
... Reading...
...Tidak seperti apapun sifat Mertua,...
...itu semua hanya pola pikir yang sangat berbeda dengan kita....
...Mungkin jika kita mengisi posisinya,...
...kita bisa bersikap sama....
...Bahkan lebih buruk darinya....
...Tapi yang pasti statusnya,...
...tetap sama seperti Orang tua kita pantas diberikan penghormatan untuknya....
(Madjongke.com)
...Β ππππππππππππππππ...
Dikantor..
Jam 12.30 WIB
Teeeettttt..teetttttt
Saat istirahat makan siang tiba..
Semua orang sibuk untuk keluar ruangan cepat-cepat. Apalagi kalau yang namanya ditraktir. Ehmm... pasti nomor satu.
Apalagi kalau ada yang ulang tahun. Semua pasti minta ditraktir. Mau tidak mau, harus mentraktir teman satu teamnya.
Syifa, mengajak teman satu teamnya untuk makan di restoran Sunda yang tidak jauh dari kantornya. Termasuk aku juga ikut serta!
****
Direstoran Sunda..
Kami semua telah duduk ditempat yang telah Syifa pesan. Syifa juga sudah memesan beberapa menu makanan untuk kami semua. Hanya menunggu beberapa menit saja masakan dan minuman telah sampai dimeja kami.
Sayur asem, sambal, lalapan, ikan asin, ayam bakar,, ikan bakar, dan masih banyak lagi.
Suasana yang ramai seketika hening dan fokus kearah makanan yang datang.
Semuanya melihat kearah makanan yang telah disajikan. Bagaimana tidak, makanan yang sederhana itu! Membuat mereka jadi tidak sabar, menyantapnya!!
Pak Arga sudah tidak sabar mengambil piring dan mulai menyendok nasi. Tapi usahanya dicegah oleh bu Henny.
"Heiits...doa dulu dong buat yang punya hajat?" Spontan bu Henny berkata.
Hahahaha..haha..
Suasana tenang pun menjadi ramai lagi, ketika melihat pak Arga yang tidak tau malu.
Untungnya pak Arga menanggapi biasa saja, tidak terlalu diambil hati. Ia malah tersenyum kesemuanya.
"Cepat dong pimpin doanya, keburu lapar nih!" Sontak mba Ambar yang duduk disebelah ku.
"Ayo siapa yang mau pimpin doa?" Tanya Bu Henny yang matanya melirik kekanan dan kekiri.
"Bagaimana kalau pak Arga saja!"
"Setuju!" Teriak bersamaan.
Akhirnya pak Arga memulai dengan mengucapkan basmallah serta diiringi dengan doa untuk Syifa yang hari ini berulang tahun.
Tak lupa mengucapkan rasa terima kasih kepada Syifa yang telah bersedia untuk mentraktir teman-temannya makan siang bersama.
.
__ADS_1
.
.
Mereka semua menyantab makan siang dengan nikmatnya. Diiringi dengan canda dan tawa!
Dua puluh menit kemudian..
Tidak terasa makan siang pun usai. Ucapan terima kasih dan selamat disampaikan gadis yang bernama Syifa.
Aku bersyukur bisa kenal mereka, walaupun aku baru. Tapi mereka semua tidak pernah membedakan. Aku merasa seperti mendapatkan keluarga.
Aku tidak menyangka kebersamaan yang singkat tapi mempunyai arti yang berarti! Sudah lama memang aku jarang kumpul dengan teman! Waktu ku, kebanyakan dihabiskan oleh kebersamaan anak-anak! Mungkin aku sudah lupa, caranya membahagiakan diri ku sendiri.
.
.
Kami semua beranjak dari tempat duduk dan berjalan menuju kantor. Tapi baru sampai didepan pintu restoran, aku berpapasan dengan mama Ainun.
Betapa terkejutnya mama Ainun ketika melihat ku. Spontan ia langsung berkata-kata didepan teman kerja ku.
"Oh begini ya kerjaan kamu setiap hari? Kamu malah enak-enakan makan di restoran, sedangkan anak kamu gak tau, makan enak apa nggak! Kamu kerja cuma buat senang-senang sendiri aja!" Kata mama Ainun dengan ketusnya.
Perkataan mama Ainun sontak membuat kaget semua teman ku yang sedang berjalan bersama menuju pintu.
Mereka bertanya-tanya tentang siapa perempuan tua yang sedang marah-marah gak jelas dihadapan ku.
Mama Ainun sudah membuat ku malu didepan teman-teman ku! Dihadapan semuanya mama memaki ku. Seolah-olah aku memang salah! Padahal itu semua tidak seperti yang dipikirkan mama.
"Maaf, semuanya. Kalian dulu saja. Nanti aku menyusul" Kata ku sambil tersenyum.
"Kamu gak apa-apa?" Tanya Syifa yang melihatku agak cemas. Ia merasa khawatir tentang ku, tapi aku mencoba meyakinkannya bahwa aku memang tidak apa-apa.
"Iya Syifa."
Syifa akhirnya menyusul mereka semua kembali kekantor.
