Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Belajar Bersama


__ADS_3

Bimo sengaja datang kerumah mama. Untuk mengenal lebih dekat dengan anak-anak.


Bimo kali ini hanya fokus kepada anak-anak. Agar bisa dirinya mengambil hati anak-anak. Memberikan kesempatan untuk Bimo bisa membahagiakan aku juga anak-anak.


Dirumah mama..


Bimo menyempatkan datang sendiri setelah melakukan aktivitas diponpes.


"Nak Bimo, mama senang kalau kamu bisa mengenal Aisyah dan Sisil. Mereka cuma butuh waktu. Maklum ayahnya tidak bisa memberikan kasih sayang dan perhatian buat mereka. Mama cuma bisa berharap dan berdoa, semoga nak Bimo bisa mengambil hati mereka."


"Ya mama! Aku akan berusaha lebih baik untuk menyenangkan mereka."


Terdengar langkah kaki anak kecil memasuki rumah mama Atika. Dengan suaranya yang lantang mengatakan. "Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam!" Jawab bersamaan.


Aisyah langsung masuk kedalam dan menghampiri keduanya yang sedang duduk. Kemudian mencium tangan mama Atika dan Bimo.


"Adek datang sendiri! Kakak mana dek?" Tanya Bimo.


"Kakak lagi ada temannya. Jadi nanti dulu!"


"Dek, om Bimo mau ngajar ngaji bareng atau kita belajar apa aja bersama, kamu mau?"


"Aku doang!" Jawab Aisyah dengan keras.


"Maksud om Bimo, adek panggil temannya. Jika ada pelajaran apa aja yang gak bisa. Nanti om Bimo ajarkan! Bagaimana?"


"Oh kirain aku doang! Semuanya om Bimo bisa ajarin!"


Bimo pun menjawab. "Insyaallah dek, om bisa!"


"Gak bayar kan! Soalnya kalau bayar gak pada mau pastinya. Mereka kan udah pada les!"


"Gratis.." Timpal Bimo dengan tersenyum melihat tingkah Aisyah.


Bimo mencoba dengan cara seperti ini, semoga aja Aisyah dan Sisil mau memberikan kesempatan kepadanya!


.


.


Bimo menunggu setengah jam lamanya. Menunggu kedatangan teman-teman Aisyah dan Sisil!


Akhirnya Sisil dan Aisyah datang bersama teman-temannya!


Dengan dibantu mama yang mengelar karpet untuk anak-anak duduk.


Bimo memulai mengajarkan anak-anak dengan dimulai dengan doa.


"Assalamualaikum anak-anak! Perkenalkan nama om adalah Bimo. Jadi panggil saja dengan om Bimo!"


"Waalaikumsalam, om Bimo."


"Sebelum kita mulai belajar, alangkah baiknya jika kita membaca doa terlebih dahulu. Coba!Ada yang bisa doa sebelum kita memulai pelajaran!"


"Aku!" Kata Aisyah.


"Iya adek, coba om Bimo mau dnegar!"


"Bismillahirrahmanirrahim


Yaa robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa"

__ADS_1


"Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah aku rizqi akan kepahaman".


Aisyah membaca doa dengan sangat mudahnya! Aku selalu membiasakan keduanya untuk menghapal surat pendek, doa harian atau apapun yang diajarkan ditempat mengaji selalu diulang kembali dirumah.


"Pintar! Sekarang kita ucapkan ramai-ramai ya!


Semuanya mengucapkan bersama-sama dengan suara yang keras. Rumah mama jadi begitu ramai.


"Sekarang ada gak, yang kalian tidak mengerti. Misalnya pelajaran bahasa Inggris, matematika atau apa?"


"Ada." Teriak bersamaan.


"Kalau ada satu persatu bawa soalnya ke om Bimo. Nanti biar om Bimo jelaskan."


Anak-anak pun mengikuti apa kata Bimo.


Suasana belajar itu cukup menyenangkan bagi anak-anak. Sisil dan Aisyah juga menanyakan pelajaran yang belum dimengerti oleh Bimo.


Ketika sedang belajar ada salah satu anak yang bernama Keke, dia adalah teman Sisil dan usianya sama dengan Sisil.


"Sil, om Bimo itu baik banget ya! Enak lagi belajarnya nyantai. Dia itu siapa kamu?" Ucap Keke spontan karena tidak mengetahui bahwa Bimo akan menjadi ayah buat Sisil dan Aisyah.


"Kalau om Bimo jadi ayah kamu mau Keke?


"Ya mau lah. Baik, ganteng, agamanya.. Terus yang satu lagi pintar!"


