Sebuah Keputusan

Sebuah Keputusan
Gudeg Yogya


__ADS_3

Harris masih mencari bukti untuk menjebloskan Adlan kepenjara. Tapi saat ini masih tidak ada titik terang.


Sedangkan Adlan tidak mau mengakui semua kebenaran pada Audy dan masih saja menutupinya!!


Dirumah ..


Jam 04.35 WIB.


Aku yang sudah terbangun dari tidur. Membuka mata perlahan dan melihat jam yang menempel ditembok. Kemudian langkah kaki maju menuju dapur.


Membuka kulkas dan mengambil ayam, dan bumbu rempah-rempah untuk dimasak. Menu kali ini adalah soto ayam.


Mbok Darmi yang sudah terbangun dan melihat ku sudah berada didapur lalu bergegas membantu ku.


.


.


Bimo berjalan dan melihat ku yang sedang bersama mbok Darmi.


"Bun, kita sholat shubuh dulu."


"Iya mas!" Sahut ku pada Bimo.


"Mbok mantikan saja dulu kompornya. Sholat shubuh dulu baru dilanjutkan lagi!" Kata ku pada mbok Darmi. Yang terpenting melaksanakan sholat barulah melanjutkan kembali aktifitasnya!


"Baik mbak!" Sahut mbok Darmi kemudian meninggalkan pekerjaannya didapur.


Aku berjalan kemusholla kecil yang ada didalam rumah. Bimo sengaja membuat tempat khusus untuk sholat! Disana Bimo dan kakek Aryan sudah menunggu ku!


Setelah kedatangan ku, Bimo memulai sholat shubuh berjamaah dan diikuti oleh mbok Darmi juga.


****


Jam 07.30 WIB


Kami bertiga sarapan pagi bersama. Hari ini menu sarapan pagi adalah soto ayam. Isinya ada bihun, ayam, kentang yang diiris kecil ditabur dengan bawang goreng dan ada sambal yang menambah rasa pedasnya. Dinikmati selagi kuah masih terasa panas.


Ehmm.. rasanya sangat mengooda!!


"Sayang, aku mau lagi!" Ucap Bimo yang menginginkan ayo ayam lagi.


Aku mengambil semangkuk soto ayam untuk suami ku tercinta. Ku taruh mangkuk tersebut dihadapan Bimo! Bimo langsung menyantabnya hingga habis.


Setelah sarapan pagi selesai, Bimo sudah bersiap-siap untuk berangkat ke ponpes setelah itu akan pergi ke Bogor.


"Sayang, nanti aku pulang agak malam. Kamu langsung istirahat aja! Jaga kandungan kamu dan banyak istirahat!"


"Siap bos!" Ucap ku kemudian mencium tangan Bimo.


"Assalamualaikum!" Ucap salam Bimo kemudian mencium keningku.


"Waalaikumsalam!"


Bimo pergi sendiri dengan mobilnya, sedangkan Harris akan menyusul nanti!


.


.


Setelah kepergian Bimo, aku masuk kedalam rumah dan melihat kakek yang sudah lebih segar dan sehat. Kakinya juga sudah tidak sakit lagi untuk berjalan.


"Kakek..mau ikut aku keluar sebentar?" Ajak ku terhadap kakek Aryan.


"Mau kemana?"


"Mau cari makanan dimini market depan kek!"


"Kakek dirumah aja!!

__ADS_1


"Aku tinggal sebentar ya kek, gak apa-apa kan!!"


"Ya!"


Aku pun pergi dari kamar kakek dan berjalan keluar rumah. Jarak dari rumah dan mini market tidak begitu jauh. Hanya dengan menaiki ojek untuk sampai kemini market depan.


Mini market....


Aku sudah sampai dimini market. Kemudian mengeluarkan uang dari dalam dompet ku.


"Ini mas!"


"Mbak uang pas aja!" Jawab mas tukang ojek yang menolak pemberian uang sepuluh ribu rupiah dari ku!


"Emang berapa mas?"


"Lima ribu saja!"


"Lima ribu! Kalau gitu ambil aja kembaliannya! Terima kasih!" Kata ku dan memberikan uang sepuluh ribu rupiah kepada mas tukang ojek!


Langkah kaki ku masuk kedalam mini market. Kemudian mengambil keranjang belanja.


Mata ku mencari-cari barang yang hendak ku beli dan mengambilnya. Lalu ku masukan kedalam keranjang.


.


.


Setelah begitu banyak yang sudah ku beli. Akhirnya aku berjalan kearah kasir. Membayar semua belanjaan. Kemudian membayarnya!!


Selesai berbelanja, aku keluar dari mini market. Mata ku mencari keberadaan ojek. Tapi tidak ada satupun ojek yang mangkal dekat mini market.


Seketika pandangan ku berganti arah kearah penjual gudeg Jogja yang ada didekat mini market.


Diwarung kecil dipinggir jalan menjual makanan khas Jogjakarta. Seperti gudeg, bakpia pathok, oseng-oseng mercon, dan lain sebagainya.


Tapi ku urungkan niat ku untuk kesana, karena ada ojek yang datang menghampiri ku. Kemudian aku menaiki ojek tersebut untuk sampai dirumah.


.


.


Ojek pun sampai didepan rumah ku. Aku turun dari motor kemudian membayar dengan uang lima ribu rupiah.


Ketika aku hendak masuk kedalam dan membawa dua kantung belanjaan. Tetangga sebelah rumah, panggil saja bu Sofie!


