Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Kejutan Untuk Ku


__ADS_3

Jam 04.00 WIB


Tanpa ku sadari, Bimo memandang ku dari dekat tanpa ada jarak yang menghalanginya. Memandang wajah ku ketika sedang tidur terlelap.


Membelai rambut ku yang terurai panjang dengan jari jemarinya. Mencium keningku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


Lalu ciuman itu turun keleher ku dan mengatakan sambil berbisik hingga membuat ku tersadar dari tidur ku yang lelap.


"Barakallah fii umrik sayang..!"


Aku pun tersadar dan melihat wajahnya yang sangat dekat. Kemudian aku tersenyum manis kepadanya.


Kemudian tanpa berpikir lama, Bimo dengan cekatannya melakukan olah raga dipagi hari diatas ranjang. Mau tidak mau aku pun mengikuti olah raga tersebut.


.


.


Setelah selesai Bimo mengajak ku untuk mandi. Tapi aku enggan bareng. Yang ada bukannya mandi malah tambah satu babak lagi.


"Benar nih gak mau mandi bareng!"


"Enggak." Jawab ku singkat yang masih berbaring diatas kasur.


"Ya sudah, aku duluan ya." Kata Bimo kemudian berjalan cepat kearah kamara mandi untuk melakukan ritual mandinya.


Dua puluh menit, Bimo baru selesai mandi. Aku pun bergegas mandi. Sambil menunggu ku selesai mandi. Bimo pergi kekamar anak-anak untuk membangunkannya!


Mandi aku sudah selesai, kemudian memakai mukena dan menyusul mereka semua yang telah bersiap-siap untuk sholat shubuh.


Mereka semua telah berkumpul bersama. Hanya aku yang ditunggu. Setelah kedatangan ku, Bimo pun memulai sholat.


****


Dikantor


Jam 07.45 WIB


Aku yang sudah berada didalam kantor. Tiba-tiba saja terkejut. Ketika melihat kue ulang tahun yang dibawa oleh rekan kerja sambil menyanyikan lagu ulang tahun untuk ku.


Semuanya berdiri mendekat kearah ku. Sambil mengucapkan "selamat ulang tahun Manda"


Aku pun berterima kasih kepada semuanya. Lalu meniup lilin dan memotong kue.


Kue ulang tahun yang telah dipotong kemudian dibagikan kerekan kerja yang lainnya.


Mereka semua juga berterima kasih kepada ku, untuk makan siangnya.


Makan siang! makan siang apa! Batin ku yang tidak tau menau, mengenai apa yang


dimaksud oleh mereka semua.


"Makan siang apa, mbak!"


"Itu, tadi suami kamu yang kesini sambil memberikan kue ulang tahun kepada kami. Untuk kejutan kamu. Terus kami juga dikasih traktiran untuk makan siang dengan memesan makanan yang akan dikirim pas istirahat makan siang.


"Apaa. Jadi ini semua mas Bimo yang kasih!!"


"Iya!" Jawabnya.


"Oh.."


Aku kembali melanjutkan pekerjaan ku, begitu juga dengan yang lain.

__ADS_1


Ketika bekerja, aku tidak begitu fokus dengan kerjaan. Karena aku belum mengucapkan terima kasih kepada Bimo. Atas apa yang telah ia lakukan untuk ku hari ini.


Dengan cepat aku mengambil ponsel dan mengirim sebuah pesan untuknya.


Aku--


Assalamualaikum, terima kasih atas kejutan yang mas Bimo berikan untuk ku hari ini.


Tidak ada balasan dari Bimo, aku pun melanjutkan pekerjaannya.


****


Jam 14.00 WIB


Aku keluar kantor. Mata ku kemudian melihat kesatu arah. Dimana ada mobil Bimo yang terparkir dipinggir jalan raya.


Aku berjalan kearahnya. Kemudian melihat Bimo yang sedang berdiri sambil melihat kearah ku. Ia tersenyum dari kejauhan. Wajahnya tampang dan mempesona terus memandang ku.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam, ya udah yuk masuk!"


Kami berdua masuk kedalam mobil. Bimo mengendarai mobil dengan sangat hati-hati sekali.


Ketika berada didalam mobil untuk pulang kerumah, tapi baru ku menyadari bahwa mobil berjalan bukan kearah rumah.


"Mas kita mau kemana sebenarnya?"


"Nanti kamu juga tau. Sekarang diam saja dan jangan banyak bertanya! Paham!"


Kenapa juga harus diam..