Aku mencium tangan mama Ainun dan kedua temannya. Lalu berkata. "Ma, apa yang mama katakan tentang ku itu semua tidaklah benar! Aku kesini..."
"Alasan saja kamu? Kamu cuma alasan aja kan. Karena sudah ketahuan! Coba kalau kamu gak ketahuan! Lanjut terus!" Kata mama yang menyela perkataan ku yang belum selesai.
Aku yang sedang berdiri mulai terlihat cemas. Waktu istirahat sebentar lagi hampir habis. Belum lagi, aku harus melaksanakan sholat. Tapi mama masih terlihat marah.
"Ma, maaf ya! Nanti aku jelaskan dirumah! Sekarang aku mau kembali kekantor." Kata ku dengan mencium tangan mama Ainun kembali, tapi belum sempat bersentuhan dengan tangannya sudah dihempaskan begitu saja!
Menarik napas panjang dan ku keluarkan dari hidung, agar bisa menahan emosi ku..
Sabar.. sabar! Kata ku dalam hati.
Aku berjalan meninggalkan mama Ainun dan kedua temannya. Tidak peduli lagi apa yang mama Ainun katakan barusan. Bagi ku sekarang aku harus kembali kekantor.
"Sudah, malu dilihat orang!" Kata bu Indira teman mama Ainun.
"Aku kesal. Dia enak-enakan disini. Sedangkan anaknya?"
"Kamu ini kenapa sih Ainun, dia itu kan cuma mantan menantu kamu? Jangan terlalu menekan dia! Kasihan kan! Dia juga perlu kebebasan bersama teman-temannya! Asalkan dia tidak lupa menjalankan kewajibannya sebagai seorang ibu." Celetuk bu Mira.
Ainun tidak membalas lagi perkataan temannya. Mama Ainun diam seribu bahasa. Acara makan siang bersama temannya, gagal! Selera makan mama Ainun jadi menghilang.
****
Dikantor..
Aku baru saja selesai melaksanakan kewajiban ku sebagai seorang muslim. Setelah itu kembali melanjutkan pekerjaan ku.
Mata ku terus fokus kelaktop, tapi telingga ku mendengar teman-teman di sekeliling ku mulai bertanya-tanya tentang siapa perempuan yang menghina ku direstoran tadi.
Aku enggan menjawab pertanyaan mereka, tersenyum saja yang bisa ku lakukan untuk mereka semua. Masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Perkataan mereka tentang mama Ainun biarlah berlalu.
__ADS_1
****
Dirumah..
Jam 16.00
Sesampainya di rumah, aku memarkirkan motor ku dihalaman rumah! Lalu berjalan perlahan dan melihat sekeliling rumah yang sepi. Biasanya saat aku pulang ada yang menyambut kedatangan ku! Tapi, kemana Sisil dan Aisyah.
Suasana tampak begitu sepi. Pintu rumah tertutup rapat! Ku pegang gagang pintu dan mencoba membukanya, tapi tidak bisa!
Terkunci! Kata ku pelan.
Sebaiknya aku telepon saja mama!
Ku tekan nomor mamaku dan melakukan panggilan telepon.
π "Assalamualaikum!"
π "Waalaikumsalam."
π "Ma, anak-anak sama mama ya?"
π "Enggak! Memang gak ada disitu?"
π "Enggak ada ma! Ya sudah ma! Assalamualaikum!"
Aku menutup panggilan tersebut dan mencoba kembali menghubungi mama Ainun. Siapa tau anak-anak bersama mama Ainun!
π "Assalamualaikum!"
π "Waalaikumsalam!"
π "Ma, maaf! Anak-anak bersama mama?"
π "Iya!"
π "Syukur Alhamdulillah, ma! Terima kasih! Maaf merepotkan mama. Nanti aku kesana, aku jemput mereka."
π "Tidak usah jemput! Anak-anak sama mama disini! Biar mama sama bapak yang urus. Kamu urus aja diri kamu sendiri!"
Tuuutttttttt..
Panggilan telepon terputus! Mama Ainun langsung menutup panggilan tersebut!
Deg..deg deg..
Jantung ku berdebar kencang. Mendengar perkataan mama Ainun yang menyakiti hati ku.
Apa salah ku? Aku sudah berusaha jadi ibu yang baik buat mereka! Aku berusaha bekerja untuk mereka juga!
Ku kira setelah pernikahan dengan mas Abim selesai. Masalah ku akan berkurang! Tapi kenyataannya tidak..
Masalah datang terus menerus!..
Aku pun masuk kedalam rumah, karena diluar mulai turun hujan.
Kaki ku terasa lemas tak mampu untuk melangkah maju lagi. Aku terduduk dilantai ditemanin dengan kesunyian dan derasnya hujan.
...Happy Reading...
...Terima kasih kepada semuanya, yang tidak bisa ku sebutkan satu persatu! Tanpa kalian semua, aku bukanlah apa-apa! Terima kasih atas dukungannya....
Setelah membaca jangan lupa like, fav, rate, koment...
Mau hadiah atau Votenya juga bolehππ
...πTerima kasih π...
Abaikan komentar ya...
__ADS_1
Part setelah direvisi