"Baru pulang belanja bu Bimo?" Panggilnya kepada ku, dengan nama suami ku. Karena tetangga sekitar lebih mengenal nama Bimo yang seorang ustad, dibandingkan aku.


"Ya bu!"


"Lain kali coba belanja saja sama langganan saya, diantar pula. Orang sini banyak yang belanja sama dia!" Ucapnya dengan sangat bersemangat mempromosikan penjual langganan belanjaannya!!


"Oh iya Bu, mungkin lain kali!"


Saat itu juga motor berhenti didepan rumah bu Sofie dengan membawa banyak belanjaan pesanan bu Sofie!


"Panjang umur bang, lagi diomongin nih!"


Abang yang baru saja sampai didepan rumah bu Sofie hanya tersenyum! Kemudian ia menurunkan belanjaan bu Sofie dari motornya!


"Bu Bimo, ini kenalan dulu sama penjualnya! Siapa tau bisa jadi langganan!"


"Ehmm..iya bu!"


"Bang, itu Bu Bimo! Siapa tau bisa jadi langganan Abang!"


Abang itu langsung menengokkan wajahnya kearah samping dan..


Matanya langsung melotot ketika melihat perempuan yang sedang berdiri itu adalah mantan istrinya yang pernah ia sakiti.

__ADS_1


Bukan hanya Abim yang terkejut melihat ku! Aku pun sama terkejutnya! Tidak menyangka, akan bertemu dengannya dan melihat dia seperti itu.


Lelaki yang ku kenal dulu, sungguh berbeda sekali dengan sekarang! Penampilannya dan pekerjaannya? Berarti benar? Lelaki yang dulu pernah ku lihat dijalan? Adalah Abimanan!!


Batin ku tidak menyangka!


Abim masih berdiri dan memandangi ku. Terdiam seribu bahasa, matanya fokus kearah ku. Pikirannya! Entah melayang jauh kemana?


Yang jelas saat ini, Abim terdiam seribu bahasa !!


"Bang, kok bengong!" Tanya bu Sofie ketika melihat Abim sedang berdiri dan pandangannya terus kesatu arah.


Abim seketika sadar dari lamunannya dan melihat kearah bu Sofie. Ia tersenyum kikuk tidak berdaya! Lalu, kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Bu, maaf! Saya permisi kedalam!"


"Iya bu Bimo! Nanti kalau mau belanja lagi, sama abang ini aja?"


Aku tersenyum tipis kearah Bu Sofie. Lalu berjalan masuk kedalam rumah. Didalam mbok Darmielihat ku, kemudian membawa semua belanjaan ku kedapur.


Sambil duduk, aku terus mengingat pertemuan tadi. Pertemuan yang tidak diinginkan. Rasanya malas kalau harus berurusan dengan Abim.


Semoga saja dia tidak mencari masalah dengan ku. Aku tidak mau, hidup ku yang mulai bahagia, dia ganggu olehnya..


Batin ku!


Tiba-tiba saja, aku menginginkan gudeg lagi. Membayangkan saja, membuat ku sampai menelan saliva dalam rongga mulut. Terasa nikmat gudegnya. Tapi sayang aku belum sempat mencobanya.


Tapi rasa kepingin ini sudah tidak tertahan lagi.


"Mbok.." Panggil ku kepada mbok Darmi.


Mbok Darmi yang mendengar langsung lari menghampiri ku. Secepat itu mbok Darmi sampai dihadapan ku.


"Mbok, tolong belikan gudeg yang ada didekat mini market depan! Rasanya aku kepingin!!"


"Ya mbak!"


Mbok Darmi langsung pergi ketika ku suruh. Sedangkan aku menunggu dirumah. Sambil menunggu, aku masih membayangkan betapa enak rasa gudegnya!


Lamunan ku buyar setelah kedatangan kakek. Kakek datang menghampiri ku. Berjalan perlahan sambil memanggil nama ku!


"Manda!"


"Ka-Kakek!" Kata ku lalu bangun dan membantu kakek berjalan mendekati kearahnya!


Kakek duduk dikursi, kemudian matanya mencari keberadaan mbok Darmi! "Dimana mbok Darmi?"


"Mbok lagi pergi kedepan, lagi aku suruh kek!"


Baru juga diomongin, mbok Darmi sudah ada dibelakang ku. Mbok Darmi baru saja datang dengan membawa satu plastik yang isinya gudeg.


"Ini mbak!" Katanya dan memberikan gudeg itu kepada ku!


"Terima kasih mbok!"


Mbok Darmi pergi melanjutkan pekerjaan didapur. Sedangkan aku sudah tidak sabar ingin mencicipi rasa gudeg itu!


Aku segera mengambil mangkuk kosong dan sendok. Ku buka plastik dan ku tuangkan isinya kedalam mangkuk.


Satu sendok pertama, sudah masuk kedalam mulut ku. Tapi..bukannya nikmat yang ku rasa. Malah rasa mual yang ku rasakan. Aku segera berlari kekamar mandi untuk memuntahkan semua isi perut didalam kamar mandi.


Uek..uek..uek..


Alhasil itulah yang terjadi!!


Setelah memuntahkan semuanya. Aku menjadi lemas tidak berdaya. Aku berjalan keluar untuk beristirahat dikamar.


"Kek maaf, aku tinggal kekamar dulu ya!"

__ADS_1


"Iya! Kamu istirahat saja!"


Sesampainya dikamar, aku langsung merebahkan diri diatas tempat tidur. Untuk saat ini, itulah tempat ternyaman ku! Lalu memejamkan mata sejenak!


__ADS_2