang mendengarnya lalu tersenyum dan berdiri mendekat kearah mereka berdua. Kemudian berkata.


"Amiin. Terima kasih ya anak-anak Soleha. Sekarang Ssdah waktunya sholat magrib. Bagaimana kalau kita sholat dulu."


"Ya om."


Kami semua mencari musholla yang ada dimall. Kemudian kami pun sholat magrib terlebih dahulu.


Selesai sholat Bimo mengajak kami semua untuk makan terlebih dahulu diresto.


Flashback off


Abim tidak menyukai pemandangan yang sedang ia lihatnya.


Itu kan lelaki yang dirumah sakit. Ngapain juga Manda dekat-dekat dengan lelaki macam itu. Batin Abim yang tidak terima kalau mantan istrinya dekat dengan lelaki lain. Batin Abim.


Abim duduk merasa tidak nyaman. Pandangannya tidak ingin mengarah kesana, tetapi hatinya menginginkan rasa ingin tau yang lebih mendalam tentang kedekatan dengan mereka.


.


.


Terdengar suara langkah kaki mendekat kearah Abim. Itu adalah pelayan resto yang datang membawa makanan untuk Abim dan Reyna.


Semua makanan ditaruh oleh pelayan keatas meja. "Silahkan pak!"


"Terima kasih."


Pelayan resto pun pergi dan digantikan oleh Reyna yang datang. Kemudian duduk dihadapan Abim.


"Mas, ayo makan."


Abim diam tidak mendengar apa yang dikatakan dengan Reyna. Tetapi matanya terus saja fokus kearah ku dan Bimo.


Reyna terus menyantap makanan dengan lezatnya hingga habis. Makanan Abim tidak dicolek sedikit pun.


Reyna kemudian menatap bola mata Abim. Pandangan mata Abim kearah lainnya, lalu Reyna melihat kerah dibalik badannya.


Betapa terkejutnya Reyna ketika melihat. Yang duduk diujung sana adalah Bimo, aku dan anak-anak!


Reyna kesal, ternyata yang dilihat suaminya adalah mantan istri Abim.


Bersambung.....


...Happy Reading...


Selesai membaca jangan lupa kasih like, fav, rate, koment!


Mau hadiah atau votenya juga boleh!!!!

__ADS_1


...Terima kasih...


__ADS_2