Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Keras Kepalanya Audy


__ADS_3

Setelah kejadian kemarin dirumah, aku dan Bimo pergi kerumah orang tuanya. Untuk menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan tadi malam dengan Audy.


Dalam perjalanan Bimo hanya diam, tidak banyak bicara! Entah apa yang sedang ia pikirkan!


Dirumah orang tua Bimo..


Kami berdua melangkah masuk kedalam rumah yang ukurannya cukup besar.


"Assalamualaikum." Ucap salam kami berdua yang berdiri didepan pintu!


"Waalaikumsalam!" Jawab bik Ijah dan membuka pintu untuk majikannya!


Bimo dan aku tersenyum ketika bik Ijah membuka pintu rumah. Kemudian berjalan masuk kedalam.


"Bik, Audy mana?" Tanya Bimo yang mencari adiknya!


"Ada mas. Masih dikamarnya!"


"Apa!! Jam segini belum bangun!"


Bimo tambah kesal dan marah mendengarnya! Kemudian berjalan dengan cepat kekamar Audy. Aku pun mengikutinya dari belakang!


Cekrek...


Bimo menarik napas panjang ketika melihat adiknya masih tertidur pulas diatas kasur. Padahal matahari sudah terlihat panas diluar sana.


"Astaghfirullah allazim!" Ucap Bimo untuk menahan emosinya.


Bimo langsung berjalan memasuki kamar dan langkah kakinya menuju kamar mandi yang ada didalam kamar.


"Mas, mau ngapain?"


"Sayang kamu diam aja! Aku mau ngedidik Audy."


Bimo mengambil ember yang berisi air kemudian membawanya!


Byuuurr!


"Aaaaaaaa!" Teriak Audy ketika wajahnya basah karena air yang ditumpahkan Bimo.


Audy membuka mata dan melihat kakaknya dan aku yang sedang berdiri dihadapannya!


"Cepat bangun! Kalau masih pingin jadi keluarga Yudistira." Gertak Bimo.


Bimo dan aku lalu keluar kamar dan menunggu diruang tamu. Diruang tamu bik Ijah sudah menyiapkan dua gelas minuman.


"Silahkan mbak Manda dan mas Bimo!" Suruh bik Ijah.


"Terima kasih bik." Kata ku!


"Kalau tidak ada yang diperlukan lagi! Saya permisi kedapur!"


"Bik! Saya mau bicara, bibik silahkan duduk!"


Bimo menyuruh bibik duduk dikursi, ada yang perlu dibahas mengenai kasus Adlan. Bimo juga sedang menunggu Harris untuk memberikan bukti-bukti tentang Adlan. Agar diketahui oleh Audy dan juga aku!


.


.


.


Setelah menunggu setengah jam. Akhirnya Audy datang bak ratu! Tidak tau semua orang menunggu dengan kesalnya!


Audy duduk dan melihat bik Ijah yang sedang duduk juga, lalu ada Harris.


"Audy, mas mau tanya? Tujuan kamu kerumah semalam ada apa?"

__ADS_1


"Iya, emang ada tujuannya!" Jawabnya ketus!


"Aku kerumah mas Bimo mau menanyakan soal mas Adlan. Mas Adlan gak pulang kerumah sudah beberapa hari ini! Pasti ini ada kaitannya sama tuduhan dari mbak Manda kan?"


"Astaghfirullah allazim!" Ucap ku pelan tapi terdengar oleh Bimo.


"Audy, jangan menuduh kalau tidak punya bukti! Selama ini mas tau, siapa itu Adlan. Tapi kamu tetap ngeyel."


"Mas! Cukup! Jangan fitnah mas Adlan, dia tuh gak salah! Ini semua karena mbak Manda! Dulu waktu mba Manda gak ada! Mas Bimo gak seperti ini! Kita gak pernah ribut soal mas Adlan. Tapi sekarang.."


Audy masih tidak percaya terhadap suaminya! Dimata Audy, memang Adlan adalah lelaki yang sempurna! Ya ..itu hanya pada Audy. Adlan bisa bersikap manis! Tapi dibelakangnya, Adlan bukanlah lelaki baik-baik! Audy bukan tipenya! Hanya harta yang diincar oleh Adlan.


Plakkk....


Tangan Bimo mengenai pipi Audy yang mulus! Bimo sudah tidak bisa menahan rasa sabarnya! Mulut Audy terus memuja lelaki yang tidak pantas disebut suami! Lelaki yang hanya memanfaatkan adiknya saja!


Seketika semuanya terkejut! Atas pemandangan yang tidak mengenakkan. Untung saja kakek Aryan tidak melihatnya!


"Mas, tenang!"


Bimo menarik napas panjang, berusaha untuk mengendalikan emosinya. Kemudian Bimo duduk kembali dikursi.


"Kamu mau tau, kenapa mas baru marah sekarang. Itu Karena istri mas sendiri, telah diperlakukan tidak pantas oleh suami kamu! Tapi bukan berarti mas dari dulu tidak peduli, pada keluarga ini. Kenapa? Kamu mau tau jawabannya? Itu karena kamu? Kamu hamil anak Adlan...... Untung saja anak itu tidak sempat lahir kedunia ini! Jadi tidak tau bagaimana be**tanya, bapak kandungnya! Udah gitu kamu, tergila-gila pada Adlan dan ngeyel setiap kali mas kasih tau tentang siapa Adlan!"


Bimo berhenti sejenak untuk mengatur napasnya! Kemudian ia melanjutkan pembicaraannya!


"Ini ada buktinya siapa Adlan? Terserah kamu mau percaya atau tidak! Itu urusan kamu! Tapi kalau sampai Adlan menyakiti keluarga ku, termasuk Abi dan ummi. Dia akan berurusan dengan ku!"


