
Audy terdiam ketika mendengar penjelasan dari kakaknya. Tapi hatinya seakan tidak percaya, bahwa lelaki yang ia nikahi bisa berbuat sekeji itu pada Audy dan keluarganya.
Rasanya Audy ingin bertemu dan meminta penjelasan secara langsung pada suaminya. Sayang semua itu terlambat, Adlan telah pergi dari rumah dan menghilang.
Adlan pergi dari rumah, setelah berhasil mengambil semua yang ia inginkan.
Audy yang mengetahui suaminya tidak pernah pulang merasa kehilangan. Audy hanya menduga kalau kepergian suaminya akibat ulah ku. Padahal yang sebenarnya, bukan itu!
Sekarang semua bukti telah tertuju pada Adlan. Audy tidak bisa berbuat apa-apa! Ia hanya ingin menanyakan pada lelaki yang sangat ia cintai. Kenapa bisa berbuat seperti itu pada Audy!
"Bagaimana? Apa masih kurang semua bukti ini? Mas akan cari bukti lagi."
Audy hanya diam, tidak membalas perkataan kakaknya. Amarahnya tidak lagi seperti tadi.
Sekarang mata Bimo tertuju pada satu orang yaitu bik Ijah. Dilihatnya bik Ijah yang duduk dan menundukkan kepalanya. Terlihat sangat ketakutan bahkan seluruh tubuhnya merinding!
"Bik, lihat saya!" Ucap Bimo kepada bik Ijah yang menunduk terus!
Bik Ijah mengangkat wajahnya dan menatap majikannya! Bik Ijah terdiam! Mulutnya terasa terkunci!
"Apa bibik masih mau mengelak lagi?"
"Bik! Kenapa diam!" Tanya ku pada bik Ijah.
Sebenarnya aku tidak tega memaki perempuan tua itu! Tapi kebohongannya yang menyudutkan ku, membuat rasa iba ku hilang padanya!
"Ma..maaf mas Bimo, mbak Manda! Saya menyesal sekali! Maafkan saya."
"Terus saya harus apa? Pecat bibik atau penjarakan bibik karena udah membela penjahat itu? Jawab bik jangan diam saja!" Ucap Bimo yang pelan tapi lama kelamaan menjadi keras.
Hiks..hiks..hiks
Bik Ijah menangis! Padahal bik Ijah adalah orang kepercayaan keluarga Abi Harun. Tapi karena kesalahannya, bik Ijah harus siap-siap untuk menanggung resiko dipecat atau dipenjara.
"Maafkan saya mbak, mas! Saya terpaksa melakukannya! Saya akan bertanggung jawab atas kesalahan saya."
"Bagus!"
"Bik jadi semua itu benar? Apa yang dilakukan oleh mas Adlan pada mbak Manda adalah benar?" Sela Audy.
"Benar mbak! Maafkan saya karena telah berbohong! Saya diancamm!"
"Mengenai masalah ini Harris sudah melaporkan kepada polisi dan semua bukti sudah diserahkan sama polisi!"
Semua hening...
Terdiam sesaat!
Tiba-tiba saja Audy bangun dari duduknya dan berdiri.
"Mas, aku mau cair mas Adlan."
"Mau cari kemana? Gak usah cari, biar polisi saja yang mencarinya! Nanti yang ada malah kamu yang disakiti! Satu mas minta sama kamu, sekarang turutin apa mau mas?"
"Apa lagi mas?"
"Mas akan masukan kamu ke ponpes! Jangan banyak alasan. Semua itu mas lakukan untuk mengajar kamu, yang tidak tau aturan!"
Mata Audy membelalak tajam kearah kakaknya! Audy masih tidak terima.
__ADS_1
Selama ini Audy selalu menolak untuk disekolahkan dipesantren! Kalau sekarang harus kepesantren. Rasanya Audy juga tidak akan mau!
"Nggak! Sampai kapan pun aku gak mau! Lagian aku masih istri mas Adlan. Jadi mas gak berhak atur hidup aku!"
"Audy!" Teriak Bimo kencang!
Audy memang keras kepala! Kalau sudah katanya, susah untuk dirubah! Mau itu salah atau benar menurut orang lain. Baginya, apapun keputusannya itu lah yang akan diambil oleh Audy! Tidak bisa diganggu gugat!
"Terserah kamu, yang terpenting mas sudah berusaha untuk mengingatkan dan menasehati kamu. Tapi kalau kamu susah dikasih dan diatur! Jangan pernah libatkan mas dalam masalah kamu!! Walaupun Abi sama ummi memintanya! Paham.."
"Ya... aku akan menanggung semuanya! Aku gak akan pernah minta bantuan mas lagi!!" Kata Audy yang marah lalu pergi meninggalkan semuanya!