Sisil tersenyum mendengar Keke memuji Bimo yang akan menjadi ayahnya.


.


.


.


Bimo bersyukur bahwa anak-anak menerimanya dengan baik. Mudah-mudahan saja dengan Aisyah dan Sisil juga.


"Terima kasih anak-anak semuanya, teman dari Sisil dan Aisyah. Om Bimo punya sesuatu buat kalian semua. Ini.."


Bimo membagikan susu kotak kesemuanya.


Rasa bahagia terpancar diwajah setiap anak.


Setelah semuanya mendapatkan susu kotak. Mereka mengucapkan doa.


Satu persatu teman-teman Aisyah dan Sisil pulang. Kini hanya tinggal Aisyah, Sisil, Bimo dan mama yang masih duduk bersama.


"Kak, boleh om Bimo bicara berdua sama kakak."


"Ya om!"


Bimo mengunakan kesempatan ini untuk berbicara dengan Sisil


Mungkin dengan berbicara berdua, Bimo dapat mengetahui isi hati Sisil.


Aisyah diajak kedalam sebentar oleh mama Atika.


.


.


Setelah Kepergian Aisyah akhirnya Bimo mengatakan. "Kak, om mau memiinta pendapat kakak mengenai maksud om untuk menikahi bunda!"


"Om Bimo baik, semua orang suka sama om."

__ADS_1


"Lalu?"


"Aku hanya takut, kalau om gak akan sayang sama aku juga adek. Om hanya sayang sama bunda dan anak om."


Sisil mengucapkan sambil menangis. Rasa takutnya bukan hanya itu saja. Tapi ada yang lain juga.


"Aku juga takut, dulu ayah sering kasar kebunda, aku, juga adek. Aku takut kalau om juga sama kaya ayah."


Hiks..hiks..


Astaghfirullah allazim.. sungguh kisah yang menyedihkan dan menimbulkan luka yang mendalam. Ya Allah izinkan aku untuk menyembuhkan luka untuk anak-anak serta Amanda. Batin Bimo...


"Kakak, insyaallah om akan berusaha untuk menjadi suami serta ayah yang baik buat kalian dan bunda."


Sisil menatap Bimo. Ucapan Bimo menyakinkan hati anak kecil itu.


"Iya om, pinta ku cuma itu."


"Insyaallah kak, bantu om supaya bisa mewujudkan semuanya dan atas izin Allah kita bisa berkumpul bersama."


****


Tanpa disadari, ternyata mama Atika dan Aisyah mendengar dari balik tembok! Mama Atika menangis haru. Perasaan bangga kepada Bimo karena dapat meluluhkan hati anak-anak.


Dalam hati kecilnya, mama Atika menaruh harapan besar pada Bimo. Semoga Allah mewujudkan mimpi Bimo untuk membahagiakan Amanda.


.


.


Mama dan Aisyah keluar dan berkumpul bersama diruang tamu. Seketika Aisyah langsung memeluk tubuh Bimo dengan eratnya.


"Om Bimo mau jadi ayah buat kita. Aku senang banget. Om Bimo janji sayangin kita ya, jangan seperti ayah yang tinggalin aku, kakak sama bunda!"


"Iya sayang, om akan berusaha untuk menjadi ayah buat kalian dan suami buat bunda. Kita bersama-sama akan mewujudkan mimpi kita."


Suasana haru mewarnai keberadaan mereka di sore hari itu.


Dan tanpa sengaja, aku mendengarnya. Aku tidak menyangka kalau ternyata anak-anak menerima Bimo.


Dengan perlahan aku berjalan sambil mengucapkan salam. " Assalamualaikum."


Semuanya mengarah kepada ku dan membalas salam "Waalaikumsalam."


"Bunda." Teriak Aisyah dan berlari kearah ku. Disusul oleh Sisil yang juga ikut memeluk ku.


Tangis bahagia mengalir dimata semuanya.


Terima kasihnya Allah karena atas izin Engkau. Kami semua dapat merasakan kebahagian ini.


Bimo berdiri dan mendekat kearah ku kemudian ia berkata "Lalu apa keputusan mu?"


"Ke- keputusan aku adalah..iya!"


"Iya apa?" Tanya Bimo yang ingin mendengar lebih jelas lagi!


Semua mata tertuju kepada ku. Ingin mendengar dengan jelas jawaban ku!


"Iya .. iya aku mau masuk kedalam."


Hahahaha....


Aku pun masuk kedalam rumah mama. perasaan saat ini, aku sangat bahagia sekali!

__ADS_1


...Happy Reading...


__ADS_2