Harris meletakkan bukti kebusukan Adlan atas perintah Bimo. Ditaruhnya semua bukti itu diatas meja, kemudian Harris kembali duduk!


Audy terdiam! Ia masih merasakan sakit dipipinya! Matanya fokus kearah meja, tapi enggan untuk mengambil dan melihat bukti apa saja yang dilakukan oleh suaminya.


"Kenapa diam! Lelah! Tadi kan bilang kalau mas gak boleh asal fitnah, sekarang sudah ada buktinya. Cepat lihat!" Kata Bimo yang sudah tidak sabar melihat reaksi dari adiknya ketika mengetahui kejahatan Adlan.


Dengan kedua tangannya Audy melihat sebuah amplop yang berisi beberapa foto didalamnya.


Audy membuka satu persatu isi amplop itu.


Aku pun ikut melihat beberapa foto yang jatuh dilantai. Foto itu adalah foto Adlan dengan seorang perempuan. Dan perempuan itu adalah Reyna.


"Mas, ini kan!"


"Iya! Itu Reyna!" Jawab Bimo menjelaskan kepada ku!


Flashback on


Setelah kejadian yang menimpa ku. Bimo menyuruh Harris untuk mencari bukti tentang kejahatan Adlan.


Harris pun menurut perintah Bimo. Kemudian Harris menyuruh orang untuk memata-matai Adlan kemana pun ia pergi.


Sedangkan Harris mencari bukti lain yaitu usaha keluarga yang dirintis dari kakek Aryan ternyata telah dijual oleh Adlan.


.


.


Selang seminggu kemudian ternyata Harris mendapatkan kabar dari orang suruhannya.


Kalau Adlan sering datang kekafe dan mabuk-mabukan. Bukan hanya itu sifat Adlan yang lain adalah suka gonta-ganti perempuan.


Harris mempunyai ide untuk mengambil foto Adlan ketika sedang beraktifitas diluar sana. Karena dengan begini akan bisa membuktikan bahwa Adlan memang jahat. Nantinya hasil foto tersebut akan diserahkan kepada Bimo.


Bukti Harris yang terakhir adalah tentang kejahatan Adlan pada ku.


.


.

__ADS_1


.


Harris menyempatkan dirinya untuk datang kerumah orang tua Bimo. Harris hendak mengorek informasi kepada bik Ijah. Namun tidak berhasil. Harris pergi dari rumah orang tua Bimo dengan tangan kosong.


Ketika hendak mengendarai mobilnya, Harris lupa membawa kunci mobil. Karena kunci mobilnya tertinggal dimeja makan. Sewaktu Harris hendak menghampiri bik Ijah yang kala itu sedang menyiapkan makan siang untuk Adlan.


Harris pun keluar dari mobilnya dan berjalan masuk kedalam rumah. Ketika Harris masuk kedalam, Harris tidak sengaja mendengar percakapan antara Adlan dengan bik Ijah.


"Bik, Harris baru dari sini?" Tanya Adlan dengan garangnya.


"Iya mas!"


"Mau apa?" Kata Adlan.


"I-Itu mas mengenai yang waktu itu!"


"Bik, awas aja kalau bibik berani membocorkan rahasia ini kepada siapa pun. Saya akan pecat bibik. Dan saya pastikan tidak ada lagi yang mau menerima bibik kerja dimana pun!" Ancam Adlan.


Bik Ijah hanya terdiam dan menuruti maunya Adlan. Mau bagaimana lagi? Bik Ijah butuh sekali pekerjaan.


"Bibik paham kan saya maksud." Tanya lagi Adlan.


"Iya mas!"


Adlan pun pergi kekamarnya. Kemudian bibik melanjutkan pekerjaannya kembali.


Harris yang mendengar percakapan keduanya, ternyata telah merekam pembicaraan mereka didalam ponselnya.


Kemudian ia mengambil kunci mobil yang berada diatas meja, tanpa sepengetahuan bik Ijah. Lalu pergi keluar rumah menuju mobil miliknya dan melajukan mobilnya pergi.


Harris langsung menghubungi Bimo untuk memberitahukan semua bukti yang ia dapatkan.


Ternyata Bimo ada diponpes miliknya. Mobil pun melaju dengan cepat kearah ponpes.


Diponpes ..


Jam 11.45 WIB


Harris yang sudah sampai diponpes segera memarkirkan mobilnya. Kemudian berjalan mencari Bimo. Ternyata Bimo sudah ada diruangannya.


Tok tok..


"Masuk."


Cekrek..


"Assalamualaikum!" Ucap Harris ketika membuka pintu.


"Waalaikumsalam! Harris mari silahkan masuk!"


Harris pun duduk dikursi dekat Bimo. Kemudian Harris memberikan bukti kepada Bimo.


Bimo melihat foto Adlan bersama seorang perempuan! Mengamati terus wajahnya.


"Ini kan Reyna!" Kata Bimo yang mengenali wajah perempuan itu!


"Reyna siapa?"


"Reyna adalah perempuan yang merebut Abim, mantan suami Manda dulu! Tapi kenapa Adlan sama Reyna, lalu dimana Abim?"


"Ada lagi Bim, ini adalah bukti mengenai kejahatan Adlan sama Manda."


Harris menyerahkan ponselnya kepada Bimo. Supaya Bimo mendengar percakapan antara bik Ijah dan Adlan.


Bimo mulai mendengar percakapan itu! Percakapan yang singkat tapi dapat memberatkan Adlan.


Flashback off

__ADS_1


Bersambung...


...Happy Reading...


__ADS_2