Bimo, tidak habis pikir pada tingkah adiknya. Abi atau ummi tidak pernah ia dengarkan. Kepala Bimo sampai sakit akibat memikirkan adiknya itu! Bimo memegang kepalanya sambil tangannya meremas rambutnya agar terasa baikkan!
"Mas, kamu baik-baik saja?" Tanya ku yang sedikit khawatir, karena sejak datang tadi emosinya terus meluap!
Bimo menolehkan wajahnya kepada ku. Ia tersenyum lalu berkata! "Enggak usah khawatir, aku baik-baik saja!"
"Bik, sekarang bik Ijah tinggal disini dulu sampai Abi sama ummi datang. Tapi saya gak mau lagi berurusan sama bibik! Bagi saya bibik.... bibik sudah saya pecat! Sekarang hanya menunggu keputusan abi sama ummi saja!!"
"Saya gak dipenjara?" Tanya bik Ijah memelas!
"Enggak! Kenapa, bik Ijah mau tau alasannya! Karena kalau bik Ijah dipenjara, siapa yang akan nafkahin anak-anak bik Ijah! Jadi biar aja Allah yang membalas kesalahan bibik. Tapi untuk Adlan, dia harus dipenjara!!"
Bimo memang tidak memenjarakan bik Ijah, karena masih ada rasa kasihan padanya. Padahal dulu Bimo sering membantu bik Ijah dalam hal apapun.
Karena sudah terlalu lama dirumah orang tua Bimo. Maka Bimo dan aku pergi dari rumah itu. Semua urusan satu persatu terselesaikan.
.
.
.
Sedangkan Harris menyelesaikan beberapa urusan yang belum selesai.
****
Dirumah...
Jam 13.00 WIB
Bimo dan aku sudah sampai dirumah. Karena hari sudah siang Bimo langsung mengajak ku untuk sholat bersama.
"Sayang, coba tanya anak-anak sudah sholat belum? Kalau belum kita sholat bersama dulu!"
"Iya mas!"
Aku pun berjalan kekamar! Sesampainya dikamar mereka, aku melihat keduanya yang sedang tertidur dengan pulas!
Aku pun membangunkan mereka berdua dengan pelan dengan berbisik ditelinga Aisyah dan Sisil.
"Kakak udah sholat belum?"
"Iya bun!"
Sisil membuka matanya perlahan. Kemudian bangun dan bergegas untuk mengambil wudhu!
"Dek, ayo bangun dulu! Sholat! Abi udah nunggu!"
__ADS_1
"Masih ngantuk bun!"
"Cepat bangun atau bunda bawa air buat siram kam." Gertak ku!
"Iya!"
Dengan wajah yang cemberut Aisyah bangun dan menyusul mengambil wudhu! Aku pun bergegas mengambil wudhu!
Langkah kaki ku dengan cepat menuju musholla kecil! Ku lihat Bimo duduk sambil berdzikir dan tangannya memegang tasbih.
Aku berdiri dibelakang Bimo, kemudian datang Aisyah dan Sisil yang ikut berdiri sejajar disamping ku.
Ketika semua siap, kami berempat melaksanakan sholat berjamaah. Empat rakaat kami tunaikan!
****
Jam 16.00 WIB
Bimo pergi dengan Harris ke Bandung untuk urusan pekerjaannya.
Ketika aku sedang duduk santai dengan anak-anak, aku mendapat kabar tentang mama Ainun.
Dert... dert...
"Assalamualaikum! Manda ini lek. Kamu bisa kerumah sakit sekarang?" Ucap lek Ina adik dari mama Ainun.
"Waalaikumsalam! Ada apa lek?"
"Manda kamu cepat kesini?"
"Iya lek! Dimana rumah sakit mana?"
"Nanti bulek kirim lewat wa! Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam!"
Aku pun menutup panggilan telepon tersebut! Kemudian terdengar ada pesan masuk. Lalu aku membacanya!
Deg..deg..
Jantung ku berdebar kencang! Mulai berpikiran yang tidak-tidak!
Semoga saja tidak ada apa-apa! Batin ku.
"Dek, kak. Kalian berdua mau ikut bunda kerumah sakit?"
"Emang siapa yang sakit?" Tanya Aisyah!
"Nek Ainun! Kalian ikut ya sama bunda!"
"Iya bun!"
Kami bertiga bersiap-siap untuk pergi. Tidak lupa pamitan kepada kakek Aryan dan mbok Darmi.
Tidak lupa aku minta ijin Bimo melalui pesan yang ku kirim lewat WhatsApp!
... Happy Reading...
Jangan lupa selesai membaca tekan like, fav, rate dan koment
__ADS_1
...Terima kasih...