Baiklah, aku akan menutup mulut ku rapat-rapat! Batin ku dan mengikuti apa Katanya!


****


"Tapi mas, kenapa?"


"Sudah sayang, ikuti aja kata ku!" Kata Bimo dan menutup mata ku.


Bimo menuntun untuk keluar dari mobil dan berjalan mengikuti langkah kakinya.


Sampai pada saatnya Bimo, membuka penutup mata. Perlahan ku buka mata dan melihat sekeliling.


"Kejutan dan selamat ulang tahun Amanda." Teriak bersamaan yang mengangetkan aku.


Banyak sekali yang datang, mama, anak-anak, ummi dan abi, serta anak-anak panti asuhan. Dan yang lainnya yang ikut serta merayakan kebahagian untuk ku.


Rangkaian bunga dan hadiah serta ucapan selamat berdatangan untuk ku. Masih ada lagi Bimo membawa kue ulang tahun dan mendekat kearah ku.


Lalu Bimo memimpin doa untuk ku..


Selesai berdoa aku pun meniup lilin lagi dan memotong kue ulang tahun untuk semuanya.


Suasana sore itu begitu bahagia. Kebahagian yang ku dapat setelah menikahi Bimo, tak terkira nilainya. Ia memperlakukan aku bagai seorang ratu. Bahkan aku tidak pernah bermimpi bakalan terjadi seperti ini.


Ini semua atas doa-doa dan kesabaran ku atas semua ujian yang kau berikan ya Allah. Akhirnya aku mendapatkan kebahagiaan ku kembali. Amiin.


.


.


Aku memandang sekeliling, semuanya tertawa dan ikut bergembira.

__ADS_1


"Lagi liatin siapa sih!"


"Gak apa-apa. Terima kasih ya mas?"


"Ehmm... tapi kok terima kasih, aku aja belum kasih kamu hadiah!"


Bimo menyiapkan hadiah yang spesial sekali untuk ku, tanpa ku ketahui. Ini belum ada apa-apanya.


"Barakallah ..sayang! Ini!" Ucap Bimo sambil memberikan hadiah yang begitu banyak untuk ku.


Aku menerima hadiah itu dari tangannya. Dan membukanya satu persatu. Mulai dari kotak kecil.


Sebuah kalung emas dengan liontin huruf B dan A. Bimo kemudian memakaikan keleher ku.


"Ayo buka lagi!" Suruh Bimo kepada ku.


Membuka hadiah yang kedua. Sebuah surat kemudian aku membacanya. Ketika membaca surat tersebut, air mataku jatuh kepipi.


Tangisan ini adalah tangisan kebahagian. Bimo memberikan sebuah ruko atas nama ku. Sama sekali aku tidak menyangkanya.


"Terima kasih!"


Bimo menghapus air mataku dengan tissue. Ia terus tersenyum kearah ku.


"Aku akan berusaha untuk selalu membuat mu dan anak-anak tersenyum bahagia."


Aku menangis lagi, tidak bisa mengungkapkan kebahagian dengan kata-kata hanya bisa dengan tangisan ini.


"Satu lagi belum!!"


Aku membuka hadiah yang terakhir, hadiah itu adalah sertifikat rumah atas nama ku.


"Mas, apa ini!" Ucap ku sambil menangis sesegukan.


Bimo memeluk ku dengan erat, memberikan kehangatan yang luar biasa.


'Sudah jangan menangis. Kita kesana ikut bergembira."


Aku menganggukkan kepala ku dan mengikuti langkah kaki Bimo.


"Harris!" Panggil Bimo.


Harris berjalan kearah Bimo dan memberikan amplop yang begitu banyak kepada Bimo.


"Bun, ini! Kamu berikan keanak-anak panti. Selebihnya kamu berikan kepada siapa saja yamg membutuhkan diarea sini.'


Bimo menyuruh ku untuk saling berbagi kepada anak-anak yatim dan lebihnya kepada orang yang membutuhkan


Dengan dibantu Sisil dan Aisyah, akhirnya kami membagikan amplop yang berisi uang.


.


.


.


Ada tawa bahagia dikedua wajah anak ku. Saling berbagi kepada sesama. Itu yang Bimo ajarkan kepada ku dan anak-anak. Tidak hanya itu saja, masih banyak lagi yang kami dapatkan dari Bimo yaitu kasih sayang dan perhatian yang tidak bisa ternilai dengan apapun.


...Happy Reading...


...Jangan lupa like, rate, fav..koment.....


...Terima kasih untuk semuanya...

__ADS_1


__ADS_2