
...TAMAN DUNIA...
Kau masukkan aku ke dalam taman-dunia, kekasihku!
Kau pimpin jariku, kau tunjukkan bunga tertawa, kuntum tersenyum.
Kau tundukkan haluku tegak, mencium wangi tersembunyi sepi.
Kau gemalaikan di pipiku rindu daun beldu melunak lemah.
Tercengang aku takjub, terdiam.
Berbisik engkau:
"Taman swarga, taman swarga mutiara rupa".
Engkau pun lenyap.
Termanggu aku gilakan rupa.
( Asrul Sani )
...🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵...
Hari pernikahan ku semakin dekat. Banyak sekali yang Bimo persiapkan untuk ku. Setiap hari selalu ada kabar mengenai persiapan pernikahan.
Sedangkan aku hanya menunggu kabar darinya.
.
.
Sudah seminggu ini, aku tidak bertemu dengan Bimo. Selain mempersiapkan pernikahan. Bimo juga sibuk dengan urusannya.
Hanya dengan komunikasi lewat telepon, sudah bisa mengobati rasa rindu ku terhadap Bimo.
.
.
Aku terus melihat ponsel ku. Tapi tidak ada telepon dari Bimo. Ponsel ku genggam dengan erat ditangan ku, tidak pernah ku tinggalkan sembarangan. Selalu ku bawa kemana pun.
Sampai-sampai memasak pun, aku bawa. Hanya menunggu kabar dari seseorang yang jauh disana.
Dert...dert..
Terdengar suara telepon berbunyi. Aku segera melihatnya, ternyata itu dari mama. Yang memberi kabar mengenai kebaya yang akan ku pakai nanti.
"Assalamualaikum ma, ada apa?"
"Ndok, ummi semalam kasih kabar kemana. Katanya kita disuruh datang kebutik. Untuk mencoba kebaya kamu dan semuanya."
"Kapan?"
"Sekarang!"
"Iya ma, aku siap-siap dulu!"
"Assalamualaikum, ma!"
"Waalaikumsalam."
Mama menjawab salam kemudian menutup panggilan tersebut!
Aku segera mengajak Aisyah dan Sisil untuk pergi bersama ku dan mama.
****
Dengan menaiki taxi online, aku pergi kebutik. Disana ummi sudah menunggu ditemanin oleh Audy.
Dibutik...
Kami semua masuk kedalam. Mata ku mencari keberadaan ummi dan Audy. Namun tidak terlihat.
Aku menanyakan kepada salah seorang penjaga butik!
__ADS_1
"Permisi mbak! Maaf mau tanya! Saya janjian disini sama ummi Dwi! Apa ummi sudah datang apa belum ya mbak?"
"Sudah ada disana!"
"Terima kasih mbak." Kata ku dan langsung kesana menghampiri ummi.
Ku lihat ummi sedang duduk bersama Audy. Sepertinya mereka berdua sedang melihat kebaya.
"Assalamualaikum." Ucap kami semua dan saling bersalaman.
"Waalaikumsalam." Jawab ummi dan Audy.
"Manda .. coba lihat bagus kan!"
Ummi memperlihatkan satu kebaya berwarna putih dengan model yang sangat bagus.
"Iya ummi.."
"Mba Olivia, coba tolong kasih unjuk kebaya untuk anak-anak." Suruh ummi.
Pemilik butik itu langsung mengambil kebaya untuk anak-anak juga untuk mama, Audy.
"Ini kebayanya. Disana ruang gantinya." Kata mbak Olive.
Aku mengambil kebaya untuk anak-anak dan memberikannya kepada mereka berdua.
Sisil terlebih dahulu menggantinya, kemudian disusul oleh Aisyah. Setelah selesai keduanya menunjukkan kepada ku dan yang lainnya.
"Bun, bagus gak?" Tanya Aisyah yang senang sekali.
"Bagus dek, kakak juga cantik." Sahut ku. Memang keduanya terlibat cantik.
"Biasa aja kali, gak usah norak!" Celetuk Audy pelan tapi aku mendengarnya.
Audy berkata seperti itu tapi matanya tidak mengarah kepada ku. Matanya melihat ponselnya.
"Bun, tante itu aku gak suka." Kata Aisyah yang melihat ekspresi wajah Audy masam.
"Tante Audy begitu karena belum kenal! Nanti kalau sudah kenal gak seperti itu!"
.
.
Anak-anak sudah selesai mencoba kebaya miliknya. Kini giliran ku mencoba kebaya untuk akad nikah dan resepsi.
Aku berjalan keruang ganti. Disana aku Menganti baju dengan kebaya.
Kebaya yang ku pakai ini bagus dan pas ditubuh ku. Tapi .. kenapa sepertinya aku merasa kurang nyaman!
Aku keluar dari ruang ganti. Kemudian menunjukkan kebaya uang sudah melekat ditubuh ku.
"Ummi... mama bagaimana dengan kebaya yang dipakai?"
"Bagus, cantik! Pas sekali dan kamu teelihat sangat anggun. Bukan begitu, bu?" Kata ummi.
"Iya kamu cantik ndok!"
"Sekarang coba ganti sama kebaya yang lain." Kata ummi.
Aku kembali mengganti kebaya lagi. Model dan warna yang berbeda!
Setelah selesai memakai kebaya lagi. Aku melihat diriku didepan cermin. Kenapa sepertinya aku tidak nyaman lagi.
Itu karena kebaya yang ku pakai tidak jauh berbeda dengan yang tadi. Bentuk tubuh ku terlihat!!
Mungkin kalau aku seorang gadis. Itu tidak masalah! Tapi kini aku adalah ibu dari dua orang anak.
Memperlihatkan bentuk tubuh, rasanya malu sekali!
Apa aku minta pendapat mas Bimo saja! Kata ku dengan pelan dan masih berada didalam ruang ganti.
Aku mengirim foto ku dengan memakai kebaya kepada Bimo.
.
__ADS_1
.
.
Tidak perlu menunggu lama Bimo menghubungi ku.
"Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam! Mas, aku sudah lihat?"
"Iya sudah. Ada apa? Kamu terlhat cantik dengan pakaian itu!" Jawab Bimo disela istirahat siangnya!
"Mas, hanya pendapat ku saja. Menurut kamu bagaimana ya? Aku merasa kurang nyaman dengan semua kebaya yang ku pakai. Semuanya itu memperlihatkan bentuk tubuhku."
"Heheehe.. aku kira apa? Hanya itu?"
"Iya!"
"Kalau kamu mau ganti, dengan kebaya yang model lain dan tidak memperlihatkan bentuk tubuh kamu! Bilang aja sama mbak Olive! Yang terpenting kamu nyaman dengan pakaian itu!"
"Tapi aku gak enak, mas!"
"Ya sudah.. nanti aku akan menghubungi mbak Olive."
"Terima kasih mas Bimo, Maaf kalau menganggu! Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam."
Aku pun keluar dari ruang ganti. Ketika akan berjalan menghampiri ummi dan mama. Mbak Olive memanggil ku. Aku pun menghampirinya.
Mbak Olive menunjukan desain terbarunya. Kalau aku cocok, mbak Olive akan membuatkan kebaya modern yang tidak begitu memperlihatkan bentuk tubuh.
.
.
Setelah selesai dibutik ummi mengajak ku untuk makan terlebih dahulu. Kebetulan disebelah butik ada restoran Padang.
Semuanya berjalan kerestoran Padang.
Direstoran Padang..
Direstoran seorang pelayan wanita memberikan buku menu kepada kami semua.
"Ayok silahkan pesan apa saja. Nanti biar ummi yang bayar!"
Anak-anak tidak sabar, keduanya memesan makanan sambil berebut buku menu.
Audy yang melihat tingkah mereka, semakin tidak suka terhadap mereka berdua. Wajahnya tampak sinis sekali.
"Ummi, aku ada keperluan lain. Aku permisi pulang!"
"Mau kemana buru-buru, Audy?"
"Ada urusan. Assalamualaikum!"
Audy pergi saja setelah mengucapkan salam. Tidak pamit kepada ku atau pun mama.
"Maaf ya Bu! Memang tingkah Audy seperti itu. Berbeda dengan Bimo." Ucap ummi Dwi kepada kami semua.
Kami semua akhirnya memesan makanan dan minuman.
Setengah jam menunggu pesanan tiba. pelayan meletakkan dimeja.
Menu yang tidak jauh berbeda untuk orang dewasa. Nasi, lalap, rendang dan sambal.
Sedangkan untuk Aisyah nasi dan ayam bakar. Kalau Sisil nasi, lele dan sambal.
Minumannya tetap sama es teh manis. Ehm.. lagi-lagi menikmati kebersamaan disiang hari.
.
.
Setelah selesai makan, ummi membayar semua makanan yang dipesan. Barulah setelah itu kami pulang kerumah.
__ADS_1
Ummi sengaja mengantar kami dengan mobilnya. Didalam mobil kami bercerita banyak sekali. Anak-anak tidur dengan lelapnya.